Kekerasan pada perempuan selalu menjadi topik yang belum pernah ada habisnya. Tontonan saya kali ini, “Promising Young Woman” akan membawa kita ke level yang baru, tentang seorang perempuan dengan masa lalu kelam yang mencoba caranya sendiri untuk menuntut keadilan. Jika keadilan yang diharapkan gagal didapatkan, maka perlu cara cerdik untuk menyiasatinya. Begitulah film ini.

            Sosok utama film ini adalah Cassandra Thomas, perempuan yang berusia 30 tahun, diperankan oleh Carrie Mulligan. Setiap harinya, Ia bekerja di sebuah coffee shop yang mungkin akan kurang memberikan jenjang karir sebagaimana Ia kuliah. Sebetulnya, Ia merupakan seorang medical student yang memutuskan dropped out seusai tragedi yang menimpa sahabat karibnya, Nina.

Courtesy of FilmNation Entertainment, Focus Features, LuckyChap Entertainment © 2020

            Masa lalu yang kelam ternyata membawa Ia untuk melakukan pembalasan dengan caranya sendiri. Pada malam hari, Ia akan mengunjungi klub, dan akan berpura-pura sebagai wanita yang mabuk. Kode ini tentu akan menggaet pria-pria hidung belang yang mengamatinya. Sambil teler, Ia biasanya akan diajak pria tersebut yang berpura-pura ‘good man’ untuk mengantarnya pulang. Alih-alih pulang, Ia malah diajak mampir ke apartemen dan diberi minuman keras. Yang menarik, Cassie, selalu berpura-pura menjadi sosok yang lemah. Disaat lawan jenis didepannya mulai memberikan kode untuk menguasainya, maka Cassie mulai berubah menjadi sosok psycho yang akan meneror para pria brengsek ini. Wow!

            Suatu ketika, seorang pria mendatangi kedai kopinya. Ia menghampiri Cassie dan sebelumnya telah mengenalnya. Ia menjelaskan identitasnya, yaitu Ryan, teman seangkatan saat di medical school, yang diperankan oleh Bo Burnham. Cassie yang awalnya lupa, kemudian menampiknya setelah dikejar oleh Ryan yang cukup agresif. Alhasil, ketika Ia mulai melakukan pendekatan dengan Ryan, ingatan masa lalu tentang Nina membawanya ke sebuah episode baru: pembalasan dendam.

Courtesy of FilmNation Entertainment, Focus Features, LuckyChap Entertainment © 2020

            Jujur, tanpa banyak ekspektasi, film ini punya kualitas cerita orisinil yang sangat cerdas, ditambah dengan eksekusi penampilan yang mempesona. Cerita yang ditulis dan disutradarai Emerald Fennell ini akan menyajikan tontonan yang membuat Anda merinding akan dinginnya Cassie dengan pembalasan dendam yang unik. Mungkin jika film “Joker” akan terasa membalas dendam cara yang brutal, ataupun film-film horror lainya, you named it, film ini berbeda. Pada beberapa bagian, kesan menegangkan begitu terasa dari aksi-aksi Cassie yang sebetulnya mampu memberikan efek jera untuk para korbannya.

            Oh ya, materi dalam film ini akan bercerita tentang kekerasan seksual dalam perempuan. Sedari sana, Anda akan menjumpai beberapa dialog yang kadang terasa ‘merendahkan perempuan.’ Simple things, bagaimana kekhawatiran Ibu Cassie akan putri tunggalnya yang sudah berusia 30 tahun belum menikah. Ketika dihadiahi sebuah koper pink, Cassie menganggapnya sebagai sebuah simbol baginya untuk segera cepat-cepat keluar dari rumah. Begitupula ketika Cassie menentang Dean Elizabeth Walker yang merasa jika Ia menyelamatkan masa depan seorang pria yang sebetulnya merusak masa depan sahabatnya. Atau, ketika bagaimana Ia menatap ketiga pria di depannya yang sedang mengejeknya karena sehabis pulang dari one night stand. Cassie tahu betul bagaimana caranya mengendalikan situasi tersebut.

Courtesy of FilmNation Entertainment, Focus Features, LuckyChap Entertainment © 2020

            Di film ini, Mulligan tahu betul bagaimana tuntutan karakter yang perlu dihadirkan. Ia berhasil menjelma bak se-seksi Margot Robbie sebagai Harley Quinn ketika menjadi suster gila, ataupun ketika Ia harus tampak vulnerable untuk menggaet mangsanya. Saya menyaksikan Mulligan semenjak Ia bersinar di “An Education”, hampir se-dekade yang lalu, sebuah drama yang membawanya masuk ke dalam kelas Oscar. Sekali lagi, Carrie Mulligan selalu memberikan penampilan berkualitas yang kadang terasa underrated.

            Secara penyajian, saya juga menyukai bagaimana film ini bercerita. Permainan sinematography Benjamin Kracun akan membawa kita dari shot-shot jauh, yang memperlihatkan keindahan sebuah suburb dengan setting modern. Begitupula dengan opening credits yang dikemas cukup simbolis, menampilkan beberapa orang yang sedang bergembira di sebuah pesta, namun dengan pengambilan gambar dari pinggang ke bawah. Yang juga saya sukai adalah penggunaan color grading yang terasa cukup memberikan kesan-kesan dramatis lewat kombinasi yang pas. Misalnya ketika set adegan yang berada di ruang tamu rumah Cassie, ataupun ketika Cassie di sorot dengan medium shot dengan paduan interior coffee house yang unik.

Courtesy of FilmNation Entertainment, Focus Features, LuckyChap Entertainment © 2020

            Tak hanya unggul dari segi produksi ataupun sinematografi, dari sisi musik, di film ini akan menghadirkan beberapa hits yang sudah cukup terkenal. Mungkin salah satunya adalah single Paris Hilton yang berjudul “Stars Are Blind.” Film ini juga menggunakan hits lainnya seperti “2 Become 1”-nya Spice Girls sampai aransemen baru “Toxic” dari Britney Spears. Oh ya, dari sisi kostum, film ini juga unggul. Saya menyukai bagaimana pakaian-pakaian yang dipakai Cassie cukup sepadan. Misal, ketika subuh sehabis menjalankan aksinya, Ia tampak menggunakan kemeja putih dan skirt ala office workers, berjalan pulang dengan ambience pink muda. Ataupun juga ketika Cassie menggunakan dress floral saat berkencan. Yang paling epik, ya ketika Ia berpura-pura menjadi striptease dancer dengan pakaian perawat.

Courtesy of FilmNation Entertainment, Focus Features, LuckyChap Entertainment © 2020

            “Promising Young Woman” tak hanya seksi, namun saya merinding dengan tekanan-tekanan yang diberikan film ini. So powerful! Karakter Cassie yang amat cerdas sangat dibutuhkan untuk mengedukasi orang-orang yang mungkin ‘menganggap remeh’ perempuan. Karakter Cassie berhasil menjadi simbol kekuatan perempuan sekaligus pride, imho. Di satu sisi, Ia sadar dengan apa yang terjadi, dan akan menghentikan ketika sudah mulai masuk ke ranah yang tidak benar. Saya amat menyukai bagaimana Ia merusak mobil seseorang yang menyorakinya seakan rendah. Secara keseluruhan, saya sangat merekomendasikan film ini. Walaupun memiliki rating R, film ini ternyata tidak sevulgar yang saya duga. Film ini juga akan memberikan kejutan dengan ending-nya yang tak terduga. Poin paling penting dari Cassie adalah ketika Ia berujar: “Look how easy that was. I guess you just had to think about it in the right way. I guess it feels different when it’s someone you love.” A sexy and smart-ass vengeance!

#556 – Promising Young Woman (2020) was last modified: Maret 16th, 2021 by Bavner Donaldo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here