Menyaksikan “Jurassic World”, seraya mengingatkan saya dengan film 12 tahun sebelumnya, “Jurassic Park.” Seri Jurassic Park buatan Universal Studios, yang sempat ditangani dua projek pertamanya oleh Steven Spielberg, kembali dihadirkan dengan format baru oleh Legendary Pictures, dengan tawaran yang lebih menarik: lebih menyeramkan serta lebih banyak gigi.

Film ini mencoba mengambil latar yang sama dengan film pertamanya, yaitu di Isla Nublar, sebuah kepulauan fiktif di Costa Rica. Film ini berada di sebuah era ketika dikembangkannya kembali sebuah taman hiburan dengan nuansa kembali ke jaman Jurassic, setelah lama ditutup, dengan pengelolaan tim yang baru dan nama yang baru: Jurassic World.

114-Picture4
Courtesy of Universal Pictures, Amblin Entertainment, Legendary Entertainment, Dentsu, Fuji Television Network © 2015

Jurassic World menghadirkan sebuah perpaduan hampir seluruh jenis tempat wisata. Mulai dari museum hologram, objek pertunjukan dinosaurus air, rafting mengelilingi sungai bersama dinosaurus, hingga yang ter-cool versi saya adalah menaiki gyrosphere. Gyrosphere adalah sebuah alat kemudi yang berbentuk bulat, dimana pengunjung dapat mengendalikannya dan seakan berada di dalam sebuah bola kristal. Sambil mengemudikan kendaraan ini, pengunjung dapat melihat lebih jelas sambil berinteraksi dengan dinosaurus-dinosaurus yang bersahabat di habitatnya.

Sosok jagoan kita pada seri ini adalah Owen Grady, seorang pelatih Velociraptor sekaligus mantan luaran angkatan laut AS. Owen, yang diperankan oleh Chris Pratt, percaya bahwa makhluk yang telah punah sekalipun telah kembali dilahirkan perlu mendapatkan sentuhan pelatihan yang benar, terutama dengan menanamkan kepercayaan dan saling menghormati antar spesies. Sayangnya, bagi pengelola, yang terpenting adalah bagaimana menghadirkan wahana-wahana yang semakin memikat pengunjung. Salah satunya adalahnya dengan mengembangkan dinosaurus-dinosaurus baru hasil mutasi gen hybrid dari dinosaurus maupun hewan saat ini.

114-Picture6
Courtesy of Universal Pictures, Amblin Entertainment, Legendary Entertainment, Dentsu, Fuji Television Network © 2015

Taman ini dikendalikan oleh seorang perempuan super sibuk yang bernama Claire Dearing. Claire, yang diperankan oleh Bryce Dallas Howard, berusaha untuk memastikan taman hiburan super megah itu dapat selalu menghadirkan atraksi, salah satunya dengan menghadirkan spesies dinosaurus baru yang disebut Indominus Rex. Indominus Rex adalah spesies yang berasal dari perpaduan Carnotaurus, Cuttlefish, Giganotosaurus, Majungasaurus, Rugops, Katak Pohon, Tyrannosaurus dan Velociraptor; sebuah kombinasi yang menjadikannya lebih kuat, lebih pintar, dan lebih membunuh.

Seperti biasa, sebagai sebuah tontonan keluarga yang menghibur, penonton juga akan mengikuti perjalanan kakak beradik Zach dan Gary, yang juga merupakan keponakan Claire. Keduanya, yang diperankan oleh Nick Robinson dan Ty Simpkins, mendapatkan kesempatan untuk menghabiskan liburan bersama tante. Kesibukan sang tante membuat mereka hanya ditemani seorang penjaga. Keduanya kemudian berusaha kabur dan menjalani sebuah petualangan menantang maut.

114-Picture1
Courtesy of Universal Pictures, Amblin Entertainment, Legendary Entertainment, Dentsu, Fuji Television Network © 2015

Installment keempat ini, kembali mengangkat kisah yang bermotif sama dibanding film-film pendahulunya. Penonton akan terpukau dengan keindahan Jurassic World lewat wahana-wahana spektakuler di awal film. Kemudian cerita akan semakin ricuh ketika Dinostar kita dalam edisi ini, Indominus Rex, berusaha kabur dari kandang dan mengancam keselamatan seluruh pengunjung dan pengelola taman hiburan.

Penggarapan kisahnya yang sebetulnya sudah digarap semenjak Jurassic Park III, akhirnya berhasil juga dirampungkan. Film berdurasi 120 menit cukup berhasil untuk menghadirkan suasana nostalgia taman wisata Dinosaurus, hingga kegiatan kejar-mengejar untuk menaklukkan mosnter ini. Bila diukur sebagai hiburan semata, saya cukup menikmati cerita film ini dan cukup menarik.

114-Picture3
Courtesy of Universal Pictures, Amblin Entertainment, Legendary Entertainment, Dentsu, Fuji Television Network © 2015

Sayangnya, dari segi cerita, yang naskahnya ditulis Rick Jaffa, Amanda Silver, Derek Connolly, serta Colin Trevorrow ini terlalu biasa sebetulnya. Sebagai perpaduan film keluarga, science fiction, action, dan adventure, film ini seakan tidak punya fokus. Pengarang cerita hanya memasukan cerita sana-sini, yang dikesankan bagian fokus dari cerita, namun hanya dibiarkan begitu saja. Misalnya, dari cerita kakak beradik Zach dan Gary yang terkesan datar, kisah percintaan Owen dan Claire yang tiba-tiba muncul meramaikan cerita tanpa kejelasan pasti, hingga ketidakjelasan evakuasi para pengunjung yang seakan lenyap, serta kejanggalan pada Indominus Rex yang lebih memilih untuk menyerang para main character dibanding shelter ungsian yang berisi lebih banyak manusia.

Begitupula dengan penyutradaraan yang kali ini ditangani Colin Trevorrow. Trevorrow cukup sulit untuk menandingi sekuel terdahulu yang lebih fenomenal. Trevorrow seakan terlalu mengandalkan embel-embel Jurassic Park dalam film ini. Yang cukup saya senangi adalah masih adanya score Jurassic Park gubahan John Williams yang masih diputar sebagai pengiring disini, ditambah dengan aransemen musik indah gubahan Michael Giacchino. Dari penampilan para pemainnya, saya kurang mendapatkan chemistry yang pas antara Bryce Dallas Howard dengan Pratt. Begitupun dengan Nick Robinson dan Ty Simpkins. Yang agak sedikit cukup mengganggu adalah sosok Ibu Zach dan Gary yang juga Kakak dari Claire, Karen Mitchell, yang diperankan Judy Greer. Greer berperan sebagai seorang Ibu yang hampir selalu diperlihatkan dengan adegan menangis.

114-Picture2
Courtesy of Universal Pictures, Amblin Entertainment, Legendary Entertainment, Dentsu, Fuji Television Network © 2015

Cukup menghibur, film ini seakan memberikan sinyal kelanjutan dari kisahnya. Seusai menyaksikan film ini, banyak pertanyaan yang berkembang dari benak saya. Misalnya, seperti apa kelanjutan dari taman hiburan Jurassic World setelah tragedi ini, serta bagaimana kelanjutan Dr. Wu yang berhasil menyelamatkan sampel dan penelitiannya. Sepertinya instalmen ini dihidupkan dan akan diteruskan seperti seri Fast and Furious, para pahlawan The Avengers ataupun James Bond. Pada akhirnya, studio terkesan seakan mencoba mencari keuntungan lewat cara yang lebih aman, yaitu dengan mengembangkan sekuel.

Jurassic World (2015)
PG-13, 124 menit
Action, Adventure, Sci-Fi
Director: Colin Trevorrow
Writer: Rick Jaffa, Amanda Silver, Colin Trevorrow, Derek Connolly, Michael Crichton
Full Cast : Chris Pratt, Bryce Dallas Howard, Vincent D’Onofrio, Ty Simpkins, Irrfan Khan, Nick Robinson, Jake Johnson, Omar Sy, BD Wong, Judy Greer, Lauren Lapkus, Brian Tee, Katie McGrath, Andy Buckley, Eric Edelstein, Courtney James Clark, Colby Boothman-Shepard, Jimmy Fallon, James DuMont, Matthew Burke, Anna Talakkottur, Matty Cardarople, Michael Papajohn, William Gary Smith, Kelly Washington, Isaac Keys, Patrick Crowley, Chad Randall, Gary Weeks, Bill Ogilvie, Allan Tam, Yvonne Angulo, Chloe Perrin, Timothy Eulich, Kevin Foster, Bonnie Wild, Brad Bird, Colin Trevorrow
#114 – Jurassic World (2015) was last modified: November 18th, 2020 by Bavner Donaldo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here