“There Will Be Blood” adalah sebuah film dengan penampilan yang cukup memorable dari pemeran utamanya, Daniel Day-Lewis, yang berperan sebagai Daniel Plainview. Ada sebuah kejutan yang cukup menarik pada bagian awal film ini. Kurang lebih selama 20 menit bagian awal ini, penonton hanya akan mendapat sebuah tontonan bisu yang dihias dengan sebuah narasi. Tetapi dalam waktu yang cukup panjang ini, penonton akan memulai beradaptasi dengan kisah perjalanan hidup Daniel Plainview.

Daniel Plainview, yang diperankan oleh Daniel Day-Lewis, adalah seorang penambang minyak. Dengan kekuatan dirinya sendiri, Ia berusaha untuk menggali dan menemukan sumur-sumur minyak di dataran Amerika. Dengan mengambil setting di awal abad ke-20, penonton akan ditakjubkan dengan berbagai macam sistem pengolahan minyak yang masih tradisional, yang penuh dengan ledakan, hingga memakan nyawa para penambangnya.

73-Picture2
Courtesy of Paramount Vantage, Miramax, Ghoulardi Film Company © 2007

Plainview tidak hanya sendirian. Ia ditemani oleh seorang anak yang bernama H.M. Plainview. Pekerjaan Plainview menjadi semakin sukses, seiring dengan sumur-sumur minyak yang terus menghasilkan ribuan dollar untuknya. Kehidupannya pun berubah sejak bertemu dengan Paul Sunday, yang diperankan oleh Paul Dano. Paul adalah seorang anak petani miskin yang memiliki banyak saudara yang tinggal di sebuah kota di New Boston, California. Suatu hari, Paul mendatangi Daniel untuk menawarkan sebuah jasa untuk memberitahu lokasi yang mengandung banyak minyak. Dengan permintaan imbalan sejumlah uang, Daniel akhirnya menyetujui penawaran Paul.

Daniel bersama anak lelaki tunggalnya memulai perjalanan mereka di kota tersebut. Dengan berpura-pura untuk berburu, mereka akhirnya menemukan yang dimaksud oleh Paul. Setiba disana mereka bertemu keluarga Sunday, dan saudara Paul yang merupakan seorang pendeta, yang bernama Eli. Eli Sunday, yang juga diperankan oleh Paul Dano, adalah seseorang yang sangat religius. Maksud Daniel untuk menguasai ladang minyak tersebut akhirnya terkuak dan membutuhkan kesepakatan masyarakat setempat. Ternyata, sosok gereja “Third Revelation” milik Eli memiliki cukup andil dalam keputusan. Untuk itu, dalam rangka pembuatan sebuah sumur, Eli meminta Daniel untuk ikut membangun berbagai infrastuktur gereja mereka.

73-Picture1
Courtesy of Paramount Vantage, Miramax, Ghoulardi Film Company © 2007

Demi mendapatkan ladang minyak tersebut, Plainview berusaha untuk memenuhi permintaan-permintaan tersebut. Konflik di dalam film ini dimulai sejak sebuah kecelakaan yang menimpa H.M. Plainview. Suatu ketika, H.M. Plainview sedang mengamati proses pengeboran minyak dari atap sumur. Karena kelakuannya itu, membuat Ia harus tersembur minyak dan harus kehilangan kemampuan pendengarannya. H.M. yang menjadi tuli, membuat Daniel harus memiliki konflik dalam dirinya sendiri. Selain harus memiliki seorang anak yang cacat, Ia juga menjadi bahan pembicaraan.

Daniel Day-Lewis memberikan sebuah penampilan dengan kualitas akting yang sangat brilian dalam film ini. Tidak heran Ia mendapatkan piala Oscar untuk kedua kalinya sebagai Best Actor in Leading Role, setelah perannya dalam “My Left Foot : The Story of Christy Brown” di tahun 1989. Jika diperhatikan cukup seksama, sosok karakter Plainview yang berwatak kasar, keras, serta berusaha menghalalkan segala cara, berhasil diperankan Day-Lewis dengan sangat apik. Dari tutur cara bicara dan mimik yang khas, penonton akan cukup terpukau dengan cara penggambaran yang sukses itu.

73-Picture6
Courtesy of Paramount Vantage, Miramax, Ghoulardi Film Company © 2007

Selain itu, film ini banyak menghadirkan adegan inaudible, dimana penonton pada beberapa bagian akan merasakan nasib H.M. Plainview yang tidak bisa mendengar. Ada beberapa adegan yang sengaja tidak diperdengarkan, karena penonton dibuat untuk melihat adegan tersebut dari sudut pandang H.M. Plainview. Tetapi secara kualitas suara, ini adalah sebuah film yang cukup baik. Tata suara film ini diatur dengan apik, dan cukup detil. Kesesuaian itu juga sangat selaras dengan detil-detil yang diperlihatkan Anderson dalam film ini.

Paul Thomas Anderson, sutradara film ini, melakukan sebuah penggambaran yang cukup detail tentang kehidupan ekonomi saat itu, proses penambangan minyak, hingga kehidupan Daniel Plainview. Film yang diadaptasi, disutradarai, dan diproduseri Anderson ini menawarkan sebuah tontonan yang berbeda. Anderson memberikan sebuah penggambaran widescreen yang cukup memukau. Tata pengambilan gambar dalam film ini sangatlah baik. Tidak hanya dengan pengambilan dari jarak jauh yang indah, namun juga pengambilan close-up pada karakternya sehingga penonton dapat lebih memahami setiap karakter film ini.

73-Picture4
Courtesy of Paramount Vantage, Miramax, Ghoulardi Film Company © 2007

Film ini adalah salah satu yang terbaik pada tahun 2007. Berhasil mendapatkan tujuh nominasi di Academy Award, termasuk Best Picture dan Best Director, dan memenangkan dua piala Oscar untuk Best Actor in Leading Role (Daniel Day-Lewis) dan Best Cinematography (Robert Elswit).

Film ini memberikan sebuah ending yang cukup ambigu. Walau pada akhirnya, saya mulai mengerti maksud dari judul film ini, yang bila diartikan pasti akan berakhir dengan pertumpahan darah. Film ini berakhir dengan adegan kekerasan yang dilakukan Daniel kepada Eli, hingga membuat Eli tewas. Penonton memang akan merasakan sedikit kejanggalan dengan maksud sebenarnya dari kisah ini, karena sebetulnya ini hanyalah konflik dalam diri Daniel Plainview. Walaupun tidak berakhir dengan happy ending, sosok Plainview memberikan sebuah pertanyaan yang cukup besar, yaitu apa yang akan terjadi dengannya. Setidaknya, “There Will Be Blood” memberikan sentuhan yang sangat baik, dan penggambaran sosok Daniel Plainview yang ambisius yang harus bertemu dengan keyakinan. Seperti tagline film ini, “When Ambition Meets Faith”, dan semuanya hanya tergambar dengan jelas melalui film ini.

There Will Be Blood (2007)
R, 158 menit
Drama
Director: Paul Thomas Anderson
Writer: Paul Thomas Anderson, Upton Sinclair
Full Cast : Daniel Day-Lewis, Martin Stringer, Matthew Braden Stringer, Jacob Stringer, Joseph Mussey, Barry Del Sherman, Harrison Taylor, Stockton Taylor, Paul F. Tompkins, Dillon Freasier, Kevin Breznahan, Jim Meskimen, Erica Sullivan, Randall Carver, Coco Leigh, Paul Dano, Ciarán Hinds, Sydney McCallister, David Willis, Christine Olejniczak, Kellie Hill, James Downey, Dan Swallow, Robert Arber, Bob Bell, David Williams, Joy Rawls, Louise Gregg, Amber Roberts, John W. Watts, Robert Caroline, Barry Bruce, Irene G. Hunter, Hope Elizabeth Reeves, John Chitwoodr, Kevin J. O’Connor, David Warshofsky, Charles Thomas Doyle, Colton Woodward, John Burton, Hans Howes, Robert Barge, Ronald Krut, Huey Rhudy, Steven Barr, Robert Hills, Colleen Foy, Russell Harvard, Bob Bock, Vince Froio, Phil Shelly
#73 – There Will Be Blood (2007) was last modified: November 17th, 2020 by Bavner Donaldo

1 KOMENTAR

  1. Ini merupakan film yang aku tonton selama lebih dari lima kali. Sy menjadikan film ini sebagai thesis tetapi tiba-tiba ganti dengan obyek baru. Intinya, sy melihat Daniel sebagai seseorang yang menjadikan kapitalis atau ladang minyaknya sebagai agama dan Eli menjadikan agama atau geraja “Third Revelation”-nya sebagai ladang uang. Ada begitu banyak yg bisa ditelusuri dan dianalisis dan film ini, menjadikan salah satu film paling memorable dari segala macam sudut pandang.

    P.S. sy juga menyarankan film ini sebagai festival film di kampusku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here