Melihat sepintas poster “What Maisie Knew,” saya sudah cukup menduga dengan isi ceritanya. Pasti ini tentang konflik keluarga yang diambil dari sudut pandang di anak kecil. Betul saja, film ini berkisah mengenai Maisie, kedua orangtuanya, dan pasca perceraian kedua orangtuanya.

Maisie Elizabeth Beale, begitu nama lengkapnya, diperankan oleh Onata Aprile, adalah seorang putri tunggal yang digambarkan cukup mandiri. Walaupun cukup mandiri, Ia masih diberikan perawat cantik baik hati yang menyayanginya bernama Margo, yang diperankan oleh Joanna Vanderham.

what maisie knew
Courtesy of Red Crown Productions, Weinstock Productions, 10th Hole Productions, KODA Entertainment, 120dB Films, Dreambridge Films, Image Entertainment © 2012

Ayah Maisie, Beale, diperankan oleh Steve Coogan, adalah seorang international art dealer, yang kesibukannya cukup padat dan selalu sibuk bekerja lintas benua. Lain dengan sang Ibu, Susanna, diperankan oleh Julianne Moore, yang merupakan seorang vokalis band rock. Kontrasnya pekerjaan mereka juga berdampak pada perhatian yang kurang pada Maisie. Sang ayah sibuk bepergian, dan Ibu sibuk berpesta pora di rumah. Bila keduanya bertemu, yang ada hanyalah pertengkaran di rumah.

Beale dan Susanna kemudian memutuskan untuk berpisah. Seperti kasus umumnya, perihal hak asuh anak menjadi isu selanjutnya. Keduanya saling berupaya mempertahankan hak asuh Maisie. Alhasil, pengadilan memutuskan selama 6 bulan pertama agar Maisie tinggal selama beberapa waktu di rumah ayahnya, selang kemudian di rumah ibunya. Hasilnya, Maisie seperti bola ping-pong yang dioper kesana-sini.

courtesy of red crown productions, weinstock productions, 10th hole productions, koda entertainment, 120db films, dreambridge films, image entertainment © 2012
Courtesy of Red Crown Productions, Weinstock Productions, 10th Hole Productions, KODA Entertainment, 120dB Films, Dreambridge Films, Image Entertainment © 2012

Film ini sedikit mengingatkan saya dengan film terbaik Academy Awards 1979, “Kramer vs. Kramer,” yang mengisahkan pertempuran hak asuh antara Dustin Hoffman dan Meryl Streep. Tapi ini hanya bagian pertama di film ini saja. Film yang disutradarai Scott McGehee dan David Siegel ini lebih berkisah banyak akan Maisie, dan bukan kedua orangtua mereka.

Kisah film ini sebetulnya adalah sebuah adaptasi modern dari sebuah novel klasik berjudul sama karangan Henry James, yang terbit di akhir abad ke-19. Versi ceritanya kemudian digubah sedemikian rupa oleh Carroll Cartwright dan Nancy Doyne, hingga berlatar kota New York pada ceritanya.

courtesy of red crown productions, weinstock productions, 10th hole productions, koda entertainment, 120db films, dreambridge films, image entertainment © 2012
Courtesy of Red Crown Productions, Weinstock Productions, 10th Hole Productions, KODA Entertainment, 120dB Films, Dreambridge Films, Image Entertainment © 2012

Bicara mengenai alur ceritanya, McGehee dan Siegel menghadirkan sebuah tontonan penuh observasi pada karakter utama mereka. Penonton seakan diberikan waktu untuk memahami tingkah laku Maisie yang mandiri dan aktif, dan pelan-pelan seakan menanamkan empati pada sosok Maisie. Baiknya, Maisie tidak pernah menggambarkan kemarahan dengan kedua orangtuanya. Akan tetapi, perilaku keduanya malahan akan membuat penonton yang lebih gemas dibanding Maisie.

Saya cukup mengagumi akting dari Onata Aprile. Ia sungguh mengesankan. Ekspresi-ekspresi sinematik Aprile berhasil ditangkap oleh Giles Nuttgens dan membuat saya terkagum-kagum sepanjang film ini. Ini belum ditambah dengan kehadiran Julianne Moore yang seperti biasa membius penonton melalui watak Susanna yang tak terduga dan adegan-adegan emosionalnya.

courtesy of red crown productions, weinstock productions, 10th hole productions, koda entertainment, 120db films, dreambridge films, image entertainment © 2012
Courtesy of Red Crown Productions, Weinstock Productions, 10th Hole Productions, KODA Entertainment, 120dB Films, Dreambridge Films, Image Entertainment © 2012

Karakter pendukung lainnya, seperti Lincoln dan Margo, yang diperankan Alexander Skarsgård dan Joanna Vanderham cukup memberi warna buat penonton. Terutama Vanderham, yang karakter Margo-nya saya pertanyakan sepanjang film akan ketulusannya pada Maisie.

Walaupun bukan sebuah drama unggulan, “What Maisie Knew” dikemas cukup menarik dan akan sedikit memainkan emosi penonton. Saya senang dengan cara penggambarannya yang seakan membuat penonton mengobservasi siapa yang bersalah, siapa yang seakan disalahkan, dan siapa yang jadi korban tak berdaya.

What Maisie Knew (2012)
R, 99 menit
Drama
Director: Scott McGeHee, David Siegel
Writer: Nancy Doyne, Carroll Cartwright, Henry James
Full Cast: Julianne Moore, Steve Coogan, Alexander Skarsgård, Joanna Vanderham, Onata Aprile, Sadie Rae, Jesse Stone Spadaccini, Diana García, Amelia Campbell, Maddie Corman, Paddy Croft, Trevor Long, Emma Holzer, Nadia Gan, Samantha Buck, Anne O’Shea, Malachi Weir, Ellen Crown, Jessica Miano Kruel, Zachary Unger, Arianna Shirak, Thomas Pescod, Robert C. Kirk, Nate Lang, Shobhit Agarwal, Joel Marsh Garland, Sean Gormley, Luke Forbes, Andrea Bordeaux, Stephen Mailer, Harrison Nesbit, Evangelo Bousis, Bruce Cannon, Henry Kelemen, Cinna Vesterberg-Rosa, Valentine Aprile

#240 – What Maisie Knew (2012) was last modified: Juli 11th, 2021 by Bavner Donaldo