“Mad Max: Fury Road”, adalah film sekuel keempat dalam seri “Mad Max” ini sudah mencuri perhatian Saya dari awal. 5 menit pertama, mulut saya sampai menganga cukup lama karena terkagum-kagum dengan awalan ceritanya. Suatu pengalaman menonton yang begitu berkesan.

Kisah dalam film ini bersetting pada zaman entah-berantah, dimana kehidupan di bumi sudah sangat berbeda. Kita akan mengenal sosok utama kita, Max Rockatansky, diperankan oleh Tom Hardy, yang diculik oleh para War Boys dan dikurung di Citadel. Max dijadikan sebagai pendonor darah bagi seorang War Boys yang sedang sakit bernama Nux, diperankan oleh Nicholas Hoult.

fury road
Courtesy of Warner Bros. Pictures, Village Roadshow Pictures, Kennedy Miller Productions, RatPac-Dune Entertainment, RatPac Entertainment © 2015

Citadel kala itu dipimpin oleh penguasa yang bernama Immortan Joe, seseorang yang berperawakan putih pucat dengan wajah agak mirip barong, diperankan oleh Hugh Keays-Byrne. Immortan Joe punya sumber daya yang dibutuhkan oleh banyak orang, yaitu sebuah tebing yang disuplai dengan air. Tebing inilah yang menjadi penantian orang-orang agar dapat meneruskan kehidupan mereka di tengah kelangkaan akan segalanya.

Suatu ketika, Imperator Furiosa, salah seorang Letnan Immortan Joe, ditugaskan untuk mengumpulkan bahan bakar dengan kendaraan yang disebut “War Rig.” Sayangnya, di tengah perjalanan, Furiosa ternyata punya rencana sendiri. Ia bersama kelima istri Immortan berusaha kabur demi menemukan “Green Place,” sebuah lokasi yang dianggap mereka adalah alternatif dari Citadel. Ketahuan akan aksi membelot mereka, Immortan Joe beserta para jenderal dan Way Boys-nya mengejar War Rig demi merebut kembali istri-istri Joe.

mad max: fury road
Courtesy of Warner Bros. Pictures, Village Roadshow Pictures, Kennedy Miller Productions, RatPac-Dune Entertainment, RatPac Entertainment © 2015

George Miller, sutradara sekaligus creator seri ini berhasil membawa Mad Max ke sebuah tahap yang lebih fenomenal. He is true genius buat Saya di film ini. Aksi kejar-kejaran di gurun dihadirkan dengan sangat luar biasa, lewat penggunaan visual efek yang tidak terimajinasikan oleh penonton. Penonton akan kenyang dengan adegan perkelahian yang cukup brutal tanpa memandang status kelamin.

Tom Hardy, penerus sosok Max di generasi baru, hadir sangat keren! Saya menyukai kombinasi Hardy yang dipasangkan dengan Charlize Theron yang sangat macho disini. Adegan awal perkelahian keduanya cukup membuat penonton takjub.

202-picture7
Courtesy of Warner Bros. Pictures, Village Roadshow Pictures, Kennedy Miller Productions, RatPac-Dune Entertainment, RatPac Entertainment © 2015

Cast yang begitu banyak dalam film ini hadir dengan karakter, perawakan, serta penampilan yang futuristik nan unik. War Boys yang terbilang sangat jumlahnya, hadir tanpa atasan dengan berlapiskan cat putih dengan kepala mereka yang semuanya botak, hampir mirip seperti tuyul. Belum lagi ditambah istri-istri Immortan yang cuma berpakaian minim serba putih dengan ciri khas masing-masing. Kerja keras make-up, hair styling hingga fashion design film ini yang digawangi Lesley Vanderwalt, Elka Wardega, Damian Martin dan Jenny Beavan, perlu diacungi jempol.

Ada beberapa simbolisasi yang berbeda namun berkesan dari film ini. Salah satunya adalah bagaimana ketika karakter The Dag, diperankan oleh Abbey Lee, sedang melakukan ritual berdoa dengan cara yang unik. Ataupun juga cara para Vuvalini yang kala itu bertemu Furiosa dan mengangkat tangan mereka sebagai pertanda berkabung. Tidak ketinggalan, adegan War Boys yang sering mengucapkan “Witness me” sebagai tanda ketika mereka mengorbankan nyawa mereka.

202-picture6
Courtesy of Warner Bros. Pictures, Village Roadshow Pictures, Kennedy Miller Productions, RatPac-Dune Entertainment, RatPac Entertainment © 2015

Suka tidak suka, musik berirama cepat film ini yang digarap Junkie XL, cukup melancarkan penonton agar hanyut ke dalam perjalanan ceritanya yang penuh teror. Sekali lagi, Miller tahu betul bagaimana menyajikan ceritanya yang penuh aksi agar penuh ketegangan, tanpa henti. Anda tidak akan merasa bosan ataupun rela kehilangan satu detik untuk menyaksikan film ini.

Kisah film ini begitu menarik. Adanya krisis kepercayaan antar karakter di tahap awal, memberikan ketegangan tersendiri. Penonton mungkin dengan mudah dapat menilai karakter mana yang protagonis, maupun yang antagonis. Namun, ini tidak semudah digambarkan di ceritanya. Proses sinergi para protagonis menjadi satu ternyata menjadi hal yang tidak mudah, dan tetap perlu ada pertumpahan darah.

202-picture3
Courtesy of Warner Bros. Pictures, Village Roadshow Pictures, Kennedy Miller Productions, RatPac-Dune Entertainment, RatPac Entertainment © 2015

Selesai menyaksikan film ini, saya menangkap sebuah pesan yang sebetulnya mau diceritakan, apalagi diperjelas dengan quote terakhir dalam film ini. Kadangkala, manusia hanya mau berusaha untuk mengekplorasi yang baru setelah mereka menghabiskan manfaat dair sebuah hal yang mulai kritis. Padahal, seharusnya kita menemukan sesuatu hal baru untuk mengefisiensikan sesuatu yang sudah ada, agar dapat terus kita manfaatkan. Contohnya gampangnya, bumi ini. Ketika pemanasan global terjadi, banyak orang yang berpikir untuk mencari planet alternatif selain bumi, padahal kita masih dapat melestarikan hasil yang ada di bumi untuk keberlanjutan generasi berikutnya.

Menyaksikan “Mad Max: Fury Road” adalah sebuah pengalaman menonton yang luar biasa, kaya akan visualisi dan artistik, ditambah koordinasi akrobat para stunt yang terbilang epik. Film action ini patut disebut sebagai salah satu yang terbaik sepanjang masa, why not? This is the 2015’s best action movie. Saya akan cukup ragu bila anda bisa menemukan film sehebat ini dalam kurun 20 tahun terakhir. What a great experience and I’m looking for another sequel, for sure!

Mad Max: Fury Road (2015)
R, 120 menit
Action, Adventure, Sci-Fi
Director: George Miller
Writer: George Miller, Brendan McCarthy, Nick Lathouris
Full Cast: Tom Hardy, Charlize Theron, Nicholas Hoult, Hugh Keays-Byrne, Josh Helman, Nathan Jones, Zoë Kravitz, Rosie Huntington-Whiteley, Riley Keough, Abbey Lee, Courtney Eaton, John Howard, Richard Carter, Iota, Angus Sampson, Jennifer Hagan, Megan Gale, Melissa Jaffer, Melita Jurisic, Gillian Jones, Joy Smithers, Antoinette Kellermann, Christina Koch, Jon Iles, Quentin Kenihan, Coco Jack Gillies, Chris Patton, Stephen Dunlevy, Richard Norton, Vincent Roxburgh, John Walton, Ben Smith-Petersen, Russ McCarroll, Judd Wild, Elizabeth Cunico, Greg van Borssum, Robert Jones, Sebastian Dickins, Darren Mitchell, Crusoe Kurddal, Shyan Tonga, Cass Cumerford, Albert Lee, Riley Paton, Ripley Voeten, Macyn Van Borssum, Hunter Stratton Boland, Nathan Jenkins, Fletcher Gill, Whiley Toll, Ferdinand Hengombe, Gadaffi Davsab, Noddy Alfred, Jackson Hengombe, Christian Fane, Callum Gallagher, Abel Hofflin, Lee Perry

#202 – Mad Max: Fury Road (2015) was last modified: Juli 11th, 2021 by Bavner Donaldo