Film ini adalah sebuah lanjutan kisah kolosal yang sangat diluar ekspektasi. “The Empire Strikes Back” bukanlah sebuah lanjutan kebahagiaan seperti pada sebelumnya, melainkan sebuah lanjutan penderitaan dari saga ini. Instalment kedua yang sebetulnya merupakan bagian kelima dari saga epik ini akan lebih terfokus dengan kisah Luke Skywalker yang ingin menjadi seorang Jedi, dan sang Ayah, Darth Vader.

Seperti ritual dari film sebelumnya, bagian opening dalam film ini dipertahankan. Irvin Keshner, sebagai sutradara yang menangani film ini, mempertahankan banyak aspek dari film sebelumnya sehingga tidak akan menghilangkan ke-orisinalitasan saga “Star Wars”.

4-Picture1
Courtesy of Lucasfilm © 1980

Perlu diakui, film yang dirilis 3 tahun setelah pendahulunya, lebih terbilang futuristik dari sebelumnya. Terjadi cukup banyak perkembangan dalam set decoration film ini. Ini terlihat seperti set Dagobah System yang dibuat sedemikian rupa dan terkesan menantang, yang penuh dengan tumbuhan dan hewan-hewan tropis, dan membuatnya terlihat seperti sebuah klasik. Tidak hanya itu, setting yang dibuat untuk Lando system, menggambarkan sebuah kota kecil dengan design yang super futuristik, walaupun tidak disertai dengan multimedia yang setara. Perpaduan warna putih yang digunakan sangat baik, sehingga tentu tidak akan memutuskan hubungan fantasi penonton dari film sebelumnya.

Kisah yang dibuat oleh George Lucas ini memulai dengan petualangan Skywalker, Leia dan Solo disebuah dunia es. Darth Vader, kemudian melakukan penyerangan secara besar-besaran ke dalam planet ini, sehingga membuat mereka semua terpencar. Skywalker atas petunjuk dari suara Obi-Wan, bersama R2-D2 melakukan penerbangan ke Dagobah System. Sedangkan Leia, Solo, Chewbacca dan C-3PO melakukan penerbangan yang sebetulnya tanpa tujuan, hanya untuk melarikan diri.

4-Picture3
Courtesy of Lucasfilm © 1980

Skywalker, yang tetap diperankan oleh Mark Hamill, mencari seorang guru Jedi yang bernama Yoda. Bertemu dengan sebuah makhluk yang cukup menggangu perjalanannya di Dagobah, adalah sebuah hal yang tak akan disangkanya. Sebab ternyata makhluk tersebut adalah Yoda. Yoda tetap merasa Skywalker masih serupa seperti Ayahnya, yang penuh dengan amarah. Seorang Jedi harus memiliki kontrol dengan kemarahan, dan Skywalker belum bisa memenuhi tuntutan tersebut. Sama seperti Ayahnya, Skywalker hanya mengambil latihan yang singkat sebelum pada akhirnya Ia memutuskan untuk mencari Leia dan Solo.

Sedangkan di pihak lain, Leia, Solo, Chewbacca, dan C-3PO harus mengalami sebuah petualangan penyelamatan diri yang luar biasa. Milliennium Falcon, telah menjadi sasaran utama dari pasukan-pasukan Imperial yang dipimpim Vader. Akhirnya, mereka pun tiba di sebuah kota kecil yang bernama Lando, yang sebetulnya dibangun oleh seseorang yang bernama Lando Calrissian, yang diperankan oleh Billy Dee Williams. Bumbu percintaan Solo dan Leia semakin mewarnai film ini, walaupun hanya sebatas ciuman saja.

4-Picture4
Courtesy of Lucasfilm © 1980

Masuk ke Lando System ternyata adalah sebuah jebakan. Pesawat Vader ternyata sudah tiba sebelumnya di sistem tersebut dan telah membuat sebuah kesepakatan dengan Lando. Lando System adalah sebuah kota kecil yang merdeka, tanpa ada sangkut paut dengan kekuasaan jahat Imperial Vader. Kesepakatan ini ternyata malah terpaksa membuat Han Solo harus menderita sebuah siksaan dari Vader, yaitu diawetkan dengan karbon. Melihat temannya diperlakukan dengan tidak baik, membuat Lando menjadi berada dalam pihak Leia. Lando kemudian berusaha untuk menyelamatkan Leia, Chewbacca, dan C-3PO. Darth Vader pun menyerang Lando System dan membuat kota kecil tersebut ditinggalkan para penduduknya.

Skywalker muda bersama R2-D2 menyusul ke Lando System. Demi berusaha mengalahkan Darth Vader, Ia mengalami sebuah pertempuran duel yang sangat sengit. Sebuah rahasia akan terkuak dalam film ini, dimana Skywalker pada akhirnya mengetahui bahwa Darth Vader adalah ayah kandungnya. Tidak menyangka dengan hal ini, tetap tidak membuat henti pertarungan keduanya. Pada akhirnya, seperti ending film sebelumnya, Darth Vader tetap hidup. Tragisnya, Luke Skywalker harus kehilangan sebuah telapak tangan, hasil pertarungan dengan Ayahnya.

4-Picture5
Courtesy of Lucasfilm © 1980

Film lanjutan ini tetap mempertahankan pemeran karakter-karakter utamanya. Seperti Han Solo, yang tetap diperankan Harrison Ford. Princess Leia, yang tetap diperankan oleh Carrie Fisher. Obi-Wan Kenobi, yang tetap diperankan Alec Guinnes. Serta Darth Vader, yang tetap diperankan oleh David Prowse. Dengan demikian, tentu ini adalah sebuah sekuel yang memang sudah sangat dipersiapkan dengan baik, demi mendapatkan hasil yang fantastis seperti sebelumnya.

Sayangnya, film ini adalah sebuah eksekusi yang kurang tepat. Film ini sebetulnya cukup terbilang gagal. Tetapi dengan nama “Star Wars”, dan berbagai macam special effect, serta kecanggihannya membuat film ini tidak dapat dikatakan gagal. Walaupun sukses di pasaran, tetap saja, kegagalan untuk ceritanya, tetap berlanjut di penghargaan Academy Awards. Film ini hanya mengantongi 3 nominasi, yaitu Best Original Score, Best Art Direction, dan Best Sound. Hanya mendapatkan dua Oscar, untuk Best Sound dan sebuah Special Achievement Award untuk special effect, cukup menggambarkan bahwa lanjutan “Star Wars” tidak akan sesukses instalmen pertamanya.

4-Picture6
Courtesy of Lucasfilm © 1980

Bukan maksud untuk menjatuhkan film ini, perlu diakui bahwa Saga “Star Wars” tidak akan terlupakan. Sebuah eksekusi yang tepat dari instalmen pertama tentu akan menyokong lanjutannya. Tentu, “The Empire Strikes Back” tidak akan dapat dipisahkan dari saga ini. Selama “Star Wars” dikenang orang, sekuel lanjutannya pun secara tidak langsung akan tetap tidak dilupakan. Bagian terbaik dari film ini adalah duel antara Darth Vader dengan Luke Skywalker. Pertarungan yang cukup memorable, karena antara Ayah dan Anak, yang berada di lain pihak. Pertarungan pedang laser yang dibuat cukup sangat mengesankan, dan tentu lebih memiliki akhir pertarungan yang tidak sedramatis sebelumnya.

4-Picture8
Courtesy of Lucasfilm © 1980

“The Empire Strikes Back” adalah sebuah lanjutan yang tetap memiliki sebuah perkembangan dari sebelumnya. Sebetulnya film ini terbilang sangat baik untuk segi penggunaan special effect, suara, kostum, make up, artistik. Film ini sebetulnya juga mengalir dengan cukup baik, karena setiap perpidahan sebuah adegan ke adegan berikutnya digambarkan dengan sebuah masa transisi yang cukup berbeda, yang membuat film ini akan terus mengalir dari awal hingga akhir tanpa ada jeda henti. Sayang, ini tidak akan memuaskan bagi para penonton yang memiliki ekspektasi yang terlalu tinggi karena kehebohan “Star Wars.” Pada akhirnya, “The Empire Strikes Back” tetap akan sangat menghibur, memberikan sebuah pengalaman yang fantastis dan sedikit kekecewaan pada unsur ceritanya.

Star Wars: Episode V – The Empire Strikes Back (1980)
PG, 124 menit
Action, Adventure, Sci-Fi
Director : Irvin Kershner
Writer: Leigh Brackett, Lawrence Kasdan, George Lucas
Full Cast : Mark Hamill, Harrison Ford, Carrie Fisher, Billy Dee Williams, Anthony Daniels, David Prowse, Peter Mayhew, Kenny Baker, Frank Oz, Alec Guinness, Jeremy Bulloch, John Hollis, Jack Purvis, Des Webb, Clive Revill, Kenneth Colley, Julian Glover, Michael Sheard, Michael Culver, John Dicks, Milton Johns, Mark Jones, Oliver Maguire, Robin Scobey, Bruce Boa, Christopher Malcolm, Denis Lawson, Richard Oldfield, John Morton, Ian Liston, John Ratzenberger, Jack McKenzie, Jerry Harte, Norman Chancer, Norwich Duff, Ray Hassett, Brigitte Kahn, Burnell Tucker
#4 – Star Wars: Episode V – The Empire Strikes Back (1980) was last modified: November 14th, 2020 by Bavner Donaldo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here