Melihat judulnya saja, penonton sudah tidak akan heran dengan kisahnya. Film drama melankolis dari negeri ginseng ini cukup menyedihkan. Film ini berkisah tentang sebuah momen yang harus tetap diingat bagi kedua karakter utamanya, dalam mempertahankan kekuatan cinta mereka.

Ini berawal dari sebuah penantian seorang pria di sebuah stasiun. Seorang wanita bernama Kim Su Jin, yang diperankan oleh Son Ye Jin, menunggu sang kekasih yang telah menikah. Sayang, sang pujaan hati tidak pernah datang dan menyakitkan hatinya. Ia kemudian memutuskan untuk pergi ke sebuah minimarket. Disana Ia membeli sebuah Coca-Cola. Ia kemudian keluar dari minimarket tersebut, dan menyadari bahwa minuman yang telah dibelinya lupa dibawa. Ia kembali, membuka pintu minimarket, dan melihat seorang pria sedang membawa sebuah minuman yang sama. Ia mengira laki-laki tersebut yang mengambil minuman yang telah dibelinya. Kemudian Su Jin langsung meminum minuman milik pria itu dan masuk ke dalam minimarket. Setibanya di tempat kasir, kasir langsung mengembalikan sebuah dompet dan minuman yang tertinggal. Ia kemudian sadar bahwa Ia telah melakukan sebuah hal yang bodoh.

13-Picture3
Courtesy of CJ Entertainment, Sidus Pictures © 2004

Rencana lari dengan suami orang, gagal total. Ia kembali ke rumah, dan harus melewati hari-harinya dengan sulit, sebagai wanita pengambil suami orang. Suatu hari, Ia menemani sang Ayah yang bekerja sebagai seorang kontraktor. Sesadarnya Su Jin, Ia kemudian bertemu kembali dengan pria di minimarket. Pria tersebut ternyata adalah bawahan sang Ayah. Namun, Ia kemudian jatuh cinta dengan sosok pria ini.

13-Picture2
Courtesy of CJ Entertainment, Sidus Pictures © 2004

Pria tersebut bernama Choi Chul Soo, yang diperankan oleh Jung Woo Sung. Ia hidup sendiri, dan menjadi seorang pekerja bangunan. Singkat cerita, keduanya menjalin cinta dan menikah. Kisah kehidupan cinta keduanya berjalan dengan sangat mulus. Namun, suatu ketika ternyata Su Jin mengidap suatu penyakit yang tidak bisa disembuhkan, yaitu Alzheimer. Sang kekasih, Chul Soo, hanya bisa terus bertahan untuk menemani sang kekasih dan berusaha untuk selalu mengingatkan setiap momen yang pernah dilewati mereka berdua. Sedangkan sang kekasih, Su Jin, harus melewati harinya dengan hilangnya ingatan akan hari-hari indah tersebut.

13-Picture1
Courtesy of CJ Entertainment, Sidus Pictures © 2004

Film yang disutradari John H. Lee ini mengalir dengan begitu cepat dengan penambahan dramatisir aransemen musik. Seperti biasa, film Korea cukup mengandalkan pesona musik klasik serta latar pemandangan yang indah. Itu semua dapat disaksikan lewat film ini. Secara keseluruhan, film ini bagus, dengan dialog-dialog yang menyentuh dan adegan yang akan menguras air mata.

13-Picture6
Courtesy of CJ Entertainment, Sidus Pictures © 2004

Ada sebuah kalimat yang cukup menarik dalam film ini, “Forgiving… is giving your hate just a little room in your heart.” Sosok wanita yang murah hati, mampu menyentuh sang suami yang temperamen, untuk melupakan dan memaafkan kehidupan masa kecilnya yang ditinggal oleh sang Ibu. Akhirnya berkat keberanian Su Jin, Chul Soo berani untuk memaafkan dan membayar seluruh hutang Ibunya.

13-Picture7
Courtesy of CJ Entertainment, Sidus Pictures © 2004

Tidak heran, film Korea merupakan spesialis film melodrama. Sayang, saya lebih tersentuh menyaksikan “Wedding Dress” dibanding film ini. Tetapi, ini sebuah kisah yang cukup menyedihkan, terutama untuk sebuah kisah cinta. A Moment to Remember adalah sebuah usaha pengembalian momen-momen terbaik untuk Su Jin. Yang baik, penonton tidak akan diperhadapkan gaya bunuh diri seperti “Romeo and Juliet”, tetapi gaya cerita film ini lebih mengarah seperti “A Walk to Remember” yang lebih dewasa.

13-Picture4
Courtesy of CJ Entertainment, Sidus Pictures © 2004

Mungkin film ini bukanlah sebuah tema untuk remaja, tetapi lebih tepatnya untuk para pasangan muda. Bahwa kadang cinta dapat menjadi sebuah hal yang menyakitkan. Yang paling menarik dari film ini adalah ketika titik klimaks film ini, yaitu saat Chul Soo membaca sebuah surat ketika Su Jin melarikan diri dari rumah. Katanya, “I love you. And I’m sorry. I met you because I was forgetful. I am leaving you because I was forgetful. You were the best thing that ever happened to me. How thankful I am to God for having sent you as a gift to me.”

A Moment to Remember [Nae meorisokui jiwoogae] (2004)
117 menit
Drama, Romance
Director : John H. Lee
Writer: John H. Lee, Kim Young Ha
Full Cast : Jung Woo Sung, Son Ye Jin, Baek Jong Hak, Lee Seon Jin, Park Sang Gyu, Kim Hee Ryeong, Seon Ji Hyun, Kim Bu Seon, Kim Joong Ki, Hyun Young, Park Mi Suk, Shin Cheol Jin, Jin Yong Ok, Shin Hyun Tak, Kwon Byung Gil, Oh Gwang Rok, Jung Min Sung, Choi Gyo Sik, David McInnis
#13 – A Moment to Remember [Nae meorisokui jiwoogae] (2004) was last modified: November 14th, 2020 by Bavner Donaldo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here