Coba perhatikan. Seringkali di berita ketika pasangannya masuk mendekam ke penjara, tak lantas, pasangan yang ditinggalkan dalam real life biasanya akan menyudahi pernikahan mereka. Apalagi, jika pasangan yang masuk merupakan orang ternama. Tentu sudah terasa biasa, terutama ketika jadi lahap santapan para media gossip Ibukota. Kali ini, bertemakan hal yang agak kebalikan, “Time” akan membawa penonton ke dalam sebuah tontonan dokumenter yang amat positif, yang membuka lebar mata saya.

Film ini akan memulai ceritanya dengan rekaman yang sepertinya diambil di akhir 90-an, ketika seorang perempuan muda, bernama Sibil Fox Richardson, menunjukkan perutnya yang saat itu telah mengandung sepasang janin. Sebagai Ibu muda, Sibil sudah menunjukkan bagaimana Ia bersama Remington kecil sedang merekam momen yang ternyata dibuat untuk sang Ayah.

Courtesy of Concordia Studio, Amazon Studios © 2020

Rob, suami Sibil, merupakan penerima vonis 60 tahun penjara di Lousiana State Penitentiary, setelah aksi nekatnya bersama Sibil untuk membobol sebuah bank. Keduanya seakan ditampar keras. Sekeras-kerasnya. Buktinya, tanpa Rob, Sibil harus membesarkan Remington kecil, sekaligus sepasang kembar yang masih beberapa bulan dalam kandungannya.

Courtesy of Concordia Studio, Amazon Studios © 2020

Tak gentar, setiap tahun, Sibil berusaha untuk dapat memperjuangkan hukuman suaminya. Dengan alih ketidakadilan yang juga terjadi pada color people di Amerika, “Time” seakan membawa kita ke dalam sebuah perjalanan pertobatan. Kita akan menyaksikan bagaimana Sibil dengan berhati besar mengakui segala kesalahannya, penyesalannya, dan positifnya, selalu optimis untuk menanti kepulangan sang suami.

Courtesy of Concordia Studio, Amazon Studios © 2020

Tahun demi tahun berlalu, Remington sudah memasuki masa tahun universitasnya sebagai dokter gigi. Begitu pula dengan kedua kembar, yang kemudian diberi nama Justus dan Freedom, yang kini sudah mau memasuki usia mereka ke 18. Sibil, juga telah menjadi seorang pegiat, aktivis, dan wanita yang amat kuat. Ia rajin menjadi pembicara di berbagai tempat, dan sekaligus bagaimana Ia menunjukkan caranya untuk menyemangati dirinya sendiri.

Courtesy of Concordia Studio, Amazon Studios © 2020

“Time” berdurasi 81 menit, namun akan berhasil menyetrum Anda di 20 menit terakhirnya. Film ini terasa dikemas begitu kuat, sebagai dokumenter yang benar-benar menunjukkan bagaimana kehidupan yang dilalui seorang Sibil Fox Rich. Dikemas dengan banyaknya footage family video dari tahun ke tahun, yang menunjukkan bahwa Ia tetap tegar dan tidak akan berhenti menantikan kepulangan Rob.

Courtesy of Concordia Studio, Amazon Studios © 2020

Begitu juga ke sutradara Garrett Bradley menyorot hidup anak-anak Rob dan Sibil, yang mulai dewasa, bagaimana peran kehidupan mereka mempengaruhi karakter dan mimpi mereka. Namun, yang paling membuat saya takjub adalah ritual keluarga ini setiap mengawali tahun, bahwa harapan itu masih akan tetap ada.

Courtesy of Concordia Studio, Amazon Studios © 2020

“Time” adalah salah satu dokumenter terbaik di 2020. Dikemas dengan suasanya monokrom, film ini berhasil membangun koneksi yang amat positif bagi penontonnya. Optimisme dan karakter seorang Sibil Rich yang begitu kuat, benar-benar menyentuh hati terdalam saya. Seperti sebuah kepuasan ketika menyaksikan Ia pada akhirnya bisa menunjukkan sebuah kemenangan yang hakiki, dengan bergembira selepas-lepasnya sebagaimana ditangkap layar kamera. Kini, tak ada lagi karton berukuran real life bergambar Rob. Tak ada lagi video-video untuk menunjukkan Rob akan curahan hati Sibil ataupun aktivitas keluarganya. Sibil adalah potret seorang istri yang setia, gigih, dan patut menjadi sebuah teladan. She really deserved it!

Time (2020)
PG-13, 81 menit
Documentary
Director: Garrett Bradley
Full Cast: Rob Rich II, Fox Rich, Freedom Rich, Justus Rich, Laurence M. Rich, Mahlik Rich, Remington Rich, Rob G. Rich
#548 – Time (2020) was last modified: Januari 4th, 2021 by Bavner Donaldo

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here