“The Lovely Bones” diadaptasi dari sebuah novel best-seller berjudul sama karya Alice Sebold ini, adalah sebuah kisah flashback yang menceritakan mengenai seorang remaja perempuan, yang bernama Susie Salmon, yang diperankan dengan baik oleh Saoirse Ronan dalam film ini, tentang bagaimana Ia terbunuh dan kelanjutan nasibnya di alam yang lain.

Film yang disutradarai, dikarang, dan diproduseri oleh Peter Jackson ini, berjalan dengan sangat baik. Jackson juga dengan kemampuannya dalam mentransfer imaginasi ke dalam kamera, membuat film ini agak sedikit berbau dengan khayalan-khalayan, yang dikesankan dengan nyata, tetapi terjadi di dalam alam yang berbeda. Film ini penuh dengan penggambaran alam lain yang begitu indah dimana Susie berada, dan berhasil digambarkan Jackson, walau sebenarnya tidak realistis.

78-picture6
Courtesy of DreamWorks SKG, Film4, WingNut Films, New Zealand Large Budget Screen Production Grant, Goldcrest Pictures, Key Creatives © 2009

Kisah ini berkisah tentang Susie Salmon, yang dibunuh oleh tetangganya, Mr Harvey, yang diperankan oleh Stanley Tucci. Mr Harvey yang penyendiri, ternyata memiliki banyak rahasia yang dipendamnya, yaitu memiliki insting untuk membunuh korbannya dengan jebakan. Sebetulnya, Susie sudah diincar sekian lama oleh Mr Harvey, melalui pengamatan, rencana ruang penjebakan, dan hari H itu sendiri.

Susie sebetulnya baru saja mau merasakan cinta pertamanya dengan seorang pria, bernama Ray Singh, yang diperankan oleh Reece Ritchie. Namun, pada hari rencana pertemuan keduanya, Susie berhasil dijebak oleh Mr Harvey, di sebuah ruang bawah tanah yang berada di ladang jagung dekat sekolah Susie. Dengan ajakan yang diturutinya, Mr Harvey memperlihatkan sebuah tempat yang disebutnya sebagai “tempat bermain” yang tidak boleh dimasuki oleh orang dewasa selain dirinya. Sayang, Susie tidak diperbolehkan keluar dari tempat itu. Ketika Ia berusaha untuk kabur, Ia akhirnya berhasil menjadi korban keganasan Mr Harvey berikutnya.

78-picture4
Courtesy of DreamWorks SKG, Film4, WingNut Films, New Zealand Large Budget Screen Production Grant, Goldcrest Pictures, Key Creatives © 2009

Setelah Susie meninggal, yang terjadi hanyalah kepincangan di dalam keluarganya. Ayahnya, Jack Salmon, yang diperankan oleh Mark Wahlberg, terus berusaha untuk mencari keadilan atas kehilangan anaknya. Ibunya, Abigail Salmon, yang diperankan oleh Rachel Weisz, menjadi semakin frustasi dan meninggalkan keluarganya. Sedangkan Neneknya Susie yang cukup liar, Grandma Lynn, diperankan oleh Susan Sarandon, hanya semakin mengacaukan keadaan rumah tersebut dengan perilakunya yang amburadul.

Ada seorang remaja perempuan yang bernama Ruth Connors, yang diperankan oleh Carolyn Dando. Walaupun hanya sebagai karakter pendukung, namun Ia memiliki bagian yang cukup patut diperhitungkan dalam film ini. Ruth, adalah seseorang yang diperlihatkan penyendiri dan pendiam, tampak aneh. Ternyata Ruth memiliki kemampuan untuk merasakan sesuatu yang tidak bisa dirasakan oleh orang-orang pada umumnya, berbicara dengan Roh melalui batinnya. Ruth kemudian menjadi sebagai mediator Susie, dan berakhir dengan menjadi kekasih Ray Singh, yang ditinggal mati oleh Susie. Walau tidak terlalu banyak kemunculan karakter ini, Ia sangat berperan dalam kisah cinta Susie. Melalui tubuhnya, Susie masuk ke dalam tubuh Ruth, dan melakukan ucapan perpisahan dengan cinta pertamanya itu.

78-picture2
Courtesy of DreamWorks SKG, Film4, WingNut Films, New Zealand Large Budget Screen Production Grant, Goldcrest Pictures, Key Creatives © 2009

Waktu terus berlalu, dan pembunuh Susie tidak ditemukan. Polisi setempat yang berusaha membantu Ayah Susie dengan menginterogasi semua orang yang dianggap mencurigakan, gagal memberikan hasil yang diharapkan. Mr Harvey yang terbilang sudah cukup berpengalaman, berhasil dalam berpura-pura dari pihak polisi.

Sama seperti ayahnya, Susie pun tidak tenang. Walau Ia berada di dunia lain, Ia tidak merasakan sebuah ketenangan. Semua itu kemudian menjadi berakhir sejak Lindsey, yang diperankan oleh Rose McIver, yang merupakan adik kandung Susie menjadi incaran Mr Harvey berikutnya. Lindsey yang pintar dan cukup berprestasi ini, lebih peka dibanding sang kakak. Ia memang merasakan sesuatu yang berbeda dengan tetangganya itu. Rahasia pun terkuak, bahwa Mr Harvey adalah pembunuh Susie. Walaupun sudah ketahuan, Mr Harvey dengan cepat langsung membuang mayat Susie yang ternyata disimpan di dalam sebuah safe box, yang kemudian dibuangnya di sebuah lubang tempat pembuangan barang bekas.

78-picture5
Courtesy of DreamWorks SKG, Film4, WingNut Films, New Zealand Large Budget Screen Production Grant, Goldcrest Pictures, Key Creatives © 2009

Film ini memberikan sebuah pembelajaran yang baik. Pada akhirnya, keluarga Susie pun dengan ikhlas melepaskan kepergian Susie, mereka tidak mengejar Mr Harvey, karena bagaimanapun juga Susie telah tiada. Keikhlasan itu disertai dengan terkuburnya jasad Susie yang membuat arwahnya tenang. Susie yang berada di alam lain pun digambarkan bertemu dengan gadis-gadis yang merupakan korban keganasan Mr Harvey, dan mereka sadar bahwa pada akhirnya manusia juga akan meninggal dengan sendirinya. Begitupun dengan nasib yang menimpa Mr Harvey, setelah beberapa tahun kemudian, Ia pun harus menelan kematian tragisnya yang jatuh ke sebuah jurang.

78-picture7
Courtesy of DreamWorks SKG, Film4, WingNut Films, New Zealand Large Budget Screen Production Grant, Goldcrest Pictures, Key Creatives © 2009

Akhir yang sangat mengesankan. Selain memang berasal dari sebuah kisah yang memang kuat, para pemeran dalam tiap karakter pada film ini juga sangat mendukung. Terutama Stanley Tucci, yang cukup berhasil mendapatkan sebuah nominasi Best Supporting Actor penghargaan Academy Awards atas perannya dalam film ini.

Sebuah penggabungan drama dan fantasi yang sangat fantastis. Percintaan, pembunuhan, pencarian keadilan, hingga keikhlasan, mewarnai film ini. “The Lovely Bones” tidak hanya menghibur dengan kisahnya yang best-seller, tetapi juga memberikan sebuah arti baru tentang pentingnya sebuah keikhlasan, karena pada akhirnya, semua orang akan mati, sehingga tidak perlu membalas sebuah kematian dengan kematian juga.

The Lovely Bones (2009)
PG-13, 135 menit
Drama
Director: Peter Jackson
Writer: Fran Walsh, Phillipa Boyens, Peter Jackson, Alice Sebold
Full Cast : Mark Wahlberg, Rachel Weisz, Susan Sarandon, Stanley Tucci, Michael Imperioli, Saoirse Ronan, Rose McIver, Christian Ashdale, Reece Ritchie, Carolyn Dando, Nikki SooHoo, Andrew James Allen, Jake Abel, AJ Michalka, Thomas McCarthy, Stink Fisher, Evelyn Lennon, Stefania Owen, Marley McKay, Ashley Brimfield, John Jezior, Anna George, Kirit Kapadia, Richard Lambeth, William Zielinski, Glen Drake, Nick Baker, Dan Kern, Greg Wood, Freya Milner, Katie Jackson, Ruby Hudson, Tina Graham, Phoebe Gittins, Anna Dawson, Lili Bayliss, Bruce Phillips, Veronica Horn, Jack Hoffman, David C. Roehm Sr., Seth F. Miller, Lee Miller, Michael A. Salvato, Nakia Dillard, William Hummel, James Vassanelli, Scott Evans, Billy Jackson, Bob Burns, Kathy Burns, April Phillips, Grace Carden-Horton, Gabby Greig, Bravo, Stan The Wonder Pug
#78 – The Lovely Bones (2009) was last modified: Juli 5th, 2021 by Bavner Donaldo