Tahun 1953 merupakan sebuah debut awal untuk CinemaScope, sebuah teknologi baru dalam perfilman di jamannya. “How to Marry a Millionaire” menjadi film kedua yang mengadopsi teknologi ini, setelah film “The Robe.”

Kisah dalam film ini terpusat pada kehidupan 3 wanita yang punya keinginan untuk menikahi jutawan. Wanita pertama, Schatze Page, diperankan oleh Lauran Bacall, menyewa sebuah apartment mewah di tengah Kota New York untuk menarik minat mangsanya. Ia juga mengajak sahabatnya, Pola Debevoise, diperankan oleh Marilyn Monroe, untuk hidup bersamanya. Pola pun ikut mengajak Loco Dempsey, diperankan Betty Grable, untuk ikut serta. Tiga-tiganya punya tujuan yang sama: mengincar pria kaya raya.

231-Picture3
Courtesy of Twentieth Century Fox Film Corporation © 1953

Ketiga wanita ini sudah punya beberapa kriteria utama, paling tidak mereka merupakan pengusaha yang bergerak di bisnis perminyakan, ataupun terlibat dalam jual beli saham. Suatu ketika, salah seorang kenalan mereka bernama J.D., diperankan oleh William Powell, mengajak mereka untuk menghadiri sebuah pertemuan para pebisnis.

Bila membahas kisahnya, sebetulnya ketiga wanita ini punya penggambaran karakter yang pas. Page yang cukup gengsian, Pola yang cantik namun agak bodoh, hingga Loco yang selalu bersemangat. Namun, dari kombinasi tersebut saya cukup tertarik dengan karakter Pola yang cukup slapstick. Monroe berhasil membuat Pola bersinar dari segala kebodohannya yang disengaja. Salah satunya yang cukup berkesan adalah ketika Ia berusaha membaca buku di dalam pesawat yang tidak disadarinya terbalik.

231-Picture4
Courtesy of Twentieth Century Fox Film Corporation © 1953

Jean Negulesco menyutradarai film ini dan menjadi salah satu karya terbaiknya setelah “Johnny Belinda” di tahun 1948. Negulesco menghadirkan sebuah tontonan yang dikemas cukup baik, namun kurang berhasil menghidupkan potensi elemen-elemen komedi dari premisnya. Alhasil, film ini menarik untuk ditonton, tetapi belum tentu menjadi sesuatu yang berkesan.

Sangat disayangkan, proses restorasi yang dilakukan kurang begitu memuaskan saya. Jeda antar segmen adegan sangat terlihat jelas dari fading color yang tiba-tiba berubah secara signifikan dan terkesan tidak melalui proses penyamaan color grading. Ini belum ditambah dengan beberapa adegan yang terlihat tidak sempurna karena kadang terlihat cukup cekung di sebelah kanan, dan kualitas gambar yang tidak konsisten high definition. Juga, tentu sulit untuk mengharapkan kesempurnaan tampilan dari sebuah film yang sudah berumur lebih dari 60 tahun.

231-Picture6
Courtesy of Twentieth Century Fox Film Corporation © 1953

Akan tetapi, saya menyukai pesan cerita dari film ini. Tanpa bermaksud membocorkan ceritanya, saya suka bagaimana ketiganya mengambil keputusan akhirnya yang sebetulnya tidak termasuk dalam cerita mereka juga. Dan satu hal berikutnya yang tidak ketinggalan, kadang penampilan tidak menjamin dalam menilai kemampuan seseorang, terutama secara finansial. Setuju?

How to Marry a Millionaire (1953)
Approved, 95 menit
Comedy, Drama, Romance
Director: Jean Negulesco
Writer: Nunnally Johnson, Zoe Akins, Dale Eunson, Katherine Albert
Full Cast: Betty Grable, Marilyn Monroe, Lauren Bacall, David Wayne, Rory Calhoun, Cameron Mitchell, Alexander D’Arcy, Fred Clark, William Powell
#231 – How to Marry a Millionaire (1953) was last modified: November 27th, 2020 by Bavner Donaldo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here