Dalam memori saya, sosok Leonard Bernstein tidak terlalu asing. Ia merupakan seorang composer hebat, yang juga menulis musikal “West Side Story,” yang kemudian menjadi film terbaik Academy Award di tahun 1961. Diusung sebagai salah satu unggulan Netflix di musim penghargaan tahun ini, “Maestro” akan membawa penonton ke dalam kehidupan pribadi Bernstein dan istrinya, Felicia Montealegre.

Film ini diawali dengan sebuah telepon yang membangunkan sang konduktor bernama Leonard Bernstein, diperankan oleh Bradley Cooper. Ia yang masih berusia 25 tahun ditunjuk untuk menggantikan Bruno Walter, dan langsung memulai debutnya sebagai konduktor di New York Philharmonic tanpa latihan. Kala itu, Ia sedang memiliki hubungan asmara dengan David Oppenheimer, seorang pemain klarinet yang diperankan oleh Matt Bomer.

maestro
Courtesy of Sikelia Productions, Amblin Entertainment, Fred Berner Films, Netflix, Lea Pictures © 2023

Seiring berjalannya waktu, di suatu pesta, Ia berkenalan dengan Felicia Montealegre, yang diperankan oleh Carey Mulligan. Ia merupakan seorang pemain teater, yang aslinya berasal dari Chile. Bernstein dan Montealegre pun menjalin cinta, dan memutuskan untuk lanjut ke dalam tahap yang lebih serius: pernikahan. Pernikahan mereka pun dikaruniai tiga orang anak, antara lain: Jamie, Alexander, dan Nina.

Cerita menjadi menarik ketika Montealegre menyadari jikalau suaminya juga merupakan seorang homoseksual. Sedari awal, Bernstein pun tak segan memperkenalkan dirinya dengan Oppenheimer. Montealegre sendiri juga sebetulnya sudah mendapat serangkaian kode dari Shirley Bernstein, diperankan oleh Sarah Silverman, yang merupakan saudari suaminya. Cuma saja, Ia lebih memilih untuk hidup dalam sarang bersama burung yang memiliki kotoran.

maestro
Courtesy of Sikelia Productions, Amblin Entertainment, Fred Berner Films, Netflix, Lea Pictures © 2023

“Maestro” adalah film kedua arahan Bradley Cooper, setelah “A Star Is Born” yang sampai sukses di Oscar. Aktor yang sudah 9 kali mendapatkan nominasi Oscar dari beragam kategori ini, terbilang cukup ambisius dalam menghadirkan film ini. Cerita “Maestro” ditulisnya bersama Josh Singer, penulis naskah yang telah lebih dulu dikenal melalui “Spotlight.”

Secara penyajian, “Maestro” akan membawa penonton dalam serentetan cerita dalam dua bagian besar, yang dibedakan dari penyajian hitam-putih dan berwarna kisahnya. Perbedaan penyajian ini terasa sebagai suatu penjelas dari kapan periode ini sebetulnya berlangsung. Sayangnya, “Maestro” memang tidak mau terlalu detil dengan kejadiannya, yang membuat cerita lebih dari tiga dekade diringkas cukup tajam.

maestro
Courtesy of Sikelia Productions, Amblin Entertainment, Fred Berner Films, Netflix, Lea Pictures © 2023

Alhasil, cerita-cerita yang dipilih dari “Maestro” adalah lebih pada dinamika hubungan Bernstein dan istrinya. Inilah yang membuat bagaimana film ini terasa begitu cepat mengisahkan karakter anak-anaknya, ataupun serangkaian karya besar yang sudah ditulisnya. “Maestro” cuma mau terfokus pada kehidupan Bernstein sebagai seorang biseksual. Film ini hanya akan menghadirkan aksi yang terlihat oleh Montealegre, misalnya seperti menyaksikan Bernstein berciuman ataupun berpegangan tangan.

Dari serangkaian peristiwa penting yang di highlight dalam “Maestro,” yang paling menjadi favorit saya adalah ketika sang maestro memimpin lagu Mahler yang berjudul ‘Resurrection Symphony’ di Ely Cathedral. Pada momen ini saya menyaksikan begitu piawainya Cooper dalam memerankan Bernstein. Apalagi ketika momen megah tersebut ditutup dengan adegan pelukan dengan istrinya, yang terasa penuh haru.

maestro
Courtesy of Sikelia Productions, Amblin Entertainment, Fred Berner Films, Netflix, Lea Pictures © 2023

Dari segi penampilan, saya menyukai kombinasi penampilan Bradley Cooper dan Carey Mulligan disini. Saya lumayan tidak menyangka dengan tampilan Cooper dalam film ini, juga dengan Mulligan yang kerapkali mencuri adegan lewat senyuman dan ekspresinya. Penampilan keduanya terbilang sebagai lumayan fenomenal, mengingat karakter keduanya dengan beragam periode waktu.

Faktor lain yang terasa unggul adalah makeup. Penonton akan menyaksikan kedua karakter utama dengan beragam tampilan, mulai dari akhir periode 50-an sampai memasuki periode 70-an. Ini belum termasuk dengan beberapa adegan yang menuntut banyaknya pemain. Sepanjang film, mata saya cukup terfokus dalam mengamati detil demi detil perubahan yang terlihat dari tampilan karakter Bernstein dan Montealegre. Sungguh mengagumkan!

maestro
Courtesy of Sikelia Productions, Amblin Entertainment, Fred Berner Films, Netflix, Lea Pictures © 2023

Pada musim penghargaan tahun ini, saya rasa “Maestro” juga patut dapat perhatian yang setimpal. Saya akan menjagokan film ini untuk beberapa kategori, termasuk Best Picture, Best Actor in Leading Role, Best Actress in Leading Role, Best Actress in Supporting Role untuk Silverman, Best Makeup, Best Production Design, dan Best Cinematography. Tentu saya rasa persaingan Best Actor in Leading Role menjadi sangat kuat, terutama ketika penampilan Cillian Murphy dalam “Oppenheimer” ataupun Paul Giamatti dalam “The Holdovers” yang amat kuat. Film ini sendiri dirilis di Venice Film Festival dan ikut berkompetisi dalam memperebutkan Golden Lion, yang akhirnya jatuh pada “Poor Things.”

Biopik yang satu ini ternyata bukan kisah yang akan mengunggulkan kehebatan atau perjuangan sang maestro. “Maestro” seakan menegaskan perkataan jikalau di belakang pria yang kuat, ada sosok wanita hebat. Kehidupan sang maestro ternyata tidak semulus dengan karya yang kita kenal. Terlihat jelas bagaimana rasa kehilangannya, walaupun pada akhirnya tabiat Bernstein tetap tidak berubah.

Pada akhirnya, “Maestro” terasa sebagai contoh lain film ambisius yang dieksekusi dengan menawan. Walaupun ceritanya bukanlah sebuah hal yang inspiratif, “Maestro” terasa cukup realistis dalam menghadirkan kekurangan kedua karakter utamanya. Alhasil, film ini tidak menjadi yang terfavorit untuk saya, tapi tetap terbilang sebagai salah satu yang terbaik dari 2023. Suatu penjiwaan yang tidak terkalahkan!

Maestro (2023)
R, 129 menit
Biography, Drama, HIstory
Director: Bradley Cooper
Writers: Bradley Cooper, Josh Singer
Full Cast: Carey Mulligan, Bradley Cooper, Matt Bomer, Vincenzo Amato, Greg Hildreth, Michael Urie, Brian Klugman, Nick Blaemire, Mallory Portnoy, Alexandra Santini, Jarrod LaBine, Sarah Silverman, Kate Eastman, William Hill, Valéry Lessard, Renée Stork, Tim Rogan, Sara Sanderson, Yasen Peyankov
#780 – Maestro (2023) was last modified: Januari 10th, 2024 by Bavner Donaldo