Tentu masih teringat dengan jelas dalam ingatan saya ketika Glenn Close memerankan sosok iconic dalam “101 Dalmations.” Saking suksesnya, film live action Disney tersebut sampai memiliki sekuel “102 Dalmations” dan untungnya tidak berlanjut sampai yang ke -103. Seperti yang terjadi beberapa tahun terakhir, cerita dengan sudut pandang antagonis sudah bukan jadi hal yang asing. Seperti “Maleficent” yang bisa sampai punya sekuel, ataupun “Jokervillain utama franchise Batman yang sampai berhasil meraih Oscar. Sekarang, Disney kembali mencari peruntungannya lewat “Cruella.”

Film yang dibawah dengan alur maju ini akan memperkenalkan penonton dengan sosok Estella Miller, diperankan oleh Tipper Seifert-Cleveland, yang ceritanya sudah nyentrik sejak Ia lahir. Rambutnya sudah terlahir unik, dengan kombinasi dua sisi yang memiliki warna hitam dan putih. Begitupula dengan sikapnya. Ia terlahir untuk menantang dunia. Diceritakan, Ia tumbuh besar dengan seorang Ibu cantik yang selalu membelanya. Ketika diperhadapkan dengan situasi sekolah yang kurang bersahabat dengannya, Estella kecil berhasil tangguh sampai Ia akhirnya dikeluarkan. Tak lama, Ia juga harus kehilangan sang Ibu.

cruella
Courtesy of Walt Disney Pictures, Marc Platt Productions, Gunn Films © 2021

Estella kecil kemudian besar di jalan. Ia kemudian bertemu dengan Jasper Badun dan Horace Badun, kedua anak kecil pencopet. Mereka kemudian tinggal bersama hingga dewasa. Pada masa dewasa mereka, Estella, yang kini diperankan oleh Emma Stone, memulai aksi komplotan pencurian mereka di tempat umum. Jasper dan Horace, yang kini diperankan Joel Fry dan Paul Walter Hauser, juga menambah pasukan mereka lewat tambahan anjing chihuahua dan yellow terrier yang bernama Wink dan Buddy.

Singkat cerita, Estella bekerja di Liberty department store, sebuah depstore  fashion ternama di London, sampai akhirnya Ia bertemu dengan The Baroness, diperankan oleh Emma Thompson, yang merupakan salah satu Top Designer yang amat narsis. Dari sebuah tragedi, Baroness mengundang Estella untuk bekerja di rumah fashion-nya. Sejak bekerja sebagai seorang designer, Estella mulai memahami sebuah rahasia yang mengubahnya menjadi Cruella.

cruella
Courtesy of Walt Disney Pictures, Marc Platt Productions, Gunn Films © 2021

Craig Gillespie lagi-lagi memikau saya. Setelah saya amat puas menyaksikan “I, Tonya” beberapa tahun lalu, dalam “Cruella,’ yang sama-sama mengusung karakter perempuan yang kuat sebagai tokoh utamanya, ternyata masih berlaku demikian. Dengan konsep yang sangat artistik, “Cruella” hadir dengan megah dalam paduan kombinasi gaya klasik sampai neo noir yang cukup kental.

Secara penyajian, penggunaan tracking shot banyak dimanfaatkan sinematographer Nicolas Karakatsanis. Salah satu yang masih teringat adalah bagaimana shot ini digunakan ketika ingin memperlihatkan bagaimana situasi Liberty department store, sampai akhirnya berhenti dimana posisi Estella bekerja sebagai seorang cleaner.

cruella
Courtesy of Walt Disney Pictures, Marc Platt Productions, Gunn Films © 2021

Tidak hanya sampai disitu, kesan artistik yang mengagumkan terlihat dari gaun-gaun yang menjadi featured di film ini. Dibalik itu semua adalah karya dari perancang Jenny Beavan, yang sebelumnya sudah pernah memenangkan Oscar untuk “A Roow with a View” dan konsep futuristiknya yang amat berhasil di “Mad Max: A Fury Road.” Di versi ini, salah satu yang paling menarik perhatian saya adalah pakaian yang disusun dengan menggunakan ngengat yang telah dibordir emas.

Dari sisi penampilan, Emma Stone dan Emma Thompson, merupakan kedua aktris favorit saya yang secara penampilan sudah tidak perlu diragukan. Sebetulnya, saat menyaksikan bagian awal film ini, saya merasa agak sedikit bosan, hingga akhirnya karakter The Baroness masuk ke dalam layar. Kedua pemenang Oscar ini kembali menghadirkan penampilan yang amat konsisten. Stone masih hadir sekuat dalam “The Favourite” sedangkan Emma Thompson tampil dengan gila-gilaan yang lebih baik ketimbang perannya di “Saving Mr Banks.”

cruella
Courtesy of Walt Disney Pictures, Marc Platt Productions, Gunn Films © 2021

Kalau bisa disertakan untuk ajang Academy Awards berikutnya, “Cruella” adalah sebuah paket yang komplit. Saya akan menjagokan Thompson sebagai Best Supporting Actress, belum ditambah kategori teknis lainnya seperti Best Cinematography, Best Makeup, Best Costume Design, dan Best Art Direction.

Dari segi musik, buat penikmat lagu-lagu lama seperti saya akan cukup terhibur. “Cruella” menghadirkan banyak hits-hits lama seperti: “Time of the Season”-nya The Zombies, “Feeling Good” dari Nina Simone, “Whotta Lotta Love” dari Ika dan Tina Turner, sampai-sampai “Smile” versi Judy Garland. Ini belum termasuk lagu lain yang dinyanyikan Doris Day, David Bowie, Deep Purple, sampai the Rolling Stone.

cruella
Courtesy of Walt Disney Pictures, Marc Platt Productions, Gunn Films © 2021

Durasi film ini yang lebih dari 2 jam terasa cukup agak kepanjangan buat saya. Bagian awal yang berisi background Cruella tampil sedikit boring, namun semuanya berubah menjadi 180 derajat ketika The Baroness masuk sampai ke persaingan mereka yang berakhir di akhir cerita. Saya merasa ada beberapa bagian detil yang tidak perlu dihadirkan. Walaupun tidak terasa seperti sebuah tontonan untuk keluarga, “Cruella” hadir jauh lebih gelap dan realis dari kedua film “Maleficent.”

Akhir kata, “Cruella” adalah sebuah paket hiburan yang lengkap. Penonton akan mendapatkan pengalaman menonton yang akan memanjakan mata dari busana, set, lagu sampai akting para pemainnya, aksi yang selalu dilengkapi kesan fashion, hingga dialog-dialog cerdas dari seorang antagonis yang sedang merencanakan pembalasan dendamnya. Epic!

Cruella (2021)
PG-13, 134 menit
Comedy, Crime
Director: Craig Gillespie
Writer: Dana Fox, Tony McNamara, Aline Brosh McKenna, Kelly Marcel, Steve Zissis, Dodie Smith
Full Cast: Emma Stone, Emma Thompson, Joel Fry, Paul Walter Hauser, John McCrea, Emily Beecham, Mark Strong, Kayvan Novak, Kirby Howell-Baptiste, Jamie Demetriou, Niamh Lynch, Andrew Leung, Ed Birch, Dylan Lowe, Paul Bazely, Abraham Popoola, Leo Bill, Ninette Finch, Sarah Crowden, Harrison Willmott, Jack Barry, Asmara Gabrielle, Tom Turner, Thomas Padden, Carl Rice, Chris Ryman, Javone Prince, Hannah Stokely, Haruka Abe, Steve Edge, Richard David-Caine, Waleed Akhtar, Janet Henfrey, Elizabeth Marcano-Mortlock, Camilla Roholm, Joey Akubeze, Linette Beaumont, Conor Moloney, Robert Cawsey, Ed Kear, Sid Sagar, Jacqueline Chan, Hermione Gulliford, Surinder Duhra

#583 – Cruella (2021) was last modified: Agustus 27th, 2021 by Bavner Donaldo