Kalau mendengar sepintas judulnya, mungkin rasanya agak kurang sreg ya. Tapi jangan anggap remeh dulu. “Drive My Car” merupakan official submission dari Jepang untuk film berbahasa asing terbaik. Sebelumnya, ini film sudah sukses terlebih dahulu dengan meraih skenario terbaik di Cannes Film Festival. Jadi, masih ragu?

Jika menyaksikan sepintas, film ini menggunakan nama Haruki Murakami sebagai penulis dari kisahnya. Sebetulnya, ceritanya sendiri ditulis oleh sutradara film ini, Ryûsuke Hamaguchi, bersama Takamasa Oe, dan keduanya menjadikan kedua cerita pendek Murakami sebagai inspirasinya. Kisah pendek berjudul “Scheherazade” dan “Kino” dari buku “Men Without Women” menjadi materi inspirasi sampai akhirnya keduanya menjadikan sosok Yusuke Kafuku sebagai karakter utama di film ini.

drive my car
Courtesy of Bitters End, C&I Entertainment, Drive My Car Production Committee, Culture Entertainment © 2021

Film ini sebetulnya sungguh unik. Selain panjang yang awalnya membuat saya sedikit mikir-mikir dengan durasinya, ternyata memang iya. Opening credits film ini mulai di menit 40, dan bagian sebelum credits itu adalah panjangnya cerita awal dari film ini. Bikin geleng-geleng kan? Dari sini, saya langsung berpikir dengan ritme cerita yang pastinya akan benar-benar bikin puas untuk 2 jam sisanya.

Karakter utama di film ini, Kafuku, diperankan oleh Hidetoshi Nishijima, adalah seorang sutradara dan pemain teater. Di bagian awal film, kita akan mencerna bagaimana proses kreatif Kafuku bermain. Setiap kali Ia mengendarai mobil antiknya, Ia akan memasang kaset yang berisi rekaman suara sang Istri, Oto, yang diperankan oleh Reika Kirishima, yang akan menyuarakan dialog-dialog karakter lain yang tidak perankan Kafuku.

drive my car
Courtesy of Bitters End, C&I Entertainment, Drive My Car Production Committee, Culture Entertainment © 2021

Selain itu, sang istri sebetulnya adalah seorang penulis naskah untuk drama di televisi. Menariknya, Ia selalu mendapat inspirasi cerita setiapkali keduanya berhubungan badan. After sex, istrinya akan bercerita dengan detil pada suami, dan kacaunya, di pagi hari Ia akan meminta suaminya untuk menceritakan kembali. Hal ini menunjukkan proses kreatif lain yang membuat saya bertanya apakah itu memang benar-benar lupa, atau hanya ingin memvalidasi jika sang suami memang benar memperhatikan. Interesting.

Tapi hidup memang tidak akan semanis itu ya. Singkat cerita Oto meninggal, dan Kafuku menjalani kehidupannya sendiri dibalik kematian putri dan istrinya. Dua tahun kemudian, Kafuku diajak untuk menjadi seorang sutradara teater yang mementaskan pentas yang sebelumnya pernah Ia perankan. Disini, Ia diberikan seorang supir bernama Misaki Watari, diperankan oleh Toko Miura, yang merupakan seorang perempuan muda. Dari sinilai cerita “Drive My Car” akan berjalan.

drive my car
Courtesy of Bitters End, C&I Entertainment, Drive My Car Production Committee, Culture Entertainment © 2021

Pertama, jangan membandingkan “Drive My Car” dengan suguhan film Jepang yang mungkin Anda pernah tonton seperti “Shoplifters” ataupun “Departures.” Film ini berjalan cukup panjang dimana “akan” memaksa penonton untuk menikmati rekaman dialog-dialog Oto dan kemudian akan dibalas oleh Kafuku sementara di dalam mobil. Dari sana, kita secara tidak langsung akan menikmati sebetulnya pagelaran yang diperankan oleh Kafuku seperti apa.

Kedua, menariknya film ini adalah pentas Kafuku yang dikemas secara multilingual. Saya amat terkejut ketika tiba-tiba Bahasa Indonesia atau Melayu yang digunakan di dalam pementasannya di awal. Pada edisi dua tahun kemudian, film akan lebih terfokus dengan mengkombinasikan Bahasa Tagalog, Bahasa Korea, Bahasa Mandarin, serta Korean sign language sebagai pendamping Bahasa Jepang yang merupakan bahasa utama di film ini.

drive my car
Courtesy of Bitters End, C&I Entertainment, Drive My Car Production Committee, Culture Entertainment © 2021

Dari penampilan, saya amat menikmati peran Nishijima, yang terlihat tidak dominan, namun terus memancing kita untuk berpikir sebetulnya apa yang Ia khawatirkan selama ini. Begitupula dengan Miura yang amat berhasil menghadirkan sosok Watari yang amat misterius sampai akhirnya nanti kita mengenali sosoknya yang sebenarnya.

Terakhir, saya amat menikmati peran Koji Takatsuki yang diperankan oleh Masaki Okada. Walaupun sebatas pendukung, adegan-adegan dimana Takatsuki muncul akan selalu mencuri perhatian. Bagian yang paling menarik adalah ketika Ia melanjutkan kisah dongeng Oto yang sama sekali tidak pernah didengar Kafuku. Saat menyaksikan bagian ini, otak saya langsung bergumam, jadi selama ini, kamu… (oke isi sendiri ya).

drive my car
Courtesy of Bitters End, C&I Entertainment, Drive My Car Production Committee, Culture Entertainment © 2021

Secara penyajian, saya akhirnya menyadari apa maksud dari judul ini. Perjalanan Kafuku selama di Hiroshima, bertemu dengan Watari, ternyata membawanya ke sebuah perspektif yang tidak Ia pikirkan. Ingat, saya tidak mau membocorkannya. Keindahan kota Hiroshima juga dikemas indah di film ini. Lewat jalan-jalan Jepang yang banyak terdiri dari terowongan-terowongan, sampai jalan tol yang terlihat rumit kalau dipandang secara aerial view, sampai indahnya salju di kampung halaman Watari.

drive my car
Courtesy of Bitters End, C&I Entertainment, Drive My Car Production Committee, Culture Entertainment © 2021

Secara keseluruhan, “Drive My Car” memang bukan tontonan untuk semua. Namun, keragaman di film ini akan memberikan kesan keindahan tersendiri. Begitupula dinamika cara pandang pria dan wanita sebagaimana diusung Murakami. “Drive My Car” terasa begitu unggul dari segi penceritaan, sampai-sampai saya pun jadi overthinking dan hanya bisa menerka akhir dari cerita film ini. What a great movie!

Drive My Car [Doraibu mai ka] (2021)
R, 179 menit
Drama
Director: Ryûsuke Hamaguchi
Writer: Ryûsuke Hamaguchi, Haruki Murakami, Takamasa Oe
Full Cast: Hidetoshi Nishijima, Toko Miura, Reika Kirishima, Park Yoo-Rim, Jin Dae-Young, Sonia Yuan, Satoko Abe, Masaki Okada, Perry Dizon, Ahn Hwitae

#604 – Drive My Car [Doraibu mai ka] (2021) was last modified: September 25th, 2022 by Bavner Donaldo