Sebagai one of my anticipated movies di akhir tahun ini, “Dune” ternyata bisa berjalan sesuai dengan ekspektasi saya. Sebuah remake dari tahun 1984, yang jujur belum ada niatan untuk saya tonton ini diangkat dari sebuah novel klasik berjudul sama karangan Frank Herbert. Mengutip dari salah satu video Ted yang saya tonton, “Dune” adalah penggambaran Herbert di masa depan mengenai bagaimana kecanggihan robot digantikan oleh penyempurnaan kekuatan manusia.

Film ini terfokus pada karakter Paul Atreides, diperankan oleh Timothée Chalamet, yang merupakan seorang penerus tahta dari House of Atreides. Ayahnya, Duke Leto Atreides, yang diperankan oleh Oscar Isaac, baru saja mendapatkan penugasan dari aliansi semesta untuk menguasai Arrakis, sebuah planet gurun yang memiliki harta karun incaran semesta, yaitu rempah. Kembali ngomongin Paul. Menariknya, Ibunya adalah Lady Jessica Atreides, diperankan oleh Rebecca Ferguson, yang merupakan bagian dari Bene Geserrit, yaitu sebuah kelompok penyihir yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan pikiran. Alhasil, Paul benar-benar diberkahi potensi yang amat luar biasa besar.

dune
Production Warner Bros., Legendary Entertainment, Villeneuve Films

Singkat cerita, kedatangan Atreides ke Arrakis ternyata tidak seindah dugaan. Atreides dijebak hingga membuat adanya penyerangan besar. Hal ini berawal dari House of Harkonnen, yang dipimpin Baron Harkonnen, diperankan oleh Stellan Skarsgård, bekerja sama dengan kelompok Sardaukar. Akhirnya, Atreides masuk ke dalam perangkap yang mematikan. Sebagai penerus Atreides, Paul berupaya melarikan diri sekaligus menyelamatkan nyawa bersama Ibunya. Disinilah perjalanan menelusuri planet gurun yang dikendalikan cacing besar itu dimulai.

590 picture2
Production Warner Bros., Legendary Entertainment, Villeneuve Films

Sebagai sebuah sci-fi, apa yang dihadirkan Denis Villeneuve merupakan sebuah tontonan yang amat menjanjikan mata. Visual efek yang ditampilkan “Dune” membuat saya ingin mengkomparasikannya dengan “Mad Max: Fury Road”-nya George Miller yang lumayan kental dengan nuansa pasir dan post-apocalyptic-nya. Bicara dari aksi yang ditawarkan memang tidak kalah seru, tapi mungkin saya akan lebih memilih George Miller untuk eksekusi plot yang lebih menantang. Akan tetapi, membandingkan beberapa film yang saya tonton akhir-akhir ini, “Dune” terbilang sangat unggul dari sisi suara, visual efek, dan juga editing.

dune
Production Warner Bros., Legendary Entertainment, Villeneuve Films

Dari sisi plot, jujur dengan durasi yang lebih dari 2 jam lebih, film ini terlalu mengenyangkan. Memang sih, saya perlu spoiler sediikit ya, di opening credits film ini sudah ditulis ‘Dune Part 1,’ sehingga saya sudah menduga bahwa ceritanya tidak akan berakhir disini. Berhubung saya cukup asing dengan ceritanya, butuh waktu yang lumayan lama hingga akhirnya saya mengerti apa yang sebenarnya sedang diceritakan di film ini.

dune
Production Warner Bros., Legendary Entertainment, Villeneuve Films

Oh ya, aspek costume design dan makeup lumayan menonjol di film ini. Tidak hanya karena tampilan karakter-karakter manusia yang unik, tetapi juga dari kesan ala-ala futuristik yang ditawarkan dengan paduan tutupan kepala yang tinggi untuk anggota clan Bene Geserrit, sampai kemasan ala-ala Arab yang dipakai masyarakat suku Fremen.

dune
Production Warner Bros., Legendary Entertainment, Villeneuve Films

Di sisi ensemble, Chalamet sepertinya memang punya unsur unik tersediri. Ia kembali berhasil jadi sosok misterius dengan karakter yang menjadi semakin mengeluarkan potensinya sebagai pemimpin seiring dengan tragedi-tragedi yang dilewatinya. Di sisi pendukung, kita akan kehadiran Zendaya, yang berperan sebagai Chani, yang dugaan saya nantinya akan menjadi love interest dari Paul. Sisanya, film ini diramaikan cast yang lumayan oke, mulai dari Rebecca Ferguson, Oscar Isaac, Javier Bardem, Josh Brolin, Stellan Skarsgård sama the Legend Charlotte Rampiling, Cuma memang, saya masih sedikit teringat dengan “No Time to Die,” sebab film ini punya sedikit kesamaan, yaitu banyak memasukkan karakter yang setelah diperkenalkan juga ujung-ujungnya gugur.

dune
Production Warner Bros., Legendary Entertainment, Villeneuve Films

Terlepas dari itu semua, “Dune” berhasil membuat saya untuk menantikan lanjutannya. Penglihatan-penglihatan Paul semakin lama semakin membangun rasa ingin tahu yang tidak ingin saya bayarkan lewat menantikan film versi sebelumnya ataupun membaca buku aslinya. Ini belum termasuk apa yang kemudian akan dilewati Paul dalam upaya melawan duo Harkannen-Sardaukar. Terimakasih buat gantungannya!

 

Dune (2021)
PG-13, 155 menit
Action, Adventure, Drama
Director: Denis Villeneuve
Writer: Jon Spaihts, Denis Villeneuve, Eric Roth, Frank Herbert
Full Cast: Timothée Chalamet, Rebecca Ferguson, Oscar Isaac, Jason Momoa, Stellan Skarsgård, Stephen McKinley Henderson, Josh Brolin, Javier Bardem, Sharon Duncan-Brewster, Chen Chang, Dave Bautista, David Dastmalchian, Zendaya, Charlotte Rampling, Babs Olusanmokun, Benjamin Clémentine, Souad Faress, Golda Rosheuvel, Roger Yuan, Seun Shote, Neil Bell, Oliver Ryan

#590 – Dune (2021) was last modified: Oktober 17th, 2021 by Bavner Donaldo