Mungkin akan terdengar asing bagi para milenial, namun nama Elvis Presley akan tetap selalu dikenang dalam sejarah. Berjudul “Elvis,” film ini akan berkisah tentang perjalanan sang the King of Rock and Roll, sedari awal sampai akhir karir yang begitu singkat. Baiknya, biopic ini merupakan salah satu biografi terbaik yang pernah saya tonton!

Kisah dalam film sebetulnya akan terfokus pada dua karakter utama. Pertama, adalah sosok Elvis Presley, yang diperankan dengan amat mengagumkan oleh Austin Butler. Berangkat dari keluarga white-people yang besar dalam lingkungan black-people, Elvis muda amat terpengaruh dengan pengaruh musik kulit hitam yang amat soulful dengan pencampuran irama gospel yang amat penuh penjiwaan. Hasilnya, Elvis berubah menjadi sosok pemersatu masyarakat Amerika. Dengan berani Ia membawa penjiwaan dan semangat kulit hitam darinya dan diterima sampai Ia menjadi salah satu heartthrob di era 50-an.

elvis
Courtesy of Warner Bros., Bazmark Films, Roadshow Entertainment, The Jackal Group, Wharelock Industries © 2022

Selain Elvis, ada sosok Colonel Tom Parker, diperankan oleh Tom Hanks, yang merupakan man-behind-the-stage. Berbeda dengan Elvis, Col. Tom tahu betul bagaimana mengelola artis jackpotnya ini untuk memperkaya dirinya. Ia amat piawai dalam mengkapitalisasi Elvis, sampai peran ketergantungan ini terbentuk.

Film ini disutradarai oleh Baz Luhrmann, sutradara asal Australia yang selalu saya nikmati karyanya. Sebut saja, “Romeo X Juliet”, “Moulin Rouge” ataupun “The Great Gatsby.” Lewat “Elvis,” Luhrmann sudah menggegerkan sedari opening reel di awal, dengan menunjukkan kesan meriah dan gemerlap dari visualisasi Warner Bros. Oleh karena itu, ketika menyaksikan film ini, saya sudah berangkat dengan segenggam ekspektasi.

elvis
Courtesy of Warner Bros., Bazmark Films, Roadshow Entertainment, The Jackal Group, Wharelock Industries © 2022

Ajaibnya, “Elvis” berhasil membius saya selama 1,5 jam awal film ini udah tidak berkutik, bernyanyi, dan menikmati ceritanya. Sampai-sampai, saya berpikir bila saya hidup di era tersebut dan ada dalam set tersebut, mungkin saja saya menjadi salah satu yang histeris sebagaimana yang dihadirkan pada dramatisasi film.

Film ini dikemas dengan nuansa musikal di bagian awal, dengan melibatkan banyak #1 hits Elvis, sebut saja “All Hound Dog,” “Suspicious Mind,” sampai “Trouble.” Menariknya Luhrmann tidak hanya sebatas layaknya scene musikal klasik, yang berisi nyanyian satu lagu. Disini, Ia berupaya menggabungkan beberapa hal, misalnya ketika menggabungkan adegan bernyanyi di sebuah klub kumuh dengan kegiatan puji-pujian dari sebuah komunitas kulit hitam. Formula ini dipakainya sebagai simbolisasi bagaimana hal-hal ini mempengaruhi Elvis. Ini belum termasuk dengan beberapa hits yang dimodernisasi oleh Doja Cat sampai Eminem sebagai backsound film ini.

elvis
Courtesy of Warner Bros., Bazmark Films, Roadshow Entertainment, The Jackal Group, Wharelock Industries © 2022

Dari penyajian teknis, Luhrmann amat berkelas untuk mengemasnya. Saya amat menyukai adegan ketika Elvis bertemu dengan Col Tom di rumah kaca, ataupun kegilaan para penonton dari setiap aksi Elvis yang penuh totalitas dari panggung. Saya juga amat salut dengan makeup dan hair styling film ini yang amat unggul. Bila anda perhatikan, Austin Butler menampilkan transformasi selayaknya Elvis, mulai dari model rambut yang disisir ke belakang, penampilan feminim, sampai nantinya merawat jambang yang makin memanjang. Begitupula dengan postur tubuh yang terlihat semakin membesar.

Sekarang kita bicara penampilannya. Di film ini, mata saya amat terfokus dengan Austin Butler, kemampuan bagaimana Ia bisa tampil untuk menghipnotis saya lewat kisah perjalanan Elvis muda, yang sejujurnya lebih tampan. Butler mampu untuk merekonstruksi ulang segala kegilaan Elvis, mulai dari goyangan pinggul, penjiwaan yang terasa seperti kesurupan, sampai masalah ketergantungan obat yang dideritanya. Walaupun ini masih di tengah musim 2022, Butler tentu dapat dikatakan menjadi salah satu kandidat kuat untuk kategori Aktor Terbaik tahun ini. Mungkin bila membandingkan adaptasi Judy Garland yang diperankan Renee Zellweger dalam “Judy,” Butler akan terasa lebih unggul karena buat saya ini adalah sebuah penampilan yang tidak terlupakan.

elvis
Courtesy of Warner Bros., Bazmark Films, Roadshow Entertainment, The Jackal Group, Wharelock Industries © 2022

Tidak boleh dilupakan, kunci keberhasilan ini adalah pada karakter yang diperankan Tom Hanks sebagai Colonel Tom. Aktor veteran ini tetap konsisten untuk menghadirkan penampilan dengan penuh kualitas, terutama sebagai mastermind di dalam film ini. Hal ini juga didukung dengan penggambarannya sebagai pria tua yang tidak berdaya, tapi jangan ditanya jika sudah terkait urusan uang. Hehehe.. Tentu, penampilan Hanks disini merupakan salah satu penampilan supporting terbaik pada musim ini.

Oh ya, film ini sedikit mengingatkan saya dengan biografi sekaligus pemenang Best Picture Academy Awards, “Amadeus.” Bila disana penonton akan menyaksikan bagaimana kejahatan Antonio Salieri yang mematikan Mozart, sebagaimana itu pula yang terjadi dengan Elvis dan Colonel Tom. Bedanya, ya yang satu bermain dalam era klasik, yang satunya bersetting di masa Hollywood modern.

elvis
Courtesy of Warner Bros., Bazmark Films, Roadshow Entertainment, The Jackal Group, Wharelock Industries © 2022

Sebetulnya film ini juga tidak sempurna. Walaupun berdurasi 2,5 jam lebih, saya mulai kurang menikmati ketika cerita pada 1 jam terakhir ketika sudah memasuki ke masa-masa krisis kehidupan Elvis. Oh ya, film ini tentunya akan mengangkat sederet peristiwa penting terutama yang terkait dengan masalah rasial dan pembunuhan. Sebut saja pembunuhan Bobby Kennedy, pembunuhan Martin Luther King, sampai pembunuhan aktris Sharon Tate.

Kesimpulan saya, “Elvis” pantas menjadi salah satu musikal sekaligus terbaik dari dekade ini. Memang masih terlalu dini, namun saya yakin film ini sepantasnya dapat meraih beberapa nominasi untuk awards season tahun ini, mulai dari acting, makeup and hairstyling, art direction, cinematography, dan mungkin sound. A splendid tribute!

Elvis (2022)
159 menit
Biography, Drama, Music
Director: Baz Luhrmann
Writer: Baz Luhrmann, Sam Bromell, Craig Pearce, Jeremy Doner
Full Cast: Austin Butler, Tom Hanks, Olivia DeJonge, Helen Thomson, Richard Roxburgh, Kelvin Harrison Jr., David Wenham, Kodi Smit-McPhee, Luke Bracey, Dacre Montgomery, Leon Ford, Gary Clark Jr., Yola, Natasha Bassett, Xavier Samuel, Adam Dunn, Alton Mason, Shonka Dukureh, David Gannon, Shannon Sanders, Charles Grounds, Josh McConville, Kate Mulvany, Gareth Davies, Chaydon Jay
#624 – Elvis (2022) was last modified: Agustus 10th, 2022 by Bavner Donaldo