Setelah amat puas dengan film pertamanya, saya sudah tidak mau memberi banyak ekspekstasi dengan kelanjutannya. Yang penting, saya bisa terhibur. Terlihat seperti memang telah di set untuk menjadi dua film, “Bikeman 2” memang terbilang pantas demikian. Ketimbang jadi seperti drama special versi Korea yang biasanya hanya jadi 2 episode. Keseruan ceritanya memang wajib untuk dinikmati lewat layar lebar. Di kelanjutan ini, ternyata masih akan membuat kita untuk hati-hati. Jangan sampai keselek!

            Film kedua langsung dimulai dengan adegan ketika Sakkarin, diperankan oleh Pachara Chirathivat sedang berhadapan dengan Jai, diperankan oleh Sananthachat Thanapatpisal, sama seperti bagaimana film pertama berakhir. Dengan proses yang cukup smooth, adegan yang sudah diduga bakal menggantung ternyata berlanjut dengan babak baru. Jai dengan begitu instan meminta Sakkarin untuk kembali memulai aksi kejar-kejaran. Kalau sebelumnya Sakkarin yang selalu menjadi target yang dikejar, ternyata di film adalah gilirannya Jai.

bikeman 2
Courtesy of M Pictures © 2019

            Ternyata, film kedua ini akan lebih mengekplorasi cerita keluarga. Jai menegaskan bila yang mengejarnya ternyata adalah ayahnya sendiri, Sak, yang diperankan oleh Somchai Kemglad. Hmm… Hubungan putri dan ayahnya yang tidak akur. Singkat cerita, Sak berupaya untuk mengatur sebuah pertemuan untuk menjodohkan putri semata wayangnya dengan anak dari temannya. Berupaya menyiasati itu, Jai meminta Sakkarin untuk berpura-pura menjadi pacarnya. Buat Sakkarin yang memang menyukai Jai, ini momen yang pas, sekaligus bisa lebih dekat dengan calon mertua. Akan tetapi, ternyata situasi makin rumit. Sak meminta Jai untuk mengundang seluruh anggota keluarga Sakkarin ke Ayuthaya. Sakkarin pun terjebak dalam episode kebohongan untuk kesekian kalinya.

bikeman 2
Courtesy of M Pictures © 2019

            Dalam kelanjutan ceritanya, “Bikeman 2” tidak terlalu menggunakan formula plot yang sama plek-plek seperti “Bikeman.” Aksi kejar-kejaran yang memicu adrenalin kita terasa dikurangi, sekalian mulai banyak mengekplorasi kisah Jai, Sak, serta karakter-karakter pendukung lainnya. Misalnya, Uncle Preecha, diperankan oleh Kom Chauncheun, yang makin punya banyak porsi untuk membuat kita pecah tawa dengan karakternya. Cuma, saya memang masih merasa sosok Sakkarin tidak menjadi pemicu tawa. Semua babak komedi akan dijalankan oleh para pendukung. Karakter utama film ini akan muncul sebagai pendukung yang jadi pemanis di setiap adegannya.

bikeman 2
Courtesy of M Pictures © 2019

            Berbeda dengan sebelumnya sosok Sakkarin juga terbilang jadi kalah hawa dengan Jai. Penampilan Sananthachat Thanapatpisal sebagai a cute petite girl disini terbilang lebih menggigit. Thanapatpisal yang masih bisa mengisi sketch-sketch komedi di film ini, punya porsi yang lebih besar, yang saya rasa lebih bersinar ketimbang Pachara Chirathivat. Bukan berarti mengatakan jika Chirathivat tidak menunjukkan penampilan yang oke, namun lebih tepatnya, karakter Sakkarin hanya sebagai subjek sentral pemersatu antar karakter pendukung. Kadang ya, yang saya sayangkan, kita kadang cuma menyaksikan Sakkarin cengar-cengir saja saat menyaksikan kebodohan pemain lainnya. In the end, saya menyimpulkan karakter Sakkarin dan Jai harus diisi dengan aktor-aktris yang memikat, namun yang jadi bumbu keberhasilan hidupnya cerita disini adalah para pendukungnya. Buktinya porsi cerita cinta juga masih seminim seperti pendahulunya. But, in overall, it have good selection of cast.

bikeman 2
Courtesy of M Pictures © 2019

            “Bikeman 2” tetap terbilang tidak mengecewakan kok. Sepanjang film, saya masih banyak tertawa dengan setiap tingkah laku kegoblokan karakternya. Misalnya, seperti aksi tampar-tamparan Uncle Preecha dan Sak, sampai masih hadirnya kedua biksu Buddha yang selalu jadi selingan korban kelucuan.

bikeman 2
Courtesy of M Pictures © 2019

            Cuma, saya berharap franchise film ini tidak dilanjutkan. Ending yang dihadirkan di “Bikeman 2” sudah terbilang cukup baik untuk jadi sebuah penutup. Jangan dipanjangin lagi, kecuali kalau mau dibuat ke dalam bentuk The Series. Mungkin akan lebih cocok. Bukan mau sok ngatur, cuma rasanya akan sangat disayangkan jika kelanjutannya makin tidak lucu ataupun berubah main genre jadi a romance story. Again, it’s just my opinion. Simpulan saya, walaupun tidak se-menghibur pendahulunya, “Bikeman 2” masih patut untuk ditonton, terutama jika kamu seperti saya yang penasaran dengan kelanjutannya ataupun sebagai hiburan pemecah tawa penghilang kepenatan. Beware.. It still entertaining and burst out laugh!

Bikeman 2 (2019)
13+, 106 menit
Comedy
Director: Prueksa Amaruji
Writer: Prueksa Amaruji
Full Cast: Pachara Chirathivat, Sananthachat Thanapatpisal, Jennifer Kim, Kom Chauncheun, Pramote Pathan, Robert Saikwan, Somchai Kemglad
#563 – Bikeman 2 (2019) was last modified: Juni 12th, 2021 by Bavner Donaldo