Sebagai pendatang baru dalam portofolio animasi Disney, “Encanto” memberi rasa baru dengan menghidupkan budaya Kolombia. Menghidupkan budaya Amerika Latin sebelumnya sudah pernah dilakukan melalui “Coco,” dan hasilnya, magis! (buat saya). Dengan trailer yang terasa kurang nendang, “Encanto” ternyata menjadi tampil sebatas ekspetasi minim saya.

Cerita ini berawal tentang kisah seorang perempuan, yang kemudian kita kenal dengan nama Abuela Alma, disuarakan oleh María Cecilia Botero, yang melarikan diri bersama suami dan 3 bayinya, dari serangan para pemberontak yang menyerang kota mereka. Dalam pelarian tersebut, para pemberontak ternyata ikut merusuh pada para pengungsi. Berniat melindungi, suami Abuela harus tewas naas. Sebagai single mom yang harus merawat ketiga anaknya, Ia tiba-tiba mendapatkan kekuatan magis dari sebuah lilin, yang kemudian memberikannya sebuah rumah.

encanto
Courtesy of Walt Disney Animation Studios, Walt Disney Pictures © 2021

Ini bukan rumah biasa lho ya. Rumah ini ternyata memberikan “berkat” bagi kehidupan Abuela. Setiap anak Abuela diberikan kekuatan masing-masing ketika mereka mencapai usia tertentu. Ada yang bisa menjadi penyembuh, pengubah cuaca, sampai memiliki kemampuan melihat masa depan. Seiring berjalannya waktu, keluarga Abuela berkembang sampai pada generasi ketiga, yang dilanjutkan oleh cucu-cucunya. Sama seperti pendahulunya, cucu-cucu ini ikut berkontribusi dari talenta yang mereka miliki untuk membangun komunitas di sekitar tempat tinggal mereka. Hingga suatu ketika, Mirabel, salah satu cucu termuda yang disuarakan oleh Stephanie Beatriz, menyadari di malam inagurasinya, Ia tidak mendapatkan kekuatan apapun dari lilin magis tersebut.

Intinya, film ini akan bercerita bagaimana Mirabel mencoba mencari kekuatannya. Saya tidak mau membocorkan cerita kelanjutannya. Yang saya sayangkan, plot yang terasa sudah lumayan oke ini ternyata dilanjutkan dengan cerita petualangan pencarian kekuatan yang terlalu ringan. Tidak ada kesan menantang, layaknya kartun Disney lain yang punya sosok villain. Di animasi ini, semua karakternya terbilang protagonis semua, sehingga Anda tak akan menemukan persaingan atau perkelahian yang begitu berarti. Untuk ukuran keseruan, terlalu landai.

encanto
Courtesy of Walt Disney Animation Studios, Walt Disney Pictures © 2021

Pada unsur penting film-film Disney lainnya, yaitu musik, musik yang dikemas Lin-Manuel Miranda juga hadir cukup mengecewakan. Dari sekian banyak lagu yang disertakan, mungkin favorit saya adalah “Dos Oruguitas” dari Sebastian Yatra yang hadir saat momen klimaks film ini. Sisanya, hadir dengan kemasan fast beat yang mudah terlupakan. Yah, mungkin sedikit mirip dengan “High School Musical” yang kini tertelan jaman.

Dari penyajian animasi, saya suka dengan pengemasan ornamen-ornamen Amerika Selatan yang terasa dihadirkan amat detail melalui visualisasi Disney yang sudah tidak perlu diragukan. Salah satu detil yang saya perhatikan adalah bagaimana Disney sampai memperhatikan kacamata dan pantulan dari kacamata Mirabel di sepanjang film. Khusus penyajian ini, saya cukup mengapresiasi kehadiran fantasi yang dihadirkan, terutama dari kamar-kamar di casa yang terbilang tidak realistis namun memancing keinginan, terutama suasana kamar Antonio yang seperti paduan suasana Afrika dan Amazon, kamar Isabela yang penuh bunga, sampai kamar Bruno yang amat misterius.

encanto
Courtesy of Walt Disney Animation Studios, Walt Disney Pictures © 2021

Pesan yang ingin disampaikan sebetulnya menarik, tentang bagaimana setiap orang itu memiliki kemampuan masing-masing dan juga tentang mengangkat tentang keluarga. Akan tetapi, emotional engagement yang ditawarkan ke penonton masih kurang se-menggigit “Coco.”

Secara keseluruhan, kehadiran “Encanto” terbilang baik dalam memperkaya diversitas portofolio animasi Disney. Entah masih akan jadi pertanyaan, budaya mana lagi yang akan menjadi target Disney berikutnya. Akan tetapi, yang amat disayangkan “Encanto” terasa kurang berkesan dan kalau di bandingkan dengan “Luca,” masih juga terbilang kalah. Visualisasi yang baik dengan eksekusi cerita dan musik yang terasa mengambang.

 

Encanto (2021)
PG, 99 menit
Animation, Adventure, Comedy
Director: Jared Bush, Byron Howard, Charise Castro-Smith
Writer: Charise Castro-Smith, Jared Bush, Byron Howard, Jason Hand, Nancy Kruse, Lin-Manuel Miranda
Full Cast: Stephanie Beatriz, María Cecilia Botero, John Leguizamo, Mauro Castillo, Jessica Darrow, Angie Cepeda, Carolina Gaitan, Diane Guerrero, Wilmer Valderrama, Rhenzy Feliz, Ravi Cabot-Conyers, Adassa, Maluma, Rose Portillo, Noemi Josefina Flores, Juan Castano, Sarah-Nicole Robles, Hector Elias, Alan Tudyk

#594 – Encanto (2021) was last modified: Desember 1st, 2021 by Bavner Donaldo