Film buatan tahun 1989 ini mengangkat sebuah masalah yang sebetulnya cukup umum. Masalah yang sebetulnya hampir dialami oleh semua orang. Ya, ini berbicara tentang kehidupan para remaja, yang merasa terkekang dan berusaha untuk bergerak dengan cara mereka.

Dead Poets Society di dalam film ini bermakna sebagai sebuah klub yang sebetulnya agak terlarang. Klub ini didirikan oleh beberapa mahasiswa, dimana mereka selalu melakukan ritual dengan berkumpul di sebuah goa Indian dekat asrama mereka, dan menghabiskan semalam penuh dengan membaca puisi-puisi, bercerita, dan bersenang-senang.

Film ini berkisah ketika seorang guru bernama John Keating, yang diperankan oleh Robin Williams, yang merupakan seorang guru Bahasa Inggris baru di Welton Academy, sebuah sekolah berasrama ternama di Amerika Serikat. Keating pun merupakan salah satu lulusan dari Welton Academy.

36-Picture2
Courtesy of Touchstone Pictures, Silver Screen Partners IV, A Steven Haft Production, Witt/Thomas Productions © 1989

Kisah film sebetulnya lebih mengarah kepada kisah persahabatan Neil Perry dan kawan-kawannya. Neil Perry, yang diperankan Robert Sean Leonard, adalah seorang anak pintar yang rajin, serba bisa, namun tidak berani melawan. Lalu ada sosok Knox Overstreet, yang diperankan oleh Josh Charles, yang merupakan seorang siswa yang sedang jatuh hati dengan seorang perempuan bernama Chris. Yang juga penting adalah tokoh Todd Anderson, yang diperankan oleh Ethan Hawke. Awalnya Anderson merupakan siswa baru yang baru merasakan beratnya kehidupan berasrama. Ia tidak tergabung dengan gang Perry, tetapi Ia merupakan teman kamar baru Perry, yang kemudian sangat mengerti bagaimana perasaan dan masalah yang dihadapi Perry sebenarnya.

36-Picture5
Courtesy of Touchstone Pictures, Silver Screen Partners IV, A Steven Haft Production, Witt/Thomas Productions © 1989

Kedatangan Keating sebetulnya memberi warna baru di Welton Academy. Gaya mengajarnya yang terkesan lebih bebas, dan tidak monoton, dianggap cukup memikat Perry dan kawan-kawan. Keating mencoba untuk tidak terlalu terpaku ke buku, dan memberikan sentuhan gaya pengajaran yang lebih mudah untuk dicerna dibanding mengerti akan teori-teori yang menurutnya tidak begitu berguna.

Tanpa diketahui Keating, ternyata Perry dan kawan-kawan menelusuri sosok gurunya ini. Keating ternyata merupakan pendiri Dead Poets Society. Namun, perkumpulan ini sudah tidak aktif, dan Perry berusaha untuk mendirikannya kembali. Dead Poets Society pun terbentuk, dan masalah-masalah baru harus dihadapi Perry dan kawan-kawan.

36-Picture7
Courtesy of Touchstone Pictures, Silver Screen Partners IV, A Steven Haft Production, Witt/Thomas Productions © 1989

Peter Weir mengangkat sebuah film yang sangat kuat penceritaannya. Ini terbukti dari setiap ucapan-ucapan tokoh yang sarat kental dengan petikan-petikan puisi, maupun literatur. Tidak heran, Tom Schulman, penulis naskah film ini mendapatkan penghargaan Best Original Screenplay dalam ajang Academy Awards. Selain itu, film ini juga mendapatkan beberapa nominasi untuk Best Picture, Best Actor in Leading Role, Best Original Score dan Best Director.

Selain dengan kisah yang kuat, gaya penyutradaraan Weir cukup menghadirkan beberapa adegan-adegan yang kemudian dianggap cukup fenomenal. Mulai dari kesan ending yang sebetulnya cukup “aneh” tetapi sebetulnya punya energi positif yang cukup dalam. Lalu, ketika adegan bunuh diri Neil Perry yang terkesan dengan sisi dramatisasi yang cukup baik tanpa memperlihatkan adanya suatu hal yang tidak perlu diperlihatkan.

36-Picture6
Courtesy of Touchstone Pictures, Silver Screen Partners IV, A Steven Haft Production, Witt/Thomas Productions © 1989

Yang menarik, Dead Poets Society berkisah tentang apa yang sebetulnya banyak dialami kalangan remaja saat ini. Mulai dari bagaimana seorang remaja berbakat yang akhirnya memutuskan untuk menghilangkan nyawanya karena merasa tidak berdaya dalam mencapai keinginan hati yang sebenarnya dan terus diatur oleh orang tuanya; hingga tentang seorang guru yang harus menanggung kesalahan yang bukan Ia perbuat.

Film ini sangat direkomendasikan ditonton tidak hanya untuk kalangan remaja saja. Tetapi film ini sangat cocok untuk ditonton para orangtua dan juga para pengurus sekolah kalau perlu. Karena kadang, banyak orangtua yang tidak mengenal akan anak mereka, dan sayangnya harus berakhir dengan narkoba, seks bebas, atau bunuh diri seperti di film ini. Walaupun film ini sudah lama, tetapi makna kisah yang dibawanya masih cukup dapat diterima hingga kini.

Dead Poets Society (1989)
128 menit
Drama
Director: Peter Weir
Writer: Tom Schulman
Full Cast : Robin Williams, Robert Sean Leonard, Ethan Hawke, Josh Charles, Gale Hansen, Dylan Kussman, Allelon Ruggiero, James Waterston, Norman Lloyd, Kurtwood Smith, Carla Belver, Leon Pownall, George Martin, Joe Aufiery, Matt Carey, Kevin Cooney, Jane Moore, Lara Flynn Boyle, Colin Irving, Alexandra Powers, Melora Walters, Welker White, Steve Mathios, Alan Pottinger, Pamela Burrell, Allison Hedges, Christine D’Ercole, John Cunningham, Debra Mooney, John Martin Bradley, Charles Lord, Kurt Leitner, Richard Stites, James J. Christy, Catherine Soles, Hoover Sutton, James Donnell Quinn, Simon Mein, Ashton W. Richards, Robert Gleason, Bill Rowe, Robert J. Zigler III, Keith Snyder, Nicholas K. Gilhool, Jonas Stiklorius, Craig Johnson, Chris Hull, Jason Woody, Sam Stegeman, Andrew Hill
#36 – Dead Poets Society (1989) was last modified: November 17th, 2020 by Bavner Donaldo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here