Berjudul cukup panjang, “All Things Must Pass: The Rise and Fall of Tower Records” merupakan sebuah tontonan yang bercerita tentang Tower Records. Tower Records? Mungkin untuk generasi 90-an seperti saya akan kurang mengenalinya. Awalnya, saya hanya mengira bila ini merupakan sebuah perusahaan produksi rekaman. Dan, itu semua salah. Tower Records adalah sebuah toko musik terbesar di era kejayaannya.

Di bagian awal film, penonton akan diperlihatkan dengan sisa-sisa kejayaannya. Masih ada bangunan toko dengan beberapa peralatan peninggalan yang kini sudah tak terpakai. Film kemudian berlanjut dengan mempertemukan penonton dengan Russ Solomon, orang dibalik kesuksesan Tower Records.

all things must pass
Courtesy of Company Name © 2015

Film ini menghadirkan cukup banyak narasumber. Dalam catatan saya, ada sebanyak 19 narasumber, dimana ketiganya artis: Elton John, Dave Grohl (Nirvana), dan David Geffen. Sisanya termasuk Russ Solomon, Michael Solomon (anak Russ), ditambah para manajemen senior yang ikut berperan dalam membesarkan toko musik ini.

Seperti lazimnya, bagian awal penonton akan diceritakan mengenai awal mula sepak terjang Tower Records, sebelum akhirnya dibeli Russ dan ayahnya yang ketika itu hanya menjadikannya sebagai toko jual beli LP bekas. Russ yang masih sangat muda kemudian mencoba mengubah konsep bisnis yang kini dimilikinya. Ia ingin membuat sebuah toko musik terbesar di dunia dan Ia berhasil.

all things must pass: the rise and fall of tower records
Courtesy of Company Name © 2015

Lahirnya Tower Records di San Fransisco bukanlah sebuah peristiwa yang biasa. Ia ikut andil dalam menghidupkan era rock and roll yang didominasi oleh The Beach Boys, kemudian berlanjut dengan British Invansion-nya The Beatles, hingga ke era 70-an bersama The Eagles dan Elton John.

            Film ini disutradarai oleh Colin Hanks. Hanks melakukan produksi film ini atas hasil crowdfunding melalui Kickstarter sejak 2011, sebesar $92,025 dari 1,686 backers. Sepanjang menyaksikan dokumenter ini, saya tidak pernah merasa bosan. Steven Leckart yang bertugas sebagai penulis dalam film ini berhasil memadukan alur cerita yang pas. Ketika sebuah bagian cerita sudah mau memasuki titik kurang menarik, Leckart langsung memasukkan kisah yang baru. Alhasil, penonton akan merasa tidak ada momen yang zonk di film ini.

219-picture3
Courtesy of Company Name © 2015

            Salah satu quote yang membuat saya berkesan adalah ketika Elton John berkata, “I spent more money in Tower Records than any other human being.” Statement ini ketika film ini menceritakan bahwa ada beberap artis besar menjadi Tower Records sebagai salah satu tempat yang mereka kunjungi, termasuk ritual mingguan Elton John untuk memborong koleksi terbaru mereka.

            Film ini seperti halaman Wikipedia terlengkap tentang Tower Records dari para pembesarnya. Mulai dari kelahiran, kejayaan, hingga keruntuhan. Mulai dari kesuksesan dari penciptanya, dan mulai menurun ketika digantikan penerusnya. Mulai dari sebuah toko di San Fransisco dan berhasil melakukan ekspansi ke Jepang dan beberapa negara lainnya. Mulai dari kesuksesan mereka dengan LP, lalu berlanjut dengan CD, dan mulai menyusut akibat ancaman Best Buy hingga Napster. Sebuah dokumenter yang menarik!

All Things Must Pass: The Rise and Fall of Tower Records (2015)
94 menit
Documentary, History, Music
Director: Colin Hanks
Writer: Steven Leckart
Full Cast: Chuck D., Chris Cornell, Heidi Cotler, Rudy Danzinger, Bob Delanoy, Mike Farrace, David Geffen, Stan Goman, Dave Grohl, Chris Hopson, Elton John, Steve Knopper, Steve Nikkel, Ken Sockolov, Russ Solomon, Bruce Springsteen, Ahmir-Khalib Thompson, Jim Urie, Mark Viducich

#219 – All Things Must Pass: The Rise and Fall of Tower Records (2015) was last modified: Juli 11th, 2021 by Bavner Donaldo