Berasal dari novel laris Adhitya Mulya, “Sabtu Bersama Bapak” menawarkan sebuah premis yang terbilang penuh drama. Tampak jelas dari posternya kalau penonton akan mudah menebak kisahnya: seorang lelaki terlihat dari sebuah televisi sambil ditemani beberapa orang yang mengelilinginya. Pastinya, anda gampang untuk menebak beberapa orang itu sebagai anggota keluarganya dari sosok lelaki tersebut.

Mengetahui jika Ia akan segera pergi dalam waktu dekat, Gunawan, seorang ayah dengan dua putra yang diperankan oleh Abimana Aryasatya, memutuskan untuk membuat sebuah memento,  yang diwujudkan dalam rangkaian rekaman untuk keluarga yang disayanginya. Singkat cerita, rangkaian rekaman ini berhasil membentuk keluarga mungil. Sang Ibu, Itje, berhasil mengembangkan sebuah restoran milik keluarga. Begitupun kedua anaknya. Satya dan Saka, yang diperankan oleh Arifin Putra dan Deva Mahera. Keduanya ternyata bisa mengumpulkan banyak penghargaan. Walaupun tanpa seorang ayah, mereka bertiga menjalani ritual ‘sabtu bersama bapak’ dengan cara mereka, menikmati dan menghayati pesan-pesan Gunawan. Salah satunya, ‘Tumbuhlah dewasa. Bukan sekedar dewasa usia, karena usia bisa sangat pendek. Dewasa secara jiwa, akhlak. Menjadi lengkap itu bukan tugas pasangan kalian, tapi tugas kita masing-masing.’

Courtesy of Max Pictures, Falcon Pictures © 2016

Satya kemudian mendapat tawaran untuk bekerja di Eropa. Demi menghindari long distance relationship, Ia meminang Rissa, wanita pujaannya yang diperankan oleh Acha Septriasa. Mereka berdua kemudian memiliki dua orang putra dan hidup di Eropa. Di Jakarta, Saka sudah menjadi pimpinan di sebuah perusahaan. Yang tidak berbeda, Itje masih di Bandung dan meneruskan usaha tempat makannya.

Film yang disutradarai Monty Tiwa ini sebetulnya tidak bercerita dengan cengeng. Penonton tidak akan disajikan dengan adegan-adegan keluarga Gunawan yang menyaksikan rekaman sang Ayah. Sebaliknya, kisah film ini berusaha untuk menggali impact dari cara Gunawan untuk membentuk keluarganya, walaupun tidak bersama mereka. Naskah cerita yang juga digarap Tiwa dan Mulya akan lebih banyak mengeksplor kehidupan dewasa putra-putra Gunawan.

Courtesy of Max Pictures, Falcon Pictures © 2016

Saya lumayan menikmati film ini. Pertama, karena ceritanya tidak menawarkan kesan sedih terus menerus. Saya lumayan menikmati kombinasi komedi dari perjalanan mencari cinta Saka. Walaupun Deva Mahenra masih terasa garing disini, bantuan Jennifer Arnelita dan Ernest Prakasa cukup menghidupkan kejenakannya.

Film ini juga bercerita tentang harapan dan kedewasaan. Saya sangat menyanjung penampilan Ira Wibowo disini. Berperan sebagai Itje yang berusaha menunaikan janji, membuat karakternya jadi salah satu favorit saya disini. Transformasi karakternya Itje dari muda, tua dan pasca pengobatan cukup terlihat kontras, dan Ira berhasil membuat semuanya terasa berbeda.

Courtesy of Max Pictures, Falcon Pictures © 2016

Begitupula dengan keluarga Satya. Arifin Putra bisa memperlihatkan chemistry yang lumayan oke dengan Acha Septriasa. Ambisiusnya Satya yang sudah merancang masa depan keluarganya dengan kombinasi karakter Rissa yang mau berusaha terbaik demi sang suami, akan membawa penonton dengan konflik rumah tangga mereka.

Tidak ketinggalan, penampilan Abimana cukup berkesan. Ia berhasil hadir sebagai sosok panutan, menginspirasi lewat nasihat-nasihatnya, serta ucapan berbekasnya. Kesan penuh wibawa dan bijak seakan kental dari cara Abimana memukau penonton di masa lalu keluarga Gunawan.

Courtesy of Max Pictures, Falcon Pictures © 2016

Selama 115 menit, “Sabtu Bersama Bapak” terasa cukup baik mengeksekusi ceritanya, termasuk bagaimana ensemble cast-nya menghidupkan ceritanya. Akan ada banyak pesan tersirat yang hadir dari ceritanya, terutama dari semangat karakter-karakternya dalam melewati rintangan dan memaknai nasihat untuk menjadi lebih dewasa. Sweetly inspiring!

Sabtu Bersama Bapak (2016)
R, 115 menit
Drama
Director: Monty Tiwa
Writer: Monty Tiwa, Adhitya Mulya
Full Cast: Abimana Aryasatya, Ira Wibowo, Deva Mahenra, Arifin Putra, Acha Septriasa, Sheila Dara, Ernest Prakasa, Jennifer Arnelita, Rendy Kjaernett, Tuti Kembang Mentari, Tri Yudiman, Farras Fatik, Patrick Monnlouis, Thierry Lesnicki, Poppy Sovia, Diaz Ardiawan, Dominique Macaire, Adel Ahmima, Khuntet, Murki, Reza Harmen, Claudia Munteanu, Ismael Abduh Cheron, Monsieur Didier, Dennis Pondaag, Sheren Kenny, Hengky Solaiman, Mongol Stress, Kalevi, Muhammad Ridho, Ben Caesarian, Ilhan Barru Monnlouis
#399 – Sabtu Bersama Bapak (2016) was last modified: Desember 28th, 2020 by Bavner Donaldo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here