Pernah melihat foto Monroe dengan white dress-nya yang tertiup angin dari lubang subway? Dari sinilah adegan itu berawal. “The Seven Year Itch” mungkin akan terlalu lebih dikenal dengan hal tersebut, dibanding sebagai sebuah adaptasi yang sempat pentas di Broadway selama tiga tahun sebelumnya.

Film ini memulai dengan semangat komedi yang tidak terduga. Penonton akan diajak kembali ke jaman entah berantah saat Indian Amerika masih di Manhattan. Memasuki musim panas, para lelaki akan melepas kepergian istri beserta anak mereka. Setelah itu, mereka akan tetap menjalani keseharian mereka dengan seorang diri. Tentunya, ini bukan sebuah ekspektasi yang penonton harapkan. Seperti yang dijual dalam trailer-nya, film ini tidak menjanjikan untuk menghadirkan suatu tonton western­. Tenang, ini hanyalah sebuah analogi yang kemudian dikondisikan pada jaman tersebut.

Courtesy of Charles K. Feldman Group, Twentieth Century Fox © 1955

Ke jaman 50-an, sama seperti pada jaman sebelumnya, para suami pun mempersilahkan istri dan anak mereka untuk berlibur. Sisanya, mereka akan tetap bekerja hingga musim itu usai. Begitupun yang dialami oleh seorang eksekutif dari sebuah penerbitan buku saku bernama Richard Sherman, yang diperankan oleh Tom Ewell. Ia harus merindukan kepergian Helen, istrinya yang diperankan oleh Evelyn Keyes, dan Ricky, putra semata wayangnya yang diperankan Butch Bernard.

Kepergian tersebut memberikan sebuah kesan kesendirian buat Sherman. Ia pun berusaha tergoda untuk melakukan pantangan-pantangan yang sudah dihindarinya. Termasuk untuk tidak merokok. Akan tetapi, Ia menyimpan kecurigaan besar jikalau istrinya menjadi affair dengan seorang pria bernama Tom. Namun, semuanya menjadi berubah semenjak kehadiran seorang perempuan tak bernama yang diperankan Marilyn Monroe. Perempuan ini ternyata sedang menempati ruangan tetangga satu-satunya. Sherman pun dihadapkan dengan kejutan godaan baru.

Courtesy of Charles K. Feldman Group, Twentieth Century Fox © 1955

Diadaptasi langsung oleh penulis dramanya, George Axelrod, yang nantinya akan mengadaptasi “Breakfast at Tiffany’s,” film ini mengangkat sebuah topik tentang hubungan dalam perkawinan. Makna judul ini sebetulnya ingin menceritakan tentang bagaimana kualitas pernikahan akan diuji setelah melewati 7 tahun. Menariknya, istilah yang tadinya bukan apa-apa malah jadi dipakai oleh para psikolog.

Bicara tentang peran karakternya, sebetulnya film ini sangat terfokus dengan sosok Richard. Penonton akan menyaksikan bagaimana Tom Ewell beraksi dengan monolog-monolognya, fantasi-fantasi, hingga usaha yang tak pernah padam untuk menaklukan Monroe. Begitupun Monroe, Ia berhasil menjadi lawan main yang “sangat memancing.” Pesona selalu Ia tebar, sampai-sampai penonton akan terhibur dengan sosoknya yang dibuat terasa polos dan pemikirannya yang berbeda. Salah satunya saat Ia lebih memilih untuk bersama pria menikah, karena sudah pasti tidak akan dilamar. What! Hahaha…

Courtesy of Charles K. Feldman Group, Twentieth Century Fox © 1955

Dihadirkan dengan settingan CinemaScope, film ini tidak terlalu bermain dengan potensi tersebut. Maklum, film ini hanya terfokus dengan adegan yang sebagian besar cuma diambil di Apartemen Keluarga Sherman. Termasuk dengan dialog dan adegan yang mengarah ke komedi dengan eksekusi percintaan secara implisit. Jika membandingkan cerita dalam versi pementasannya, yang disajikan sudah cukup jauh berbeda. Semuanya lebih mengarah ke permainan pemikiran Sherman.

Sebagai satu-satunya film Billy Wilder yang diproduksi 20th Century Fox, “The Seven Year Itch” dikemas terlalu ‘alim.’ Saya akan cukup penasaran apa jadinya jika dikemas dengan versi masa kini. Tentu akan berubah 180 derajat, dan mungkin punya potensi jadi bergenre comedy erotica. In the end, adegan Monroe yang tertiup angin itu memang terlalu fenomenal hingga kini.  Sayang, kalau “The Seven Year Itch” sendiri terasa begitu overrated buat saya.

The Seven Year Itch (1955)
Not Rated, 105 menit
Comedy, Romance
Director: Billy Wilder
Writer: Billy Wilder, George Axelrod
Full Cast: Marilyn Monroe, Tom Ewell, Evelyn Keyes, Sonny Tufts, Robert Strauss, Oskar Homolka, Marguerite Chapman, Victor Moore, Dolores Rosedale, Donald MacBride, Carolyn Jones
#412 – The Seven Year Itch (1955) was last modified: Desember 28th, 2020 by Bavner Donaldo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here