Cinta pada pandangan pertama? Why not. Ini yang dirasakan Ji-Hwan, seorang penjaga kafe, diperankan oleh Cha Tae-Hyun. Sosok Soo-In, yang diperankan Son Ye-Jin, membuatnya keluar batas, layaknya hewan buas yang tiba-tiba bertemu dengan santapannya. Aksi diluar kendali ini membuat Ji-Hwan berkenalan dengan Soo-In, sekaligus dengan sahabatnya, Kyung-Hee, yang diperankan Lee Eun-Ju.

Awalnya, kenekatan Ji-Hwan untuk menyatakan perasaan pada Soo-In berbuah sebuah hal baru: menjadi teman. Kian lama, ketiganya mulai menghabiskan waktu bersama. Mulai dari menonton bioskop, mengunjungi taman hiburan, hingga berkeliling ke luar kota. Alhasil, niat awal yang berbau cinta memudar dan merekatkan hubungan ketiganya.

162-Picture6
Courtesy Popcorn Films © 2002

Akan tetapi, ada satu hal yang janggal. Sosok Kyung-Hee yang memang tidak secantik Soo-In, namun lebih atraktif, ternyata menjadi girl behind story kisah ini. Ketika Ji-Hwan masih terlihat agresif untuk memperlihatkan perasaannya pada Soo-In, di sisi lain Ia mulai membangun ketertarikan pada Kyung-Hee. Alhasil, tearjerker drama ini menjadi sebuah tontonan yang menyenangkan, menghibur, sekaligus menyedihkan.

162-Picture4
Courtesy Popcorn Films © 2002

Sebetulnya, kisah yang ditawarkan Lee Han, sutradara sekaligus penulis naskah film ini cukup standar: kisah drama cengeng Asia yang dihinggapi masalah cinta, penyakit, dan kematian. Lee Han cukup berhasil menggunakan formula standar ini untuk menjadikan film ini sebagai tontonan yang laris manis penonton. Walaupun ceritanya sebetulnya agak cukup sedikit lebih baik dari versi standar, Lee Han mengemasnya layak sebuah puisi cinta: penuh dengan monolog-monolog surat dan kutipan-kutipan cinta.

162-Picture2
Courtesy Popcorn Films © 2002

Sosok pemeran utama pria di film ini, Cha Tae-Hyun, menghadirkan sesuatu yang cukup berbeda setelah cukup berhasil kala itu lewat Korean Box Office “My Sassy Girl.” Karakter Ji-Hwan, yang mungkin agak cukup diragukan awalnya, ternyata menebar pesona lewat kenekatannya sekaligus pemberi keceriaan pada kedua lawan mainnya. Berbeda halnya dengan Son Ye-Jin dalam karakter Soo-In. Lee Han sekaan sudah cukup jelas menggambarkan bila Soo-In sedang dalam tidak kondisi yang baik, lewat wajahnya yang hampir selalu pucat. Bicara tentang Ye-Jin, ini merupakan salah satu film di awal kariernya, sebelum akhirnya kembali bermain menjadi perempuan sakit-sakitan seperti Soo-In di “A Moment to Remember”, ataupun drama-drama seperti “The Classic”, “Crazy First Love” hingga “April Snow.” Tetapi, karakter Kyung-Hee, yang diperankan mendiang Eun-Joo merupakan kartu As cerita ini. Film ini adalah salah satu peninggalan Eun-Joo dan penampilan terbaiknya selama karier aktingnya.

162-Picture7
Courtesy Popcorn Films © 2002

Film yang berdurasi 106 menit ternyata punya penceritaannya yang membuat penonton merasa ceritanya melaju terlalu cepat. Film ini mungkin cukup panjang. Personally, I want these to be a longer movie… Semakin lama masuk ke dalam ceritanya,  karakter Kyung-Hee menjadi alasan ketertarikan saya. Sekaligus, film ini akan memberikan sedikit kejutan di bagian akhirnya.

Ada satu kutipan menarik dari film ini, yang sebetulnya mengutip film “Il Postino” tahun 1994, “I’ve fallen in love. It’s no big deal. No. It hurts so much. But, I want to keep on hurting.” Instrumen musik pendukung juga memperkuat suasana yang ingin ditonjolkan. Alhasil, Lee Han menyulap sebuah kisah sederhana yang bertutur dengan sangat indah, menyentuh, dan cukup berkesan.

Lover’s Concerto [Yeonae soseol] (2002)
106 menit
Drama, Romance
Director: Lee Han
Writer: Lee Han
Full Cast: Cha Tae-Hyun, Son Ye-Jin, Lee Eun-Ju, Park Yong-Woo, Jeon Hie-Ju, Kim Nam-Jin, Lee J—Yeon, Moon Geun-Young, Park Tae-Kyeong
#162 – Lover’s Concerto [Yeonae soseol] (2002) was last modified: November 24th, 2020 by Bavner Donaldo