Istilah “Sitcom” sudah tidak terlalu asing di telinga kita. Kata yang merupakan kepanjangan dari situational comedy atau komedi situasi, merupakan jenis komedi yang paling umum di per-televisian Indonesia. Sebut saja “OB,” “Bajaj Bajuri,” ataupun “Tetangga Masa Gitu.” Kali ini, saya akan membahas sebuah film dari Eropa, berjudul “Sitcom,” yang menghadirkan drama komedi tanpa batas.

Film ini akan diawali dengan kedatangan seorang Bapak di rumahnya, yang tiba-tiba saja mendapat kejutan ulang tahun dari seluruh anggota keluarga. Penonton, akan dihadapkan dengan situasi dari luar rumah, hanya mendengar nyanyian ulang tahun yang kemudian di akhiri dengan aksi bunuh-membunuh yang sungguh tidak terduga. Tenang. Ini baru bagian pertama, sebelum akhirnya cerita berlanjut dengan kilas balik keluarga ini.

sitcom
Courtesy of Fidélité Productions, StudioCanal, Canal+, Centre National de la Cinématographie © 1998

Yup, film ini mengisahkan sebuah keluarga kecil. Ada sosok Ayah, diperankan oleh François Marthouret, yang terlihat cukup sibuk dan tidak terlalu menghiraukan urusan rumah. Lalu peran Ibu, diperankan oleh Évelyne Dandry, adalah seorang Ibu rumah tangga yang cukup rutin menghabiskan waktu mengunjungi psikiater pribadinya. Serta kedua anak mereka, Sophie dan Nicolas, diperankan oleh Marina de Van dan Adrien de Van. Keadaan rumah tidak hanya berisi mereka berempat. Penonton juga akan berkenalan dengan David, kekasih Sophie yang sering menginap, diperankan oleh Stéphane Rideau, serta Maria, asisten rumah tangga mereka yang diperankan oleh Lucia Sanchez.

488 picture3
Courtesy of Fidélité Productions, StudioCanal, Canal+, Centre National de la Cinématographie © 1998

Awalnya, tidak ada yang mencurigakan di film ini. Untuk meramaikan keadaan rumah, Ayah membawa seekor tikus yang merupakan hasil hewan eksperimen dari laboratorium. Kehadiran tikus ini cukup dipandang negatif, semenjak sang Ibu kurang menyukai hewan pengerat tersebut. Sosok Nicolas yang introvert dan geek, mulai mendekati peliharaan baru mereka, dan secara mengejutkan Ia coming out pada keluarganya jika Ia merupakan seorang homoseksual.

488 picture4
Courtesy of Fidélité Productions, StudioCanal, Canal+, Centre National de la Cinématographie © 1998

Kejutan tersebut, ternyata barulah awal drama keluarga kecil ini. François Ozon menghadirkan sebuah tontonan yang terus membuat saya bertanya-tanya dengan judul “Sitcom” yang diangkat film ini. Semakin masuk ke dalam ceritanya, ternyata akan semakin nyeleneh. Perhatian, film ini bukan film untuk semua. Cerita keluarga ini akan membawa banyak hal yang coba dieksplorasi Ozon: penerimaan homoseksual dalam keluarga, perilaku sadomasokis, breast sex, orgy, sampai incest. Kesemuanya ini dipadu dengan elemen horror yang semakin lama membayangi film ini hingga akhir.

488 picture5
Courtesy of Fidélité Productions, StudioCanal, Canal+, Centre National de la Cinématographie © 1998

Kesimpulan saya, jangan menyaksikan film ini jika Anda memang tidak siap dengan ceritanya. “Sitcom” sebetulnya akan lumayan asyik dicermati bila anda siap dengan fantasi Ozon yang mengeksploitasinya untuk bergerak semakin liar. Secara sepintas, “Sitcom” akan terasa cukup aneh, namun bila disadari tanpa elemen tersebut, cerita film ini tidak akan seperti judulnya dan akan lebih ke arah horror. Untuk ukuran durasi, 85 menit sudah terlalu cukup dikemas dengan pas. Sayang saja “Sitcom” kurang berhasil untuk memberikan pengalaman menonton yang berkesan.

 

Sitcom (1998)
Unrated, 85 menit
Comedy, Drama, Romance
Director: François Ozon
Writer: François Ozon
Full Cast: Évelyne Dandry, François Marthouret, Marina de Van, Adrien de Van, Stéphane Rideau, Lucia Sanchez, Jules-Emmanuel Eyoum Deido, Jean Douchet, Sébastien Charles, Vincent Vizioz, Kiwani Cojo, Gilles Frilay, Antoine Fischer

#488 – Sitcom (1998) was last modified: Juli 12th, 2021 by Bavner Donaldo