Berawal dari keterpikatan saya dengan poster film ini, ternyata ceritanya membawa ke dalam situasi yang cukup tidak terduga. “Divines” merupakan karya pertama sineas asal Perancis, Houda Benyamina, yang sekaligus mendapatkan Camera D’Or saat perilisannya di Cannes Film Festival. Film berdurasi 105 menit ini terpusat pada kehidupan seorang perempuan bernama Dounia.

Adegan pertama film ini dibuka dengan adegan beribadah di sebuah mesjid. Seseorang perempuan dengan menggunakan jaket hoodie-nya dari luar bangunan berusaha memanggil sahabatnya yang sedang fokus beribadah. Ia adalah Dounia, diperankan oleh Oulaya Amamra, yang sedang memanggil sahabatnya untuk beraksi. Beraksi? Ya, untuk menjalankan aksi nekat mereka: mencuri di sebuah department store. Hasil curian ini kemudian didagangkan pada teman sekolah mereka.

Courtesy of Easy Tiger, France 2 Cinéma, Netflix © 2016

Ternyata Dounia tidak memiliki gambaran seperti yang saya perhatikan di poster. Ia hidup di sebuah lingkungan yang kumuh. Ibunya, Myriam, diperankan oleh Majdouline Idrissi, hanyalah seorang waitress di sebuah klub malam. Dounia juga ikut membantu disana. Akan tetapi perilaku Ibunya yang suka mabuk dan teledor, membuat mereka diusir dari tempat kerjanya.

Tidak hanya Ibunya, Dounia pun bermasalah. Demi menjaga gengsinya, Ia memutuskan untuk berhenti sekolah akibat perselisihannya dengan sang guru. Di tengah hidupnya yang semakin malang, Ia hanya punya seseorang yang selalu ada disampingnya. Sosok itu adalah Maimouna, anak seorang ustad yang diperankan oleh Déborah Lukumuena. Bersama Maimouna, Dounia melaksanakan aksi ‘penjarahan’ mereka, sampai akhirnya Ia bertemu dengan seorang penari dan seorang pengedar narkoba yang mengubah hidupnya.

Courtesy of Easy Tiger, France 2 Cinéma, Netflix © 2016

Bila melihat ceritanya, ada tiga hal yang utama yang coba dipaparkan Benyamina dalam karakter Dounia: uang, cinta dan persahabatan. Tiga hal ini seperti jadi kunci dalam meningkatkan kehidupan Dounia. Keluarganya sudah hancur. Sosoknya yang keras, dan Ibunya yang selalu membuat ulah, tidak pernah memberikan hasil manis. Di sisi lain, Maimouna lah yang menjadi sahabat pelipur lara baginya. Sedangkan, ketika cinta dan uang, ini terlihat dari bagaimana keterlibatan sosok love interest dan juga seorang pengedar yang seakan membentuk kepribadiannya.

She’s a tough, tough girl. Rebecca, pengedar narkoba yang diperankan Jisca Kalvanda, berhasil mempertajam karakternya. Ia memoles Dounia untuk bertarung, hingga berani mati. Adegan ketika Rebecca memasukkan pistol ke dalam mulut Dounia secara spontan jadi salah satu favorit saya. I love the terror! Teror yang muncul dengan spontan, ditambah dengan kekerasan-kekerasan yang terjadi, seakan memperkenalkan Dounia dengan kerasnya kehidupan.

Courtesy of Easy Tiger, France 2 Cinéma, Netflix © 2016

Dari ensemble cast film ini, saya menyukai akting Amamra. Perempuan yang juga merupakan adik bungsu Benyamina ini memperlihatkan sebuah penampilan yang memukau. Ia tidak hanya harus tampil jelek saja, tapi juga harus jadi seseorang yang keras, bisa menggoda dengan kecantikannya, hingga terampil cekatan dan lincah dalam aksinya. Begitupun dengan penampilan Maimouna yang diperankan Lukumuena. Ia berhasil menjadi penyeimbang dan jadi pendukung yang tetap juga punya cerita. Terakhir, karakter love interest yang diperankan Kevin Mischel akan membawa penonton untuk terpesona dengan koreografi tariannya.

Ini mungkin salah satu film pertama yang terbilang sukses di negerinya. Sepulang dari Cannes, film ini masuk ke dalam salah satu kandidat film terbaik dalam César Awards, bersama 5 nominasi lainnya. Penghargaan yang khusus mengapresiasi film-film Perancis ini berhasil memberikan 3 piala, masing-masing satu untuk Amamra, Lukumuena, dan Benyamina.

Courtesy of Easy Tiger, France 2 Cinéma, Netflix © 2016

Secara keseluruhan, kisah coming-of-age ini membawa banyak pandangan berarti. Salah satunya ketika bagaimana transaksi barang haram itu dilakukan di gereja, dan dilanjutkan dengan pengakuan dosa minta ampun Dounia, yang tergambar seperti ‘minta maaf tapi gak tobat’. Menghalalkan segala cara demi materi ternyata berhasil mengubah mental Dounia. Fortunately, in the end, she can get anything with her money. But also unfortunately, she learned that there are a lot of priceless things, that cannot bought with her money. Simple as that!

Divines (2016)
Not Rated, 105 menit
Crime, Drama
Director: Houda Benyamina
Writer: Houda Benyamina, Romain Compingt, Malik Rumeau
Full Cast: Oulaya Amamra, Déborah Lukumuena, Kevin Mischel, Jisca Kalvanda, Yasin Houicha, Majdouline Idrissi, Bass Dhem, Mounir Margoum, Farid Larbi, Maryama Soumare, Wilfried Romoli, Tania Dessources, Mounir Amamra, Samir Zbrouki, Mohamed Ourdache, Garba Tounkara, Hana Savané, Charif Ounnoughene, Siboy, Grégory Rodier, Lauren Bolze, Lucie Coquet, David Leborgne, Romain Vikouloff, Kevin Bago, Simhamed Benhalima, Manuela Bolègue-Yamokon, Soria Rem, Lisa Dwomoh, Anissa Essadouqi-Diallo, Josué Thermilus, Sofiane Tiet
#345 – Divines (2016) was last modified: Desember 28th, 2020 by Bavner Donaldo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here