Mengusung tema 9/11, “Extremely Loud and Incredibly Close” adalah sebuah film drama yang akan mengumbar haru akan sebuah kisah perjalanan seorang anak kecil bernama Oskar Schell, yang diperankan oleh Thomas Horn.

Film berawal dari sebuah penceritaan akan keluarga Schell. Thomas Schell, yang diperankan oleh Tom Hanks, adalah seorang ayah yang selalu memberikan teka-teki bagi Oskar yang punya rasa ingin tahu yang amat tinggi. Ambisinya untuk menjadi seorang scientist, ternyata harus berakhir sebagai seorang penjual perhiasan, demi menafkahi keluarganya. Akhirnya, sosok Oskar menjadi tempat pelampiasan baginya. Oskar selalu diberi teka-teki, yang membuatnya sangat kritis berkat ayahnya.

82-picture2
Courtesy of Warner Bros., Scott Rudin Productions, Paramount Pictures © 2011

Kisah film ini menjadi semakin tajam di bagian awal, ketika peristiwa 9/11 terjadi. Peristiwa tersebut ternyata menewaskan Thomas. Hal ini membuat Linda Schell, yang diperankan oleh Sandra Bullock, mengalami depresi yang amat tinggi dan harus menjaga putra semata wayangnya. Kematian Thomas ternyata masih meninggalkan sebuah jejak untuk Oskar. Oskar masih belum bisa memecahkan “sixth borough”, teka-teki terakhir dari sang ayah.

Singkat cerita, beberapa bulan berlalu. Sepeninggalnya Thomas, ruangannya tidak pernah diubah. Suatu saat, Oskar berusaha mencari sesuatu dari lemari ayahnya. Alhasil, Ia memecahkan sebuah vas biru, yang ternyata berisi sebuah kunci didalamnya. Kunci tersebut dianggapnya sebagai sebuah pesan rahasia terakhir dari sang Ayah.

82-picture7
Courtesy of Warner Bros., Scott Rudin Productions, Paramount Pictures © 2011

Dalam amplop kecil dimana kunci itu berada, terdapat kata “Black.” Oskar kemudian melakukan listing pada semua orang yang memiliki nama belakang Black. Ia kemudian mengunjungi satu demi satu orang-orang tersebut dan menanyakan apakah mereka mengetahui maksud kunci tersebut.

Di film ini, kita akan bertemu dengan Abby Black, yang diperankan oleh Viola Davis. Abby adalah orang pertama yang dikunjungi Oskar. Selain itu, ada cukup banyak orang-orang yang ditemui Oskar. Oskar mendapatkan sebuah perjalanan yang berisi ratusan kisah dari kehidupan orang-orang yang ditemuinya.

82-picture4
Courtesy of Warner Bros., Scott Rudin Productions, Paramount Pictures © 2011

Ia juga kemudian bertemu dan berkenalan dengan The Renter, sebuah sebutan untuk kakek tua yang tinggal di apartemen neneknya, yang diperankan oleh Max Von Sydow. The Renter tidak mau berbicara sepenggal kata, Ia hanya membawa spidol dan catatan, lalu menuliskan kata-kata yang ingin dikatakannya. Oskar kemudian merasa ada sebuah hubungan emosional dengan The Renter, dan kemudian mengajaknya ikut serta dalam petualangannya.

Film ini sungguh menarik. Sebuah kisah yang sangat kuat, dengan permainan emosional penonton. Sepanjang film, alunan musik Alexandre Desplat tidak akan berhenti untuk memainkan perasaan penonton. Stephen Daldry, sebagai sutradara film ini, berusaha untuk menunjukkan sebuah tontonan yang akan mengocok emosi penonton. Apalagi ketika Oskar harus berdebat dengan ibunya.

82-picture6
Courtesy of Warner Bros., Scott Rudin Productions, Paramount Pictures © 2011

Dari kualitas akting para pemainnya, film ini sudah tidak diragukan. Sebut saja Tom Hanks, Sandra Bullock, Max Von Sydow, hingga Viola Davis, semuanya sudah cukup amat menjamin kehebatan film ini. Tetapi yang tidak boleh diremehkan adalah sosok Thomas Horn. Horn menampilkan sebuah akting yang sangat kuat, dengan gaya serba tahu yang dilengkapi dengan perasaan amat bersalah yang sangat mendalam.

Ending film ini, kita akan diberikan sebuah kejutan, apalagi ketika Ibu dan anak di film ini akhirnya akur dalam sebuah perbincangan yang emosional serta terkuaknya rahasia “sixth borough” secara tidak terduga. Saya cukup tidak menyangka dengan ending film ini. Juga, dengan komposisi cinematography di bagian akhir, ketika Oskar sedang berayun, menjadi salah satu favorit saya. Juga saat Oskar membuat surat ucapan terima kasih untuk orang-orang yang pernah ditemuinya. Pada akhirnya, lewat sentuhan dramatisasi yang amat baik, dengan konsep cerita yang cukup menyentuh, dan iringan musik yang mempertajam cerita, film ini akan menjadi sebuah tontonan drama terbaik dari 2011 yang sangat disayangkan bila dilewatkan.

Extremely Loud and Incredibly Close (2011)
PG-13, 129 menit
Adventure, Drama, Mystery
Director: Stephen Daldry
Writer: Eric Roth, Jonathan Safran Foer
Full Cast : Tom Hanks, Thomas Horn, Sandra Bullock, Zoe Caldwell, Dennis Hearn, Paul Klementowicz, Julian Tepper, Caleb Reynolds, John Goodman, Max von Sydow, Stephen Henderson, Lorna Pruce, Viola Davis, Jeffrey Wright, Hazelle Goodman, Bernadette Drayton, David Latham, Marty Krzywonos, Jim Norton, Carmen M. Herlihy, Ryka Dottavio, Chloe Roe, Diane Cheng, Gregory Korostishevsky, Adrian Martinez, Marco Verna, Brandon Jeffers, Martin E. Brens, Gustavo Brens, Brooke Bloom, Rene Ojeda, Madison Arnold, Henry Morales-Ballet, Bryse Gregory, William Youmans, Kit Flanagan, Jenson Smith, Ray Iannicelli, Miguel Jarquin-Morel, Benjamin McCracken, Malachi Weir, John Joseph Gallagher, Sam K. Kaufman, Stephen Kunken, Kim Rideout, Chloe Elaine Scharf, Eva Kaminsky, Chris Hardwick, Kate Levy, Stephanie Kurtzuba, Catherine Curtin, Lola Pashalinski, Clayton James Mackay, Bailey Grey

#82 – Extremely Loud and Incredibly Close (2011) was last modified: Juli 6th, 2021 by Bavner Donaldo