“Victor/Victoria” memberi warna tersendiri dalam genre musikal. Film yang dibintangi oleh Julie Andrews, yang dikenal dengan peran Maria dalam “The Sound of Music” dan Mary dalam “Mary Poppins”, sangat menakjubkan. Sayang melalui penampilannya yang brilliant, hanya membuahkan sebuah nominasi Oscar pada tahun itu, yang akhirnya kemudian diraih oleh sang brilliant Meryl Streep dalam “Sophie’s Choice.”

Film yang disutradarai oleh Blake Edwards, yang juga adalah suami dari Andrews, memang sangat terkenal dalam mengolah film-film komedi klasik. Sebut saja “Breakfast at Tiffany’s” yang melegenda dan Ia juga adalah kreator dari “The Pink Panther.” Film ini tidak hanya saja menawarkan musical saja, tetapi juga drama, serta komedi-komedi ala Edwards.

Film ini berkisah tentang Victoria, yang diperankan oleh Julie Andrews. Ia adalah seorang wanita miskin yang memiliki bakat dalam menyanyi. Kehidupannya berubah ketika Ia bertemu dengan Toddy, seorang gay yang juga adalah seorang penyanyi klub, yang diperankan oleh Robert Preston. Toddy menyuruh Victoria untuk berpura-pura sebagai seorang pria, dan juga sebagai kekasihnya yang berasal dari Polandia, dan memiliki bakat untuk bernyanyi dan kemampuan untuk berpura-pura menjadi wanita. Toddy kemudian mengajak Victoria untuk bertemu dengan Cassell, yang merupakan pemilik sebuah klub. Melalui Cassell, Victoria terkenal menjadi salah seorang entertainer dan mengenal King Marchand, seorang jutawan yang juga memiliki klub, yang diperankan oleh James Garner, dan juga Norma, seorang penyanyi klub Marchand yang sedang menemaninya saat itu, yang diperankan oleh Lesley Ann Warren.

31-Picture1
Courtesy of Metro-Goldwyn-Mayer, Peerford Ltd., Artista Management, Blake Edwards Entertainment, Ladbroke © 1982

Sejak pertemuan pertama dengan Victoria, Marchand jatuh pada pandangan pertama. Bagi Marchand, walaupun ia tahu Victoria adalah seseorang pria, namun Ia telah jatuh hati. Katanya, “I don’t care if you’re a man. I still don’t care.” Yah, dengan beberapa usaha menyelidiki Victoria, Ia akhirnnya tahu kerumitan yang sebetulnya sedang terjadi. Begitupun dengan Victoria, Ia juga jatuh hati dengan Marchand. Ketika keduanya harus memulai kisah penuh cinta mereka, publik hanya mengenal Victor yang sebenarnya Victoria, dan Marchand harus berpura-pura menjadi seorang gay.

Film yang mengalun dengan sangat indah. Iringan Henry Mancini memang sudah tidak perlu diragukan. Paduan lagu yang menarik, terutama “Crazy World” dan “You and Me.” Henry Mancini sebagai seorang komposer yang cukup melegenda dengan “Moonriver” dalam “Breakfast at Tiffany’s” memberikan perpaduan nada yang sangat mengesankan.

31-Picture6
Courtesy of Metro-Goldwyn-Mayer, Peerford Ltd., Artista Management, Blake Edwards Entertainment, Ladbroke © 1982

Kisah yang merupakan adaptasi dari film “Viktor Und Viktoria”, dan dibuat kembali naskahnya oleh Edwards ini berhasil meraup tujuh nominasi piala Oscar, mencakup untuk Best Actress (Julie Andrews), Best Supporting Actor (Robert Preston), Best Supporting Actress (Lesley Ann Warren), Adaptation Screenplay, Art Direction, Costume Design, dan Adaptation Score. Sayangnya, hanya Henry Mancini dan Leslie Bricusse yang mendapatkan Oscar melalui adaptasi musik terbaik.

Gaya jenaka Edwards tetap menambah unsur komedi dalam film ini, walaupun hanya sebagai bumbu-bumbu penambah saja. Dengan setting latar yang sangat menggambarkan era 1930-an, dimana pertunjukan big band dan cabaret menjadi sebuah hal yang biasa bagi kalangan tertentu. Film ini pantas disebut sebagai salah satu film terbaik dari Edwards. Tidak mengherankan saat Ia mendapatkan Honorary Awards Oscar atas kariernya di Hollywood pada tahun 2004, film ini menjadi salah satu pengisi opening scene bersama hits-hits  lainnya.

31-Picture4
Courtesy of Metro-Goldwyn-Mayer, Peerford Ltd., Artista Management, Blake Edwards Entertainment, Ladbroke © 1982

Film ini berdurasi 128 menit, cukup, tetapi tidak terlalu panjang untuk ceritanya. Yang menarik bagi saya adalah akting Julie Andrews dan Robert Preston. Melihat kemampuannya berakting, sungguh tidak perlu diragukan. Mengangkat tema kehidupan homoseksualitas pada tahun itu memang masih agak tabu, namun film ini cukup berani. Andrews sangat lihai dengan setiap pertunjukannya, dan Preston dengan gayanya sebagai seorang gay. Warren yang menjadi Norma dalam film ini cukup mendapat perhatian, walaupun tidak terlalu memiliki banyak peran. Menurut saya, ketiga karakter dalam film ini sangat kuat, dan diperlukan kemampuan acting sekelas Andrews tentunya.

31-Picture3
Courtesy of Metro-Goldwyn-Mayer, Peerford Ltd., Artista Management, Blake Edwards Entertainment, Ladbroke © 1982

Menonton film ini membangkitkan semangat saya untuk kembali menonton musical yang lainnya. Setelah sempat redup sesaat, film ini mengingatkan saya dengan keindahan dari sebuah klasik, yang patut untuk tidak dilupakan dan harus dikenang. Dan, “Victor/Victoria” adalah sebuah musical dari era 1980-an yang dipadu dengan sentuhan komedi, yang mengalir dengan kisah dan musik yang menakjubkan, yang patut untuk menjadi sebuah klasik yang indah.

Victor Victoria (1982)
132 menit
Comedy, Music, Musical
Director: Blake Edwards
Writer: Blake Edwards, Hans Hoemburg, Reinhold Schünzel
Full Cast : Julie Andrews, James Garner, Robert Preston, Lesley Ann Warren, Alex Karras, John Rhys-Davies, Graham Stark, Peter Arne, Herb Tanney, Michael Robbins, Norman Chancer, David Gant, Maria Charles, Malcolm Jamieson, John Cassady, Mike Tezcan, Christopher Good, Matyelok Gibbs, Jay Benedict, Olivier Pierre, Martin Rayner, George Silver, Joanna Dickens, Terence Skelton, Ina Skriver, Stuart Turton, Geoffrey Beevers, Sam Williams, Simon Chandler, Neil Cunningham, Vivienne Maya, Bill Monks, Perry Davey, Elizabeth Vaughan, Paddy Ward, Tim Stern
#31 – Victor Victoria (1982) was last modified: November 14th, 2020 by Bavner Donaldo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here