Mengusung judul dengan nama bahan makanan, “Sweet Bean” menawarkan sebuah premis yang lebih dari sekedar itu. Sebetulnya saya sudah cukup lama ingin menyaksikan film ini, apalagi ketika direkomendasikan oleh seorang teman moviegoers. Malangnya, saya sudah menyaksikan trailer film ini terlebih dahulu. Menyaksikan filmnya ternyata malah memberikan sebuah ekspektasi cerita yang berbeda dari yang saya bayangkan.

Kisah diawali dengan penggambaran seorang pria yang bernama Sentaro, yang diperankan oleh Masatoshi Nagase. Setiap hari, Ia bekerja mulai jam 9 pagi dan membuka gerai dorayaki-nya sejak pukul 11. Tidak ada sesuatu yang spesial dari gerai dorayakinya. Kadang hanya diramaikan oleh sekelompok siswi yang juga kadang menggodanya. Tapi lain halnya dengan Wakana, seorang siswi yang diperankan oleh Kyara Uchida. Ia malah mendatangi gerai tersebut dan mendapatkan santapan dorayaki gratis dari Sentaro. Termasuk sepiring potong berisi dorayaki yang gagal untuk dibawanya pulang.

Courtesy of Aeon Entertainment, Asahi Shimbun, Comme des Cinémas, Elephant House, Hakuhodo, Kumie, Mam, Nagoya Broadcasting Network, Poplar Publishing, Twenty Twenty Vision Filmproduktion GmbH © 2015

Suatu hari, selagi pohon-pohon sakura bersemi di sekitar toko dorayakinya, seorang nenek menghampiri Sentaro. Ia menawarkan diri untuk bekerja, setelah melihat poster lowongan pekerjaan yang dipasang disana. Awalnya, Ia menolak perempuan tua ini bekerja. Beberapa saat kemudian, nenek ini membawa sekotak pasta kacang kepadanya. Tanpa sepengetahuan nenek ini, Ia membuang kotak tersebut. Tetapi, Ia mencobanya dan mengubah pendapatnya. Ia pun mempekerjakan Tokue, seorang nenek yang ternyata telah berpengalaman lebih dari 50 tahun.

Kisah film ini diangkat dari sebuah buku Durian Sukegawa yang berjudul “An.” Tanpa merubah judulnya, sutradara kenamaan Jepang, Naomi Kawase menulis dan menyutradarai film ini. Film ini pun dikompetisikan dalam Cannes Film Festival di Un certain regard. Saya suka dengan cara penyampaian yang coba ditampilkan Kawase disini. Penonton akan dihanyutkan ke dalam ceritanya yang punya kesan semangat, seperti layaknya suasana natural yang kadang jadi selingan adegannya. Saya menyukai cara tak lazim Tokue memperlakukan kacang-kacang, ataupun ketika Ia berusaha untuk mendengar penyampaian alam padanya.

Courtesy of Aeon Entertainment, Asahi Shimbun, Comme des Cinémas, Elephant House, Hakuhodo, Kumie, Mam, Nagoya Broadcasting Network, Poplar Publishing, Twenty Twenty Vision Filmproduktion GmbH © 2015

Kirin Kiki merupakan bintang utama di film ini. Saya sudah beberapa menyaksikan penampilan aktris veteran yang juga sering berkolaborasi dengan Hirokazu Koreeda, seperti “Still Walking” dan “After the Storm.” Entah kenapa, penampilan Kiki begitu berkesan dibanding film-filmnya yang lain. One of her best moment saat Ia menyampaikan salam terakhir di hari terakhir kerjanya. Saya merasa ekspresi senyuman yang dihadirkannya begitu berkesan, seakan tanpa beban dan pertanda sesuatu, tidak seperti wajah lelahnya yang terlihat saat bekerja.

Menariknya, ketiga tokoh utama disini punya masalah masing-masing. Penonton akan menyaksikan kisah seorang remaja perempuan yang sedang mengalami masalah kurang perhatian dan seorang pria dewasa yang mencoba membenahi kembali kehidupannya. Yang membedakan adalah bagaimana kedua karakter lainnya mencoba merefleksikan diri mereka pada rahasia Tokue.

Courtesy of Aeon Entertainment, Asahi Shimbun, Comme des Cinémas, Elephant House, Hakuhodo, Kumie, Mam, Nagoya Broadcasting Network, Poplar Publishing, Twenty Twenty Vision Filmproduktion GmbH © 2015

Pada tulisan ini, saya tidak mau membocorkan rahasia Tokue. Namun, situasi ini menjadi salah satu fokus berikutnya di film ini. Bila di bagian awal, penonton akan terfokus dengan kemanisan sweet bean paste yang fenomenal. Bagian berikutnya, kepopuleran itu semakin sirna dengan rahasia Tokue yang ternyata sulit diterima banyak pihak. Mungkin jika saya adalah Tokue, saya akan menilai kalau Sentaro merupakan orang yang baik. Ia mau memperkerjakannya dengan segala kekurangan, serta walaupun awalnya Ia kurang memperhatikan keadaan yang dirahasiakan Tokue.

Sweet bean paste yang lagi diolah, sebaiknya diperlakukan sebaik mungkin agar mereka bisa ‘memuaskan’ para pencicipnya. Juga butuh kehati-hatian dan presisi yang tepat, agar kacang tersebut tidak mudah hancur ataupun gosong. Suatu tontonan yang menyentuh! Memaknai hidup dengan berusaha menyatu dan mendengar suara alam demi merasakan kebebasan, seperti yang dilakukan Tokue. It’s an unexpected sweet movie!

Sweet Bean [An] (2015)
115 menit
Drama
Director: Naomi Kawase
Writer: Durian Sukegawa, Naomi Kawase
Full Cast: Kirin Kiki, Masatoshi Nagase, Kyara Uchida, Miki Mizuno, Miu Takeuchi, Saki Takahashi, Yurie Murata, Taiga, Wakato Kanematsu, Miyoko Asada, Etsuko Ichihara
#313 – Sweet Bean [An] (2015) was last modified: Desember 21st, 2020 by Bavner Donaldo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here