Metro-Goldywyn-Mayer ternyata masih belum bosan untuk melanjutkan franchise “Rocky.” Instalment terakhir berjudul “Rocky Balboa” dan dibintangi Stallone yang kala itu sudah berusia 60 tahun. Sekarang, Stallone sudah semakin menua, memasuki usia ke-70, membuat sosok Rocky Balboa hanyalah sebuh kenangan. Dalam “Creed”, Ia sudah punya penerus sekarang.

Ia adalah Adonis Johnson Creed, diperankan oleh Michael B. Jordan. Adonis merupakan anak dari hubungan Apollo Creed dengan seorang wanita. Apollo keburu meninggal duluan sebelum Adonis lahir. Tidak lama setelah itu, sang Ibu juga meninggal, dan membuat Ia harus hidup di tempat penampungan anak.

200-picture2
Courtesy of Metro-Goldwyn-Mayer, Warner Bros., New Line Cinema, Chartoff-Winkler Productions © 2015

Sosok malaikat itu kemudian muncul dalam cerita. Ia bernama Mary Anne, diperankan oleh Phylicia Rashad. Mary Anne ternyata selama ini menyusuri kehidupan Adonis yang sudah sebatang kara. Kelakukan Adonis yang sering berkelahi berhasil membuatnya bertemu dengan istri mendiang ayahnya. Mary Anne kemudian mengajaknya tinggal bersama, dan Adonis telah menjadi seorang karyawan di sebuah institusi keuangan.

Disaat Ia baru saja mendapat promosi, Ia memutuskan untuk menjadi petinju full-time. Selama ini Ia hanya diam-diam mengikuti pertandingan tinju tertutup di Tijuana, Mexico. Akan tetapi, disaat Ia mau berkembang menjadi petinju professional, Ia tidka berhasil menemukan pelatih yang tepat untuk melatihnya. Suatu ketika, Ia mencari Rocky Balboa, petinju legendaris yang juga rival berat mendiang ayahnya.

200-picture3
Courtesy of Metro-Goldwyn-Mayer, Warner Bros., New Line Cinema, Chartoff-Winkler Productions © 2015

Film ini disutradarai oleh Ryan Coogler, sutradara yang melejit melalui “Fruitvale Station” di ajang Sundance dan Cannes tahun 2013 lalu. Penggemar film “Rocky” ini juga menulis ceritanya bersama Aaron Covington. Film ini punya cerita belajur maju dan sebagai sebuah spinoff, penonton masih dapat mengerti kisahnya tanpa harus menyaksikan film-film pendahulunya.

Cerita film ini dapat dibagi ke dalam tiga bagian besar. Pertama, latar belakang kehidupan Adonis, lalu berlanjut dengan kehidupan baru pasca menjadi petarung waktu penuh bersama Rocky. Terakhir, adalah pertarungannya melawan “Pretty” Ricky Conlan, seorang petinju juara dunia.

200-picture5
Courtesy of Metro-Goldwyn-Mayer, Warner Bros., New Line Cinema, Chartoff-Winkler Productions © 2015

Saya cukup menyukai bagaimana intepretasi Coogler dengan sosok Rocky. Karakter yang awalnya benar-benar hanya sebagai sampingan dalam ceritanya, ternyata semakin lama berubah menjadi salah satu sosok pendukung yang mencuri perhatian. Terutama saat di salah satu bagian dramanya, ketika Rocky diketahui mengidap non-Hodgkin’s lymphoma, salah satu jenis kanker darah.

Sisi pengambilan gambar film ini juga menarik. Walaupun ceritanya kebanyakan hanya menampilkan kehidupan perkotaan Philadephia, maupun sasana-sasana tinju, akan tetapi seringnya penggunaan tracking shot menjadi salah satu faktor yang menghidupkan ceritanya yang sebetulnya punya banyak adegan panjang.

200-picture4
Courtesy of Metro-Goldwyn-Mayer, Warner Bros., New Line Cinema, Chartoff-Winkler Productions © 2015

Dari penampilannya, Michael B. Jordan cukup berhasil menghadirkan karakter ikon baru yang cukup dinantikan. Saya masih meyakini bahwa “Creed” akan tetap punya kelanjutan, seiring dengan perlunya penerus. Karakter Jordan yang penuh ego, bisa ikut memancing ego penonton disaat Ia bertanding dengan lawannya. Saya cukup antusias mengikuti pertandingan 12 ronde penuh drama antara Creed dan Conlan di film ini.

Di sisi pendukung, here comes Mr. Stallone. Langganan peraih Razzie Awards di era 1980-an ini menampilkan suasana nostalgia “Rocky” bersama penonton. Film ini pantas disebut sebagai sebuah comeback yang baik dari Stallone. Buktinya, Ia berhasil menggondol sebuah Golden Globe, sebuah Critics Choice Awards, dan sebuah nominasi Academy Awards.

200-picture6
Courtesy of Metro-Goldwyn-Mayer, Warner Bros., New Line Cinema, Chartoff-Winkler Productions © 2015

Sungguh, film ini benar-benar tahu saat kapan dan bagaimana Ia bercerita. Punya cerita yang memang agak tidak terlalu dapat ditebak, “Creed” berhasil menjadi salah satu film bertema olahraga terbaik dari 2015, yang juga punya pengemasan penutup kisah yang lebih realistis dan dapat diterima para penontonnya.

Creed (2015)
PG-13, 133 menit
Drama, Sport
Director: Ryan Coogler
Writer: Ryan Coogler, Aaron Covington, Sylvester Stallone
Full Cast: Michael B. Jordan, Sylvester Stallone, Tessa Thompson, Phylicia Rashad, Andre Ward, Tony Bellew, Ritchie Coster, Jacob ‘Stitch’ Duran, Graham McTavish, Malik Bazille, Ricardo McGill, Gabe Rosado, Wood Harris, Buddy Osborn, Rupal Pujara, Brian Anthony Wilson, Joey Eye, Johanna Tolentino, Anthony Brice, Kash Goins, Michael Barker, Clare O’Malley, Kevin King Templeton, Roy James Wilson, Mauricio Ovalle, Mark Rhino Smith, Josue Rivera, Hans Marrero, Derrick Webster, Manny Ayala, Anthony Martins, Ricardo Vera, Shawn Clark, Christian D. Ellison, Frank Pesce, Robert Sale, Richard Lyntton, Kathleen M. Deegan, Marquise Noel, Liev Schreiber, Elvis Grant, Max Kellerman, Jim Lampley, Michael Buffer, Michael Wilbon, Tony Kornheiser, Hannah Storm, Alex Henderson, Khareem Hinton, Noah Coogler, Nelson Bonilla, Troy Faruk, Angela Davis, Claire Bronson, Deborah Ingersoll, Robert Douglas, Troy Weston, Ludwig Göransson, Moses Sumney, Kenneth Martin, Jermaine Holt, Horace Knight, Sli Lewis, Brionna Maria Lynch, Jalil Jay Lynch, Zedric Harris, Christopher Jon Gombos, Jeff Ward, Terry Lee Fields II
#200 – Creed (2015) was last modified: Mei 29th, 2021 by Bavner Donaldo