Dilanjutkan dengan sebuah sekuel, “Now You See Me 2” memang tidak mengejutkan karena ending pendahulunya yang cukup menggantung. Kali ini, film ini dibawah arahan Jon M. Chu, sutradara yang cukup dikenal dengan “Never Say Never”-nya Bieber, ataupun beberapa film franchise “Step Up.”

Film diawali dengan sepotong cerita masa lalu, ketika Dylan Rhodes menyaksikan penampilan terakhir sang Ayah yang gagal menyelamatkan diri dari sebuah kotak besi yang ditenggelamkan dasar laut.

234-Picture3
Courtesy of Lionsgate, Summit Entertainment © 2016

Tidak lama setelah itu, ketiga penunggang kuda mendapat anggota baru. Ia adalah Lula May, diperankan oleh Lizzy Caplan, seorang pesulap yang juga cukup mahir sebagai escapologist. Lula cukup memberi warna baru dari penunggang kuda lain, yaitu, Daniel Atlas, Merritt McKinney, dan Jack Wilder.

Sehabis melakukan sebuah aksi mereka, dengan mengacaukan sebuah kegiatan rilis sebuah platform social media, keempat penunggang kuda tiba di Macau. Disana mereka ternyata diculik oleh seorang techpreneur bernama Walter Mabry, diperankan oleh Daniel Radcliffle. Dengan kekuasaan yang dimiliki Mabry, Ia berniat untuk menggunakan para penunggang kuda untuk melancarkan misi utamanya: merebut chip yang dapat meretas segala informasi.

Courtesy of Lionsgate, Summit Entertainment © 2016
Courtesy of Lionsgate, Summit Entertainment © 2016

Dalam versi keduanya, film “Now You See Me 2” terkesan lebih menarik. Terutama bagaiman ketika mereka memainkan aksi sulap berbasis kecepatan dan ketepatan, yang kadang membuat saya berpikir sangat mustahil untuk terealisasi di dunia nyata. Kisah yang awalnya dikarang Boaz Yakin dan Edward Ricourt, dilanjutkan oleh Ed Solomon dan Pete Chiarelli, serta di finalisasi dalam bentuk naskah oleh Solomon. Sayangnya, Solomon terlalu mengemas cerita aksi yang terlalu scripted, tetapi masih menarik untuk ditonton.

Bicara ceritanya, sebetulnya film ini masing menggunggulkan formula yang sama. Namun, karakter-karakter pemainnya yang sudah cukup khas memang memberi warna tersendiri, terutama dalam menghidupkan beberapa nuansa komedi disini. Adegan yang paling saya sukai adalah ketika mereka berlima, termasuk Rhodes, saat melancarkan aksi mencuri chip. Pengemasan adegan yang menarik, namun terlalu fiksional.

Courtesy of Lionsgate, Summit Entertainment © 2016
Courtesy of Lionsgate, Summit Entertainment © 2016

Beberapa karakter baru di film ini, seperti yang diperankan Chaplan, cukup memberi warna baru. Extrovert Chaplan cukup berhasil menarik minat saya sepanjang film ini, apalagi ketika dipasangkan sebagai love interest Dave Franco di film ini. Lain halnya di sisi antagonis yang digawangi Radcliffe, yang tampil dengan kemasan lebih brewok, namun punya karakter yang tidak tercermin penampilannya. Ia lebih konyol, kocak, dan terlihat tolol.

Secara keseluruhan “Now You See Me 2” terkesan biasa saja. Film ini cukup menyajikan hal-hal menarik. Tetapi, entah kenapa, bagian action dalam film ini hanya membuat saya mengantuk, seperti yang terjadi ketika menyaksikan film pendahulunya.

#234 – Now You See Me 2 (2016) was last modified: November 13th, 2020 by Bavner Donaldo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here