Disaat kondisi seperti siapa sih yang bisa menghabiskan banyak waktu di luar rumah? Termasuk saya yang hanya bisa binge watching dirumah sambil menjadi couch potato ketika hari libur datang. Supaya tetap bisa waras, kali ini saya mau nonton film komedi yang bobrok abis dari negeri asal Nong Poy dateng yaitu Thailand. Film kali ini yang saya pilih adalah “Tootsies and The Fake”.

Okay, kenapa kali ini bawa – bawa Nong Poy?, karena memang film komedi yang akan saya bahas ini gak akan jauh – jauh dari kaum pelangi. Jadi pada dasarnya kata Tootsies sendiri merupakan bahasa slang Thailand yang memiliki arti homo atau gay, gimana udah jelaskan film ini ceritanya tentang apa? 

tootsies and the fake
Courtesy of GDH 559 © 2019

Dari info yang beredar, film “Tootsies and The Fake” sendiri diganti judulnya menjadi “Cuties and The Fake”, agar menghindari konflik ketika rilis di Indonesia tahun 2020 kemarin. Ya, jadi film ini cuma ganti judul di Indonesia aja. Sebelum diangkat menjadi film, “Tootsies and The Fake” memiliki cerita sebelumnya dalam bentuk lakorn yang berjudul “Diary of Tootsies”. Gak tau sih yah kalau serial ini masuk Indonesia akan berganti judul menjadi “Diary of Cuties” atau enggak?

Perhatian-perhatian! Film ini memang bobrok banget dari awal sampai akhir. Awal – awal saja kita akan diperlihatkan scene dimana salah satu dari geg “Tootsies” bermimpi menjadi cast di film Pee Mak, salah satu film horor komedi yang gak kalah lucu. Kemudian kita akan diajak berkenalan dengan geng “Tootsies” rempong yang akan menjadi lead character dalam film ini. 

tootsies and the fake
Courtesy of GDH 559 © 2019

Diantaranya ada Golf (Pingpong Tongchai) si gendut yang bekerja sebagai makeup artist yang sedang bersedih hati karena pacarnya menjadi biksu, Kim (Ter Ratthanant) si pramugara yang sial hingga kehilangan pekerjaannya karena ulah geng “Tootsies”-nya tersebut, Natty (Peak Pattarasaya) gadis lesbi yang mencoba hamil untuk mendapatkan warisan dari sang ibu, dan yang terakhir adalah Gus (Petch Paopetch) yang diceritakan menulis semua kisahnya dan teman – temannya di dalam diary-ya.

Kehidupan geng ini makin heboh ketika Golf yang merupakan makeup artist tanpa sengaja mencelakai artis favorit-nya yang merupakan seorang superstar bernama Cathy (Araya Hargate). Yang dalam waktu dekat harus syuting atau dituntut sebesar 50 juta Baht apabila Cathy membatalkannya. Tentu saja dalam keadaan Cathy yang terbaring di rumah sakit, Golf dan geng “Tootsies”-nya harus mencari cara agar proses syuting tetap bisa dilaksanakan.

tootsies and the fake
Courtesy of GDH 559 © 2019

Karena takut dituntut dan dimintai ganti rugi oleh manajer Cathy, Golf akhirnya memutar otak untuk menghadapi situasi ini. Saat Golf menemani Kim ke klinik operasi plastik, terlintas sebuah ide untuk mencari orang yang melakukan operasi menjadi seperti Cathy. Yang akhirnya mereka menemukan Nam, tukang nasi goreng kaki yang melakukan operasi menjadi secantik Cathy. Hanya bedanya Cathy merupakan pribadi yang lembut sedangkan Nam ternyata memiliki pribadi yang jauh berbeda dari Cathy. Nah dari sini aja udah keliatan kan alur film ini ngocol banget?

Dari sini Golf meminta para geng “Tootsies” yang beranggotakan Kim, Natty dan Gus untuk membantunya membuat Nam menjadi seanggun Cathy. Tapi, kira – kira mereka berhasil gak yah? Walaupun secara alur dan plot film ini termasuk film komedi dengan alur yang ringan banget, tapi yang harus saya acungkan jempol pada film “Tootsies and The Fake” nonstop bikin saya ketawa dari mulai awal pemutaran sampai film ini selesai.

tootsies and the fake
Courtesy of GDH 559 © 2019

Jujur di film ini saya mengacungkan jempol buat Araya Hargate yang harus swap peran antara Cathy, si superstar yang lemah lembut dan Nam, si penjual nasi goreng yang urakan abis. Untuk keempat geng “Tootsies” juga okay banget aktingnya tapi gak kaget karena mereka sudah bekerjasama untuk lakorn “Diary of Tootsies” jadi wajarkan kalau mereka kompak.

Nah, buat adegan Nam, Golf dan Kim menari dengan diiringi lagu “Puu Niib Ii Pi” adalah adegan terfavorit saya sih, karena di adegan ini Golf dan Kim menari dengan heboh namun Nam dapat menari dengan wajah datar, memang hebat akting Araya Hargate ini, bisa tahan ketawa di apit dua lead aktor yang ancur abis ini. Adegan ini juga sangat iconic loh. Saking iconic-nya adegan ini, bahkan Lisa Blackpink juga menirukan adegan ini di salah satu acara reality show Korea. 

 
tootsies and the fake
Courtesy of GDH 559 © 2019

Tapi sayangnya, waktu saya nonton versi asli dan versi Indonesianya. Ternyata film “Tootsies and The Fake” yang tayang di Indonesia banyak menghilangkan beberapa adegan yang ada di film aslinya. Film ini juga mendapatkan rating film 21 tahun keatas karena beberapa humornya berbau seksual.

Menurut saya sendiri, film “Tootsies and The Fake” yang masuk ke Indonesia sangat disayangkan karena film ini sudah mendapatkan rating 21 tahun namun harus tetap terkena sensor. Kalau menurut saya pribadi, seharusnya sih gak usah yah karena namanya sudah usia 21 tahun harusnya penonton sudah bijak mana yang baik untuk mereka tiru mana yang hanya hiburan. Kalau menurut kalian gimana?

 

Tootsies and the Fake (2019)
109 menit
Comedy
Director: Piyachart Thong-Uam
Writer: Piyachart Thong-Uam, Paweenut Pangnakorn, Waneepan Ounphoklang, Puchong Tuntisungwaragul
Full Cast: Araya A. Hargate, Paopetch Charoensook, Thongchai Thongkanthom, Ratthanant Janyajirawong, Pattarasaya Kreuasuwansri, Gunn Svasti Na Ayudhya, Kritsanapoom Pibulsonggram, Keetapat Pongruea, Taksaorn Paksukcharern, Darunee Sutthipituk, Niti Chaichitatorn, Chanana Nutakom, Sarunyu Wongkrachang, Hattaya Wongkrajang, Panisara Arayaskul, Paris Intarakomalyasut

574 – Tootsies and the Fake (2019) was last modified: Juli 18th, 2021 by Asya Indah Putri