Setiap orang pasti punya impian dan keinginan. Merujuk pada banyak perkataan orang hebat kita harus berani bermimpi dan terus mengejar impian tersebut. Berasal dari kumpulan beberapa kisah nyata, “The Dreams Must Go On” hadir sebagai salah satu success story kisah para mahasiswa dari sebuah sekolah bisnis ternama. Ehm, yang tidak lain tidak bukan almamater saya. Hehe..

Film ini mengisahkan Viktor, diperankan oleh Dipa Ariandoko, yang merupakan seorang mahasiswa bisnis tahun terakhir. Ia tergabung dalam grup ‘celepuk,’ berisi Arif dan Tigor, yang diperankan oleh Arif Karim dan Felix Tarigan. Usia muda tidak membuat mereka luput dari ambisi yang besar. Yup, ketiganya punya misi yang sama: sama-sama ingin menjadi pengusaha yang sukses dengan ambisi mereka masing-masing. Arif memilih untuk bisa membuat sebuah usaha yang dapat memajukan pertanian di Indonesia, sedangkan Tigor ingin membuat sebuah usaha kopi yang serba asli Indonesia. Lain halnya dengan Viktor. Tokoh utama kita ini ingin membuat usaha fashion yang berlandaskan filosofi Russia.

Courtesy of Creativitime Pictures © 2019

Selain sibuk dengan kuliah tahun terakhirnya, Viktor juga diperhadapkan dengan kisah cintanya dengan Dela, diperankan Alyssa Veliana, yang merupakan salah satu mahasiswa UI jurusan sastra Russia. Jarak yang jauh antara BSD-Depok tidak serta merta jadi hambatan. Sayangnya, hubungan yang dibangun Viktor masih jadi sebatas ‘gebetan.’ Singkat cerita, status tersebut ternyata tidak di ‘upgrade’ Viktor setelah mengetahui jika Dela kurang serius dengannya. Viktor pun kemudian terfokus untuk mengejar impiannya.

Courtesy of Creativitime Pictures © 2019

Film ini merupakan directorial debut Michael Jonathan, yang mencoba mengangkat kisah sukses mahasiswa sebagai inspirasi kaum muda. Contoh-contoh sukses ini kemudian dikemas dalam penggambaran sosok trio celepuk yang kemudian didramatisasi dengan sedikit selingan kisah cinta Viktor. Berdurasi 58 menit, “The Dreams Must Go On” mungkin terbilang memiliki pendekatan yang sedikit berbeda. Menyaksikan film ini malah membawa saya bernostalgia dengan masa-masa kampus sambil menebak bagian-bagian cerita layaknya menyusun sebuah puzzle. Maklum, hampir sebagian besar di dalam cerita ini diambil dari angkatan saya, sehingga rasa penasaran ataupun koneksi ke dalam cerita film ini tidak terlalu membutuhkan effort adaptasi yang begitu besar untuk saya.

Courtesy of Creativitime Pictures © 2019

Dari sisi penampilan, berhubung mengusung pemain-pemain baru, sosok yang paling menonjol di film ini adalah karakter Tigor yang diperankan oleh Felix Tarigan. Dengan logat Batak yang kental, Felix berhasil mencuri setiap adegannya dan membuat kita tertawa dengan segala kelucuannya. Secara teknis, tentu masih ada beberapa hal yang perlu dikembangkan. Mulai dari konsistensi ketajaman gambar, lightning, sampai suara yang masih perlu diperbaiki. Begitupula dari sisi editing dan penceritaan, yang masih terlalu banyak jeda henti dengan black screen ataupun flow masuk adegan yang masih terasa kurang natural. Baiknya, theme song film ini (yang berjudul sama dengan film ini) cukup menonjol, berkat pengulangan dan suara dari Vocademia UI yang terasa pas.

Courtesy of Creativitime Pictures © 2019

Paling tidak, untuk ukuran sebuah debut, “The Dreams Must Go On” patut diapresiasi dari pesan yang coba disampaikan film ini. Lebih tepatnya, mengingatkan anak muda untuk pantang menyerah, terutama bagaimana kita harus terbiasa dengan penolakan dan menjadikannya sebagai senjata untuk tetap bersemangat mengejar impian. So, the dreams must go on…

The Dreams Must Go On (2019)
17+, 58 menit
Drama
Director: Michael Jonathan
Writer: Michael Jonathan
Full Cast: Alyssa Veliana, Dipa Ariandoko, Tia Adab, Arif Karim, Felix Tarigan
#502 – The Dreams Must Go On (2019) was last modified: November 26th, 2020 by Bavner Donaldo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here