Ada satu hal yang patut dipuji dari karya fenomenal Sacha Baron Cohen: NEKAT. Sekali lagi, setelah sukses menelurkan karakter Borat di tahun 2004, Ia membuat sekuelnya dengan premis di masa pandemi Covid-19. “Borat Subsequent Moviefilm” hadir dengan sajian cerita komedi penuh sensasional yang melibatkan banyak tokoh-tokoh penting, terutama di bidang politik. Tak main-main, Wakil Presiden Mike Pence menjadi target utama di film ini.

            Film ini dibuka dengan opening credits ala-ala, yang mengingatkan saya dengan kemasan film-film atau sajian pemerintah. Setelah embel-embel tersebut, yang serba Kazakhstan, Borat memulai dialog sambil menceritakan bagaimana kali ini Ia ditugaskan untuk mendapatkan misi ke Amerika. Tujuannya simpel, membawa seekor monyet bernama Johnny the Monkey, yang merupakan artis porno dan Menteri Kebudayaan Kazahkstan, untuk dijadikan hadiah ke Mike Pence. Sebelum ditugaskan, Ia juga mendapat makeover dan suntikan tangisan gipsi, setelah sebelumnya perawakannya kacau balau sebagai seorang tahanan.

Courtesy of Amazon Studios, Four by Two Films © 2020

            Ke Amerika tidak mudah. Ia mengelilingi empat benua, sampai akhirnya tiba di Negeri Paman Sam. Sesampai di sana, Ia kemudian dikejutkan dengan matinya Johnny the Monkey. Ia malah tak menyangka, putrinya, Tutar Sagdiyev, diperankan oleh Maria Bakalova, malah ada di dalam boks bersama Johnny. Misi utama pun gagal, dan Ia kemudian menawarkan misi baru untuk Presiden Kazakhstan. Ia menawarkan putrinya untuk menjadi hadiah untuk Mike Pence. Dari sinilah perjalanan luar biasa keduanya berawal.

Courtesy of Amazon Studios, Four by Two Films © 2020

            Selalu nekat. Sacha Baron Cohen terlalu jenius untuk menciptakan Borat yang ceritanya terlahir rasis, mysoginist, sampai senang memperlihatkan tubuhnya yang tidak pantas untuk dilihat. Baiknya adalah, Borat menemukan companion yang tepat. Karakter Tutar menjadi penambah keseruan cerita. Masih menggunakan format penceritaan sebelumnya, film mockumentary ini menyajikan prank-prank penuh kenekatan pada semua targetnya. Seperti biasanya, akan ada beragam hal yang tidak pantas dilihat, yang mungkin bisa membuat anda risih, namun ini formula yang membuat “Borat Subsequent MovieFilm” terasa fenomenal.

Courtesy of Amazon Studios, Four by Two Films © 2020

            Secara penggarapan, jangan memberikan sebuah ekspektasi akan visualisasi yang menarik dan sebagainya. Yang pasti, “Borat Subsequent MovieFilm” akan berisi cerita konyol yang gobloknya memadukan kesan konspirasi dari penyebaran Covid-19. Tak tanggung-tanggung, Ia sampai berani untuk bernyanyi saat menghibur para demonstran “March for Our Rights” lewat lirik lagu yang kelewat berani.

Courtesy of Amazon Studios, Four by Two Films © 2020

            Film ini menghadirkan Mike Pence, bagaimana Borat mendatanginya dengan sosok Donald Trump, hingga Rudy Giulani yang dijebak dengan prank interview di sebuah hotel. Karakter Borat yang super gelo ini ditambah dengan Tutar yang memberi warna polos-polos bolot, hasil edukasi menyimpang pemerintah. Menariknya, film ini juga sedikit menyinggung mengenai Misogyny dari karakter Tutar yang ingin bisa menjadi seperti layaknya perempuan di Amerika. Dengan bumbu-bumbu keseteraan, karakter Tutar mampu berubah dari paras gak karuan sampai sempat jadi reporter blondie ala Amerika. Saya tidak menyangka ternyata Maria Bakalova juga amat terampil untuk menghidupkan karakter Tutar, yang mana Ia mau melakukan apa saja.

Courtesy of Amazon Studios, Four by Two Films © 2020

            Secara keseluruhan, kenekatan Borat kali ini dikemas dengan plot yang cukup menarik. Walaupun kadang merasa jijik, tapi untuk beberapa hal kesan black comedy film ini berhasil lucu. Dari kejenakaanya, film ini seperti memperlihatkan ‘hal yang biasa’ bagi orang-orang berlatar seperti Borat pada orang-orang yang melihatnya sebagai ‘hal yang tak biasa.’ Jadi, kuncinya lebih ke kelaziman pandangan kita. Dari ketidaklaziman ini, “Borat Subsequent MovieFilm” terasa berupaya menjadi pembuat konspirasi baru di tengah situasi yang tidak menentu ini. Akhir kata, saya kemudian berpikir, bagaimana jika ada Borat versi Indonesia. Yang langsung terbayang di benak saya pasti bakal ada pelaporan atas pencemaran nama baik dari para politikus, terus digoreng sama media sampai garing. Hahaha…

 

Borat Subsequent Moviefilm (2020)
R, 95 menit
Comedy
Director: Jason Woliner
Writer: Sacha Baron Cohen, Anthony Hines, Dan Swimer, Peter Baynham, Erica Rivinoja, Dan Mazer, Jena Friedman, Lee Kern
Full Cast: Sacha Baron Cohen, Maria Bakalova, Tom Hanks, Dani Popescu, Manuel Vieru, Miroslav Tolj, Alin Popa, Ion Gheorghe, Nicolae Gheorghe

#557 – Borat Subsequent Moviefilm (2020) was last modified: Mei 4th, 2021 by Bavner Donaldo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here