Apa yang Anda harapkan sebagai warga negara? Tentu, mendapatkan hak yang sama akan kesetaraan dan keadilan. Tapi apa jadinya jika Anda merupakan bagian dari kelompok minoritas? Spesifiknya, bukan kelompok etnis ataupun agama, melainkan bagian dari kelompok LGBT. Melalui “A Fantastic Woman,” penonton akan dihadirkan bagaimana seorang Marina berusaha untuk menuntut haknya.

Marina, seorang perempuan transgender yang diperankan oleh Daniela Vega, menghabiskan harinya dengan bekerja di dua tempat. Paginya akan dihabiskan dengan menjadi seorang waitress, dan malamnya, Ia akan menjadi seorang penyanyi. Bicara kekasihnya, Ia sudah memiliki pasangan paruh baya yang berprofesi sebagai pebisnis bernama Orlando, yang diperankan oleh Fransisco Reyes.

400 picture1
Courtesy of Participant Media, Fabula, Komplizen Film, Muchas Gracias, Setembro Cine, Zweites Deutsches Fernsehen, ARTE © 2017

Kehidupan keduanya terbilang adem ayem. Di awal film, penonton akan menyaksikan bagaimana Orlando menghampiri Marina untuk memberikan sebuah surprise kecil saat mengajaknya bersantap malam di sebuah chinese food restaurant. Sepulang dari sana, keduanya pun berlanjut dengan malam percintaan mereka. Malang, di tengah malam, Orlando tiba-tiba terbangun dan mengeluh kesakitan. Marina yang sudah tertidur tiba-tiba terbangun dan dengan paniknya mendukung Orlando menuju rumah sakit. Sesampainya di sana, Marina harus rela kehilangan sang kekasih dan memulai babak baru penuh kesakitan.

Film ini dirilis di Berlin International Film Festival yang ke-67, dan bersaing untuk mendapatkan Golden Bear. Walaupun tidak memboyong hadiah tertinggi di festival tersebut, film ini berhasil meraih Silver Bear untuk naskah terbaik dan sekaligus sebuah Teddy Award. Keberhasilan ini berhasil kemudian berlanjut ketika film ini berhasil masuk ke dalam nominasi Golden Globes serta shortlist Academy Awards untuk film asing terbaik.

400 picture5
Courtesy of Participant Media, Fabula, Komplizen Film, Muchas Gracias, Setembro Cine, Zweites Deutsches Fernsehen, ARTE © 2017

Saat di ajang Academy Awards, sutradara Sebastián Lelio berhasil memecahkan rekor pertama sebagai pemenang pertama dari Chile. Ini merupakan nominasi kedua bagi Chile setelah sebelumnya Pablo Larraín sempat masuk ke dalam top 5 nominations lewat film “No” pada 2012 lalu. Menariknya, pemeran utama film ini, Daniela Vega, juga menjadi presenter transgender pertama sepanjang sejarah Academy Awards. Maklum, film-film yang bertema transgender dalam dunia Hollywood sering sekali diperankan oleh aktor-aktris yang bukan trans. Ini yang mungkin membedakan “A Fantastic Woman.”

Tahun 2018 tepat disebut sebagai tahun kesuksesan Daniela Vega. Tidak hanya filmnya berhasil memenang Oscar pertama untuk Chile, tetapi baru-baru ini aktris sekaligus penyanyi yang masih berusia 28 tahun ini masuk ke dalam daftar 100 orang paling berpengaruh di tahun 2018 versi TIME. Membahas penampilan Vega di film ini, saya menyukai bagaimana cara Vega untuk menahan segala emosi dari karakter Marina di sepanjang film untuk tidak menolak, tetapi masih mencoba melawan.

400 picture3
Courtesy of Participant Media, Fabula, Komplizen Film, Muchas Gracias, Setembro Cine, Zweites Deutsches Fernsehen, ARTE © 2017

Sebetulnya, saya merasa cukup bosan ketika baru mau beradaptasi dengan ceritanya. Sebab, film yang ditulis dan disutradarai oleh Sebastián Lelio awalnya tidak menghadirkan sesuatu yang berkesan sampai kematian Orlando. Setelah bagian itu, ternyata Lelio akan lumayan berhasil memicu penonton untuk penasaran dengan apa yang sebetulnya terjadi. Pengembangan cerita kemudian berlanjut dengan keluarga Orlando, investigasi tentang Marina, sampai rencana kehidupan Marina selanjutnya. Yang paling saya penasaran dari ceritanya adalah bagaimana Marina berusaha untuk menyelesaikan masalahnya. Walaupun tidak sesuai dengan ekspektasi saya, tetapi film ini berhasil menutup cerita Marina dengan lumayan okay.

“A Fantastic Woman” berhasil menghadirkan potret kehidupan transgender yang belum pernah saya tonton. Menariknya, konotasi negatif akan transgender memicu akan segala macam teori negatif yang timbul dari kematian Orlando. Bukannya mendapat dukungan secara moril, malah kesan penuh kecurigaan akan mengejar harta Orlando malah menghantui Marina. Menyedihkan. Pada akhirnya, penonton sendirilah yang menilai siapa yang gila harta dan apa motif Marina yang sebenarnya. What doesn’t kill you, makes you stronger.

A Fantastic Woman [Una mujer fantástica] (2017)
R, 100 menit
Drama
Director: Sebastián Lelio
Writer: Sebastián Lelio, Gonzalo Maza
Full Cast: Daniela Vega, Francisco Reyes, Luis Gnecco, Aline Küppenheim, Nicolás Saavedra, Amparo Noguera, Trinidad González, Néstor Cantillana, Alejandro Goic, Antonia Zegers, Sergio Hernández, Roberto Farías, Cristián Chaparro, Diana Cassis, Eduardo Paxeco, Paola Lattus, Felipe Zambrano, Erto Pantoja, Loreto Leonvendagar, Fabiola Zamora, José Antonio Raffo, Pablo Cerda, Bárbara Mundt, Marcial Tagle, Pablo Greene, Alonso Torres, Moises Angulo, Hugo Moraga, Veronica Garcia-Huidobro, Senen Selim, Paulina Hunt, Francisco Gonzalez, Diabla
#400 – A Fantastic Woman [Una mujer fantástica] (2017) was last modified: Mei 29th, 2021 by Bavner Donaldo