Sebagai sebuah coming of age drama paling realistis, film ini akan menjadi sebuah tontonan yang tidak dapat dilewatkan. Richard Linklater menawarkan sebuah tontonan perjalanan ke dalam realita, yang digambarkan dari sosok Mason, mulai dari kanak-kanak hingga memasuki masa dewasa awal.

Penonton akan diajak untuk kembali ke tahun 2002, dan bertemu dengan seorang anak bungsu bernama Mason, yang diperankan oleh Ellar Coltrane, yang sebetulnya kelihatan normal-normal saja. Linklater tidak menyajikan sebuah cerita yang memang disusun sedemikian rupa, tetapi memperlihatkan bagaimana caranya “mematangkan” konsep yang biasa-biasa saja melalui perubahan-perubahan yang terjadi. Maksud saya, seperti menyaksikan film yang mengambil setting misalnya dari era 60-an, para pembuat film akan berusaha keras untuk menampilkan hal yang serupa walaupun sebetulnya tampak tidak serupa. Berbeda dengan film ini, sajian kekonsistenan Linklater selama 12 tahun memperlihatkan potongan-potongan kisah yang disertai dengan beberapa momen-momen nyata disekitar kita.

65-Picture6
Courtesy of IFC Productions, Detour Filmproductions © 2014

Dari sisi cerita, film ini tidak memperlihatkan sesuatu yang benar-benar berat. Kisahnya mengalir begitu saja, dan yang cukup menyenangkan, terdapat banyak perubahan nyata yang diperlihatkan dalam film ini. Mulai dari sosok Mason,  Sam dan Ibunya, Olivia; yang memperlihatkan  mulai dari perubahan secara biologis, hingga perubahan secara psikologis.

65-Picture7
Courtesy of IFC Productions, Detour Filmproductions © 2014

Film ini dimulai dengan nama “The Twelve-Year Project.” Linklater memulai mematangkan konsep ceritanya dengan melakukan penyesuaian terhadap para pemainnya secara berkala setiap tahunnya. Selain itu, Ia juga memasukkan beberapa factual things yang sempat menjadi tren di masanya, mulai dari Britney Spears, GameBoy, Apple Computer, Harry Potter, XBox, Pemilu Amerika, social media hingga penggunaan fasilitas video call. Kemajuan teknologi menjadi salah satu unsur pembeda setiap periode tahunnya, dan akan terlihat jelas bagaimana inovasi-inovasi dalam dunia manusia berjalan.

65-Picture3
Courtesy of IFC Productions, Detour Filmproductions © 2014

Dari kisah kehidupan Mason, yang paling menarik bagi saya adalah bagaimana Olivia berusaha berjuang sebagai single mom untuk menghidupi Mason, menghadapi banyak kegagalan pernikahan, memenuhi cita-citanya, hingga melepas kedua anaknya. Patricia Arquette, yang memerankan sosok Olivia, benar-benar memperlihatkan ekspresi tersebut. Sosok Olivia yang pintar, disiplin, dan good mom ini cukup memegang peranan dalam kisahnya, yang juga sebetulnya menentukan nasib kedua anaknya, Mason dan Sam.

65-Picture4
Courtesy of IFC Productions, Detour Filmproductions © 2014

Lain halnya dengan karakter Sam yang diperankan oleh Lorelei Linklater, yang juga putri dari sutradara film ini. Penonton akan dapat membandingkan perbedaan perkembangan kematangan antara anak laki-laki dan perempuan menjadi dewasa. Sosok Sam yang memang sedikit jauh lebih tua, memperlihatkan sebuah perbedaan jelas bila dibandingkan dengan Mason. Sosok Mason Sr, ayah mereka yang diperankan oleh Ethan Hawke, menampilkan sosok Ayah yang menyenangkan, yang selalu berusaha meluangkan waktunya di akhir pekan, dan mencoba memahami kedua anaknya yang punya status children from broken family walaupun mereka tidak tinggal bersama. Yang menarik, Mason Sr hadir sebagai pendengar dan pemberi nasihat yang baik bagi kedua anaknya, walaupun Ia tidak terlihat sebagai sosok panutan patut diteladani.

65-Picture1
Courtesy of IFC Productions, Detour Filmproductions © 2014

Selama 12 tahun, yang dibagi ke dalam 12 periode dan 143 adegan, yang kemudian ditayangkan berdurasi selama 165 menit, akan menjadi sebuah tontonan yang sangat mengalir dan menurut saya tanpa klimaks dan sarat akan makna. Salah satu momen yang cukup teringat adalah ketika Mason, Sam dan Ayahnya bermain bowling. Mason menuntut untuk dipasangkan bumper¸demi mencetak strike atapun paling tidak menjatuhkan satu pin bowling. Ayahnya menolak dan bilang, “You don’t want the bumpers, life doesn’t give you bumpers.

Ada satu kutipan yang menarik dari akhir film yang diucapkan oleh Nicole, teman Mason: “You know how everyone’s always saying seize the moment? I don’t know, I kind of thinking it’s other way around, you know, like the moment seizes us.”

65-Picture5
Courtesy of IFC Productions, Detour Filmproductions © 2014

Walaupun film ini tidak dapat dikatakan sebagai film pertama yang syuting dalam beberapa periode waktu, namun kerja keras Linklater dan para pemainnya perlu diapresiasi dalam menjaga konsistensi mereka. Memang cukup jarang untuk menjumpai film sejenis ini, dan tidak heran bila film ini menuai banyak prestasi, seperti film terbaik nomor satu pada beberapa kritikus film, meraih nilai sempurna pada situs kritis dan universal acclaim, menjadi film drama terbaik di Golden Globes hingga meraih enam nominasi di Academy Awards 2015 ini. Akan cukup disayangkan bila film ini gagal dalam tiga nominasi yang menurut saya benar-benar unggul: Best Picture, Best Director, dan Best Supporting Actress. Saya cukup setuju bila film ini dapat dikatakan sebagai salah satu yang terbaik dari dekade 2010-an. It’s a must-to-see movie!

Boyhood (2014)
R, 165 menit
Drama
Director: Richard Linklater
Writer: Richard Linklater
Full Cast : Ellar Coltrane, Patricia Arquette, Elijah Smith, Lorelei Linklater, Steven Chester Prince, Bonnie Cross, Sydney Orta, Libby Villari, Ethan Hawke, Marco Perella, Jamie Howard, Andrew Villarreal, Shane Graham, Tess Allen, Ryan Power, Sharee Fowler, Mark Finn, Charlie Sexton, Byron Jenkins, Holly Moore, David Blackwell, Barbara Chisholm, Matthew Martinez-Arndt, Cassidy Johnson, Cambell Westmoreland, Jennifer Griffin, Garry Peters, Merrilee McCommas, Tamara Jolaine, Jordan Howard, Andrew Bunten, Tyler Strother, Evie Thompson, Brad Hawkins, Savannah Welch, Mika Odom, Sinjin Venegas, Nick Krause, Derek Chase Hickey, Angela Rawna, Megan Devine, Jenni Tooley, Landon Collier, Roland Ruiz, Richard Andrew Jones, Karen Jones, Gordon Friday, Tom McTigue, Sam Dillon, Martel Summers, David Clark, Zoe Graham, Jessie Tilton, Richard Robichaux, Will Harris, Indica Shaw, Bruce Salmon, Wayne Sutton, Joe Sundell, Sean Tracey, Ben Hodges, Daniel Zeh, Chris Doubek, Andrea Chen, Mona Lee Fultz, Bill Wise, Alina Linklater, Charlotte Linklater, Genevieve Kinney, Elijah Ford, Kyle Crusham, Conrad Choucroun, Maximillian McNamara, Taylor Weaver, Jessi Mechler
#65 – Boyhood (2014) was last modified: November 17th, 2020 by Bavner Donaldo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here