Sebagai Millenial, mungkin nama Rugoff sangatlah asing bagi kita. Tapi, buat Anda yang menyukai film-film koleksi Criterion seperti saya, mungkin saja pernah mendengar judul-judul seperti film “Z”, “On Every Sunday” hingga “Scenes of a Marriage”? Harusnya sih iya, dan semua orang mungkin sudah lupa jika nama Donald S. Rugoff adalah sosok penting bagi kehidupan film independent di Amerika Serikat. Untuk itu, “Searching for Mr Rugoff” mengingatkan kita.

Film dokumenter ini dimulai ketika Ira Deutchman berupaya untuk mencari nama Donald Rugoff melalui internet. Nama yang amat familiar, sekaligus mantan atasannya ini tiba-tiba seakan lenyap entah kemana dimakan jaman. Oh iya, Deutchman sendiri merupakan seseorang yang kini malang melintang di dunia perfilman, terutama yang menangani distribusi dan marketing dari film-film independen.

searching for mr rugoff
Courtesy of Deutchman Company © 2019

Buat Deutchman, Rugoff adalah salah orang yang amat berperan penting dari berkembangnya film-film independen. Kalau ga percaya, lihat bagaimana seorang Dan Talbot, salah seorang distributor menerima Gotham Tributes sama penghargaan Gothan Independent Film Awards di tahun 2004. Ia menyebutkan nama Rugoff disana.

Pernah mendengar nama Lina Wertmüller? Ia merupakan seorang sutradara perempuan asal Italia yang berhasil memecahkan rekor sebagai nominee sutradara wanita pertama di ajang Academy Awards. Wertmüller mendapatkan nominasi untuk film “Seven Beauties,” yang merupakan salah satu film yang didistribusikan Rugoff di Amerika Serikat, sekaligus lewat jaringan teater yang dimilikinya. Walaupun Rugoff terlupakan, Wertmüller kini dikenal sebagai perintis yang akhirnya di tahun 2008, Kathryn Bigelow memecahkan rekor yang selalu didominasi para pria.

searching for mr rugoff
Courtesy of Deutchman Company © 2019

Bagaimana kalau Costa-Gavras? Ini salah satu nama sutradara non-Amerika yang namanya saking khas amat mengena dalam ingatan saya. Salah satu karya Costa-Gavras, “Z” berhasil membawanya sebagai Best Director di Oscar, sekaligus memberikan film ini sebagai film asing terbaik. Nggak main-main, di jaman itu, tahun 1969, akan cukup ganjil kalau keikutsertaan film asing bisa mendominasi kategori Big Five. Tahu siapa dibelakangnya? Ada Mr. Rugoff.

Dari beberapa contoh diatas, tentu, keberhasilan mereka menjadi nominee ataupun juara bukan karena Mr. Rugoff. Namun, Rugoff-lah yang menjadi man on the right place sehingga mampu membawa film-film independen tersebut bisa tersentuh ranah Hollywood, yang kala itu amat didominasi studio-studio besar.

searching for mr rugoff
Courtesy of Deutchman Company © 2019

Pertanyaan berikutnya, memang bagaimana sih cara Rugoff? Nah, ini yang menjadi bumbu menarik film ini. Saya begitu terpesona mendengar bagaimana cara unik Rugoff dalam menilai setiap film yang Ia pasarkan, serta bagaimana trik-trik marketing untuk memikat audiens, ataupun ketika Ia cukup struggle dalam memasarkan sebuah film yang kurang diminati penontonnya.

Oh iya, Rugoff mendirikan sebuah perusahaan distribusi film yang diberi nama Cinema 5. Perusahaan ini menyalurkan film-film mereka ke jaringan-jaringan bioskop, salah satu adalah theater-chain milik Rugoff. Darisini, masyarakat Amerika Serikat memiliki sebuah teater alternatif yang menyajikan tontonan-tontonan alternatif yang lebih artsy, gila, dan kadang juga vulgar (seperti film “Trash”).

searching for mr rugoff
Courtesy of Deutchman Company © 2019

Film ini akan membahas bagaimana Cinema 5 bisa mendobrak lewat keberhasilan teknik marketing mereka, pemilihan film-film mereka, dan sempat IPO. Akan tetapi, film ini juga menceritakan bagaimana kejatuhan Cinema 5, hingga akhirnya Rugoff tidak memiliki pekerjaan.

Secara penyajian, saya menikmati bagaimana Ira Deutchman menampilkan Rugoff apa adanya, baik dari sebagai kebaikan, keteladanan, keanehan, sampai kejelekan yang dipaparkan oleh semua narasumber. Secara garis besar, terdapat beberapa ex-Cinema 5, termasuk Deutchman, yang banyak berkisah tentang keseharian mereka di kantor; mantan istri Rugoff dan dua putra dari pernikahan pertamanya; sampai para sutradara legenda yang sempat bekerjama dengan Rugoff: Lina Wertmüller, Costa-Gavras, Robert Downey Sr., dan Sarah Kernochan. Begitupula dengan Cinema 5, saya amat menikmati cuplikan-cuplikan judul-judul yang sempat didistribusikan film ini yang lumayan memenuhi layar.

searching for mr rugoff
Courtesy of Deutchman Company © 2019

Akhir kata, ketika Google mungkin terasa sulit untuk menghadirkan Donald Rugoff, dan “Searching for Mr Rugoff” mampu menjadi satu paket yang memudahkan kita untuk lebih mengenalnya ketimbang harus membaca biografinya. Saya cukup salut sama Deutchman yang mau membawa kita mengenai Rugoff, sosok yang mungkin secara fundamental konsep promosi dan distribusinya telah dipakai para film marketer dan distributor hingga kini, namun mereka tidak pernah mengenal namanya sama sekali. A honest tribute!

 

Searching for Mr Rugoff (2019)
94 menit
Documentary
Director: Ira Deutchman
Full Cast: Elyce Bonnell, Peter Broderick, Bea Brydson, Nat Chediak, Costa-Gavras, Ira Deutchman, Jean Donnelly, Robert Downey Sr., Jerome Gary, John Goldstone, Jim Hudson, Annette Insdorf, Harlan Jacobson, Mary Kay Kammer, Larry Kardish, Sarah Kernochan, Wendy Keys, Steve Kutner, Warren Lieberfarb, Brian Lindquist, Stephanie Look-Teller, Todd McCarthy, Gary Meyer, Ted Pedas, Richard Pena, Tom Ropelewski, Edward Rugoff, Ralph Rugoff, Julian Schlossberg, Robert Shaye, Lisa Sherman, Paula Silver, Gary Springer, Bill Thompson, Hilary Wall, Lina Wertmüller, John Willis, Justin Wyatt

#582 – Searching for Mr Rugoff (2019) was last modified: Agustus 19th, 2021 by Bavner Donaldo