Kabar bahagia untuk kita semua, penyakit kanker kini ada ‘obat’nya. You must be joking, heh. No, but this is serious. Dalam film dokumenter garapannya, Jeff Witzeman akan melakukan penelusurannya mengenai masalah salah satu penyakit mematikan ini, serta kaitannya dengan industri kesehatan di Amerika Serikat.

Witzeman memulai ceritanya dengan success story sang istri, Kerry, yang berhasil bebas kanker setelah menghabiskan waktu 30 hari di Jerman. 30 hari? Mana mungkin. Yah, tetapi faktanya demikian. Kerry menjalani sebuah perawatan terapi kanker ala Jerman, yang memadukan kombinasi hyperthermia, IV, dan diet alkali. Percaya tidak percaya, Kerry tidak sama sekali melakukan kemoterapi, ataupun tindakan bagi para penderitanya yang malah berujung dengan memperburuk situasi. Hmm. Saya masih belum percaya sampai disini.

Courtesy of Sinker Swim Productions, LLC. © 2017

Witzeman kemudian melanjutkan kisah dimana petualangan ini dimulai. Ia sebelumnya pernah membuat sebuah posting tentang kisah keberhasilan sang istri. Sesuai ekspektasi, tiga orang rekannya pun tertarik untuk melakukan pengobatan yang sama. Mereka adalah Bobby, Miran dan Jim. Ketiganya juga punya macam kanker yang berbeda. Dengan awal yang juga percaya tidak percaya, mereka mencoba pengobatan ini. Hasilnya: dua dari mereka berhasil bebas kanker. Sedangkan Miran, Ia berhasil menurunkan stadium kankernya secara signifikan.

Sounds too advertorial ya! But, wait, jangan merasa seperti terjebak dulu. Ini bukanlah inti cerita si pembuat film. Ia akan mengajak penontonnya untuk menyelidiki tentang pengobatan alternatif kanker di Amerika Serikat yang sebetulnya dirasa lebih cukup efektif. Berbekal banyak kesaksian para mantan penderitanya, film ini juga akan terasa edukatif buat penonton untuk semakin mengenal penyakit ganas ini.

Courtesy of Sinker Swim Productions, LLC. © 2017

When we talk about cancer, we talk about our immunne system. Menurut salah satu pakar di film ini, ada 7 penyebab kanker. Mulai dari hormon yang tidak seimbang, hingga kondisi kekebalan tubuh yang tidak baik. Kondisi ini sering terjadi bagi para penduduk Amerika Serikat yang sebagian besar menderita obesitas. Gula merupakan salah satu kontributor obesitas, sekaligus sahabat kanker. Di film ini, kita akan menyaksikan bagaimana rumah sakit melakukan “malpraktik” untuk menyajikan permen bagi para pasien kanker untuk menenangkan mereka, yang notabene malah seharusnya dihindari.

Dengan dimulai dari terapi kanker ala Jerman, Weitzeman mengajak penonton untuk menyadari jika ini belum tersedia di Amerika. FDA, lembaga makanan dan obat disana, masih belum memberikan ijin untuk praktik ini. Cuma, seperti salah satu pernyataan di film ini: “The are thousand ways to fight cancer.”  Ia kemudian membawa penonton untuk mempelajari pengobatan alternatif yang ‘diijinkan’ di Amerika Serikat: nature treatment.

Courtesy of Sinker Swim Productions, LLC. © 2017

Film ini akan mengumbar berbagai macam pengalaman para survivor dari banyak kekecewaan mereka akan dokter mereka sampai bagaimana mereka merasa terjebak dengan ‘permainan’ rumah sakit. Satu dari mereka mengatakan kalau sebagai pasien, Ia seperti sedang berada di sebuah conveyor belt sistematis yang akan menjalani berbagai macam perawatan yang bisa memperburuk kondisinya sekaligus tidak menjamin proses kesembuhannya.

Belum sampai disitu saja, Witzeman juga akan bercerita tentang usahanya untuk meyakinkan seorang anggota House of Representatives guna melegalkan terapi pengobatan yang dilakukan istrinya, agar dapat berguna bagi penderita kanker yang lain. Ia juga akan menyentil beberapa isu, mulai dari industri obat, American Cancer Center, sampai asuransi kesehatan.

Courtesy of Sinker Swim Productions, LLC. © 2017

Menyaksikan “Cancer Can Be Killed” terasa seperti menyaksikan cara seseorang dalam melakukan investigasi akan cara untuk menyembuhkannya. Yah, analoginya seperti saat ketika saya mengalami sesuatu di tubuh saya, kemudian mulai mengubek-ngubek halaman om google demi menghindari tindakan dokter. Sayang, Witzeman tidak terlalu terfokus akan issue yang lebih besar. Ia kurang mengungkapnya seperti gaya nekat Michael Moore.

“Cancer Can Be Killed” adalah sebuah usaha yang mulia dengan memberi harapan baru bagi para penderita kanker. Perjalanan film ini akan membawa anda mengenali bagian tubuh kita yang mematikan ini. Seperti kata film ini, ada ribuan cara untuk mengalahkan kanker, and that’s why we really need to understand how our body works. Jadi, ayo lawan kanker!

 

Thanks to Jeff Witzeman and Nicole Muj from Kultura PR and Cloud 21 for providing the screener. This movie available on Amazon Prime Video or buy the DVD at http://cancercanbekilled.com/ You also can watch get more info at https://www.facebook.com/cancercanbekilled/

#354 – Cancer Can Be Killed (2017) was last modified: November 13th, 2020 by Bavner Donaldo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here