Awalnya Ia hanya melakukan inspeksi kecil-kecil di Bumi. Akibat sebuah kesialan yang ditimpanya, membuat sosok Alien ini harus hidup seperti manusia. Hidup menjadi manusia, membuat dirinya mempelajari banyak hal baru, Tuhan dan kebohongan.

Sosok alien ini diberi nama PK, yang diperankan oleh Aamir Khan. PK dalam bahasa Hindi berarti “sang pemabuk.” Ia turun ke bumi dalam wujud telanjang beserta sebuah remote control yang mampu memanggil pesawat alien-nya untuk menjemputnya. Pertemuan dengan sosok manusia, membawa dirinya untuk satu tujuan: menemukan remote control dan kembali ke habitatnya.

92-picture1
Courtesy of Rajkumar Hirani Films, Vinod Chopra Productions © 2014

Ternyata, perjalanan mencari remote control tidak semudah yang Ia bayangkan. Tanpa bermodal apapun, Ia harus mencari uang agar bisa bertahan. Dengan pintarnya PK mampu memanfaatkan uang-uang persembahan, hingga pakaian yang didapatnya dari “dancing cars.” Dancing cars sendiri adalah istilah buatannya bagi mobil-mobil bergoyang yang sedang dipakai pemiliknya untuk bercinta. Tetapi kembali lagi, karena PK hanyalah Alien, sehingga Ia tidak mengerti hal demikian.

Dunia PK sangat berbeda dengan manusia. Walaupun tidak dijelaskan bagaimana visualisasi negeri mereka, tetapi makhluk di planet mereka hanya berbicara melalui telepati dan tidak berpakaian. Mereka jarang berbicara, dan dengan cepat memahami perasaan orang lainnya ketika menyentuh tangannya.

92-picture2
Courtesy of Rajkumar Hirani Films, Vinod Chopra Productions © 2014

Suatu ketika, PK bertemu dengan sosok Jaggu, yang diperankan oleh Anushka Sharma. Jaggu adalah seorang TV announcer yang sedang ditugaskan untuk meliput berita. Tanpa sebuah kesengajaan, Ia bertemu dengan PK, yang membawanya ke sebuah cerita percaya tidak percaya, hingga masuk ke dalam perjalanan mencari banyak kepalsuan dalam setiap agama.

Film ini merupakan salah satu dari segelintir film-film India yang saya tonton dan salah satu yang terbaik. Jalan ceritanya yang panjang tetap mengandung esensi Bollywood itu sendiri, musik dan tari. Ada beberapa musical scene dalam film ini, dan honestly, lagunya bagus. Film ini juga memanjakan penonton untuk menyaksikan keindahan budaya India.

92-picture4
Courtesy of Rajkumar Hirani Films, Vinod Chopra Productions © 2014

Aamir Khan menjadi salah satu faktor keberhasilan utama film ini. Usianya yang mungkin sudah tidak muda lagi, namun memerankan sosok PK membuatnya tampak seperti di usia 20-an disertai dengan keluguan dan kecerdasan layaknya tokoh “Mr.Bean.” Berbeda halnya dengan Sharma yang menjadi karakter serius, punya porsi besar tetapi kalah berkilau dengan Khan. Serta, yang cukup mencuri perhatian adalah sosok Tapasvi Maharaj, yang diperankan oleh Saurabh Shukia. Shukia memerankan sosok antagonis utama dengan sangat apik, dan mungkin akan cukup menyebalkan.

92-picture6
Courtesy of Rajkumar Hirani Films, Vinod Chopra Productions © 2014

Satu hal yang tidak akan pernah saya lupa tentang film ini adalah bagaimana film ini mencoba untuk mengkritisi kegiatan agama dari sudut pandang awam yang non-teologis. Karakter PK dengan kekocakan, keluguan, dan kecerdikannya mampu mengkritisi poin minus dari setiap agama. Film ini juga cukup lucu, ketika PK berusaha untuk mendefinisikan arti Tuhan, dan bagaimana Ia mengkaitkannya dengan agama. Perlu dicermati, Tuhan dan agama adalah kedua hal yang berbeda yang tidak boleh disamakan. Agama sebetulnya merupakan ajaran yang dibuat oleh orang-orang tertentu dan berisi beberapa aturan. Disinilah PK melakukan kritiknya.

Menyaksikan film ini tidak hanya semakin membuka penonton dengan memaknai agama, Tuhan, ataupun lainnya. Saya menyaksikan film ini dengan cukup puas, dan semakin menyadari bagaimana kehebatan film-film buatan Bollywood. Efek visual yang digunakan dalam film ini juga cukup baik, dan sempat mengingatkan saya dengan film Sharukh Khan “Ra.One.” Ternyata Bollywood juga tidak kalah canggih dengan film-film box office.

92-picture7
Courtesy of Rajkumar Hirani Films, Vinod Chopra Productions © 2014

Menyaksikan film ini memang sangat panjang. Namun anda tidak perlu khawatir, film yang disutradarai Rajkumar Hirani ini akan memenuhi canda tawa penonton dengan komedi segar lewat tingkah laku dan pemikiran PK. Hirani yang sebelumnya menyutradarai dan menulis “3 Idiots” yang juga sama-sama sukses, kembali membuktikan bahwa Ia merupakan salah seorang sutradara asal India yang punya kelas tersendiri dan perlu dipertimbangkan sebagai salah satu Indian Box Office hitmaker. Kita tunggu ide-ide segar lainnya dari sutradara ini.

Sebagai penutup ada salah satu kutipan menarik dari film ini: “He didn’t look back even once. Maybe he wants to hide his tears. He did learnt something. He also taught something. He learned to lie. What did he taught? The true meaning of love. That ‘love is enough to let me go’.”

PK (2014)
153 menit
Comedy, Drama, Mystery
Director: Rajkumar Hirani
Writer: Rajkumar Hirani, Abhijat Joshi
Full Cast : Aamir Khan, Anushka Sharma, Sanjay Dutt, Boman Irani, Saurabh Shukla, Sushant Singh Rajput, Parikshat Sahni, Amardeep Jha, Reema Debnath, Dheerendra Dwivedi, Sai Gundewar, Ram P. Sethi, Rukhsar
#92 – PK (2014) was last modified: Juli 6th, 2021 by Bavner Donaldo