Kepulangannya setelah 12 tahun, memberikan banyak tanda tanya. “It’s Only the End of the World” berangkat dengan premis sederhana: tentang sebuah kepulangan seorang pria. Sepanjang lebih dari 90 menit, Xavier Dolan menghadirkan kembali tontonan yang dapat saya sebut sebagai ‘penampilan penuh emosi.’

Louis, yang diperankan oleh Gaspard Ulliel, berangkat sejak pagi buta menuju rumahnya. Disana, keempat orang anggota keluarga telah menantinya. Ada Martine, sang Ibu yang diperankan oleh Nathalie Bassel. Kepulangan salah satu putranya membuatnya untuk menyajikan makanan appetizer favorit sang anak. Ia juga dibantu Catherine, menantunya yang diperankan oleh Marion Cotillard. Tidak hanya mereka berdua, Antoine dan Suzanne, kedua saudara kandung Louis yang diperankan oleh Vincent Cassell dan Léa Seydoux, juga ikut menunggu di dalam rumah.

it’s only the end of the world
Courtesy of Sons of Manual, MK2 Productions, France 2 Cinéma © 2016

Sebuah taksi telah sampai di depan rumah. Louis kemudian disambut Catherine dan Suzanne yang sudah siap berdiri untuk menyambutnya. Tidak ketinggalan, ada Antoine dari belakang dua perempuan ini. Pertemuan setelah sekian lama ini kemudian membawa Louis untuk bertemu langsung dengan Catherine, kakak iparnya. Di pertemuan perdananya ini, Catherine berbicara mengenai anak-anaknya. Salah satunya adalah ketika Catherine menggunakan nama Louis untuk salah satu anaknya dengan Antoine. Suasana awkward kemudian tercipta, sebelum Antoine merusak segala situasi dengan antagonisnya, dan sembari Louis mencari momen yang tepat untuk mengutarakan yang Ia ingin katakan.

Film ini terbilang sederhana. Ada 5 pemeran yang mendominasi ceritanya, dan berangkat dari dialog-dialog mereka satu sama lain. Akan tetapi, yang lebih terfokus adalah bagaimana Louis berinteraksi dengan masing-masing mereka ataupun secara keseluruhan. Banyak yang menarik yang diangkat. Seperti bagaimana perasaan sang Ibu, adik perempuannya, hingga kakak laki-lakinya kepadanya. Pada akhirnya, penyambutan yang disetting agar terasa nyaman menjadi kurang nyaman. Penonton akan masuk ke dalam kehidupan Louis, masa lalunya, dan bagaimana dampak yang Ia berikan pada keluarganya pasca kepergiannya.

only the end of the world
Courtesy of Sons of Manual, MK2 Productions, France 2 Cinéma © 2016

Ceritanya sendiri berangkat dari sebuah drama tahun 1990 karangan Jean-Luc Lagarce yang berjudul ‘Juste la fin du monde.’ Kisah drama ini berangkat dari pemikiran Lagarce yang kala itu sedang menderita AIDS dan selalu terpikir dengan kematian. Di tahun 2008, Comédie-Française mementaskan drama ini dan berhasil menyabet Molière Award untuk Best Show in a National Theatre. Sedangkan dalam versi layar lebarnya, merupakan hasil adaptasi Xavier Dolan yang dibuatnya dalam bentuk naskah berbahasa Perancis dengan tambahan terjemahan Inggris.

Film yang dirilis pada 19 Mei 2016 di Cannes Film Festival ini terbilang sukses. Film ini merupakan tiket kelima Dolan ke festival ini, dan masuk kedua kalinya sebagai official selection. Alhasil, Dolan berhasil meraih penghargaan, yakni Grand Prix dan Ecumenical Jury Prize. Belum sampai disitu, film ini juga menjadi perwakilan Canada di ajang Academy Awards untuk Best Foreign Language Film dan berhasil lolos sampai shortlist Top 9.

332 picture1
Courtesy of Sons of Manual, MK2 Productions, France 2 Cinéma © 2016

Apa yang sebetulnya menarik dalam film ini? Saya menikmati ceritanya yang kuat akan karakter-karakternya, lewat eksplorasi satu per satu ketika Louis bercerita dengan mereka. Penonton akan melihat ragam reaksi mereka akan kepulangan Louis, dan juga bagaimana asumsi mereka akan Louis. Dolan menggali ekspresi para pemainnya untuk seakan banyak berbicara lewat ekspresi, tidak dengan kata-kata. Lewat shot-shot yang banyak menggunakan teknik close-up oleh André Turpin, strategi ini seakan terasa tepat. Ia berhasil menampilkan perbincangan kelimanya menjadi suatu tontonan dramatis yang emosional.

Sekali lagi, Gaspard Ulliel menampilkan kualitas akting yang memukau, setelah sebelumnya saya menyaksikannya dalam “Saint Laurent.” Ulliel mengeksekusi perannya dengan apik. Saya masih teringat bagaimana saat Ia memberi kode Catherine untuk tidak berbicara padanya, ataupun saat Ia memeluk Martine sambil mengungkapkan eksperi yang misterius. Juga tentunya, keempat supporting cast yang berperan sangat kuat. Martine dengan keeksentrikannya, Antoine dengan kepahitannya, Suzanne yang mau dilihat sebagai orang yang dewasa, serta Catherine yang terlihat bodoh dan penurut. Ensemble ini terbilang luar biasa!

332 picture5
Courtesy of Sons of Manual, MK2 Productions, France 2 Cinéma © 2016

Momen favorit saya adalah ketika keluarga ini mengadakan makan siang mereka di belakang rumah. Mengapa terfavorit? Karena cuma di bagian inilah saya dapat menyaksikan kelimanya tertawa bersama, sebelum Antoine kembali memecah suasana. Saya juga teringat ketika Ibu Louis berujar padanya, “I don’t understand you. But I love you. I love you. No one will take that away from me.” Seusai menyaksikan film ini, saya berpikir cukup setuju dengan keputusan yang akhirnya diambil Louis. Menurutnya, kadang ada banyak hal yang tidak harus diungkapkan, termasuk pada keluarga, apalagi yang sudah lama kita tinggalkan.

It’s Only the End of the World [Juste la fin du monde] (2016)
97 menit
Drama
Director: Xavier Dolan
Writer: Xavier Dolan, Jean-Luc Lagarce, Nathalie Paquette
Full Cast: Nathalie Baye, Vincent Cassel, Marion Cotillard, Léa Seydoux, Gaspard Ulliel, Antoine Desrochers, William Boyce Blanchette, Sasha Samar, Arthur Couillard, Emile Rondeau, Théodore Pellerin, Jenyane Provencher

#332 – It’s Only the End of the World [Juste la fin du monde] (2016) was last modified: Juli 11th, 2021 by Bavner Donaldo