Awal tahun ini, Pixar kembali menghadirkan sebuah cerita keluarga. Berjudul “Onward,” penonton akan diajak untuk masuk ke dunia fantasi yang mempersonifikasi makhluk-makhluk mistis. Ada sosok centaur, manticore, peri sama elf. Semuanya digambarkan seperti rupa manusia, yang memiliki rumah, bersekolah, hingga bisa hidup antar species dengan pembeda jantan dan betina. Let’s take a look.

Bagian pertama film ini akan sedikit menceritakan bagaimana peran sihir yang lambat laun tidak digunakan berkat perkembangan teknologi. Lahirnya listrik, telepon, hingga kendaraan, membuat para makhluk hidup menggantungkan diri mereka pada teknologi. Mereka mulai melupakan sihir, yang notabene merupakan suatu hal yang tadinya membantu mereka. Hingga akhirnya cerita ini membawa penonton ke jaman modern. Kita akan berkenalan dengan sebuah keluarga Elf, yang terdiri dari single mom bersama kedua putranya yang sudah besar.

Courtesy of Walt Disney Pictures, Pixar Animation Studios © 2020

Si Bungsu, yang bernama Ian Lighfoot, disuarakan oleh Tom Holland, baru saja berulang tahun ke-16. Berusaha memulai pagi pertamanya sebagai seorang yang hampir dewasa, Ia malah mendapati momen ‘makan pagi’ yang kurang menyenangkan. Sang kakak, Barley, yang disuarakan oleh Chris Pratt, terlalu aktif dan bersemangat, hingga tak menyadari semua hal yang Ia lakukan dengan maksud baik malah dicerna kebalikan oleh sang adik. Kehidupan mereka berdua tidak lepas dari perhatian Sang Ibu, Laurel, yang disuarakan oleh Julia Louis-Dreyfus, yang hobi senam. Laurel yang kini menjanda juga memiliki hubungan dengan seekor polisi Centaur bernama Colt Bronco, yang disuarakan oleh Mel Rodriguez.

Courtesy of Walt Disney Pictures, Pixar Animation Studios © 2020

Memasuki dewasa, ada begitu banyak harapan Ian. Ia ingin dapat lolos ujian mengemudi, bisa mengadakan pesta di rumahnya, sampai ingin mengalahkan rasa mindernya. Akan tetapi, di hari pertamanya, semuanya kurang berjalan baik apalagi ketika Barley menjemputnya dengan mobil butut yang dinamai ‘Guinevere.’ Suatu ketika, sang Ibu memberikan mereka hadiah peninggalan dari Ayah mereka. Setelah dibuka, ternyata isinya merupakan sebuah tongkat sihir beserta panduan untuk dapat memunculkan Ayah mereka yang telah tiada. Dengan penuh usaha, Barley mengucapkan mantra lewat beragam cara. Sayang. Ia gagal. Sampai ketika Ian tidak sengaja mencobanya, dan berhasil, walaupun hanya bisa mengembalikan sang Ayah dalam wujud sebagian: bagian pinggang sampai ujung kaki. Keduanya pun memulai petualangan demi melengkapi bagian Ayah mereka yang hilang.

Courtesy of Walt Disney Pictures, Pixar Animation Studios © 2020

Berdurasi 103 menit, sedari awal “Onward” begitu kental untuk menunjukkan bagaimana kedua karakter utama kita ‘haus’ untuk bertemu Ayah yang telah tiada. Ini cukup berbeda dengan “Coco” yang lebih terkesan untuk ‘tidak melupakan mereka yang telah pergi meninggalkan kita.’ Di film ini, penonton akan dibangun emosi untuk memperlihatkan bagaimana Ian dan Barley sangat bersemangat melengkapi mantra yang sebetulnya akan habis dalam 24 jam. Sayangnya, apa yang dibangun dalam plot “Onward” terasa menghibur namun tidak memberikan pengalaman menonton seperti yang saya dapatkan dari film-film Pixar lainnya. Memang sih, dengan formula yang sering dipakai Pixar, film ini sempat berhasil membuat saya berkaca-kaca ketika memasuki bagian akhir ceritanya.

Courtesy of Walt Disney Pictures, Pixar Animation Studios © 2020

Yang menarik, di film ini Dan Scanlon, sutradara film ini, yang juga menulis ceritanya bersama Jason Headley dan Keith Bunin, memasukkan unsur LGBT dalam sosok Specter, yaitu seekor polisi cyclops yang merupakan 1 dari 3 polisi yang bertemu dengan aksi kakak-beradik ini. Saya pun menyadari dari dialog Specter yang menegaskan mengenai dirinya dan pacar perempuannya. Terbilang singkat memang, tapi karena ini Disney mendapat potongan sensor sampai ban di beberapa negara.

Konsep yang ditawarkan “Onward” sebetulnya terasa cukup fresh, namun sedikit beresiko, terutama saat mengangkat dunia mitologi ke dalam penggambaran modern. Buktinya saja, Disney dulu sempat menghadirkan “Hercules” sebagai animasi mereka ke-35. Terlepas dari box office, film “Hercules” mungkin tidak dapat mengalahkan kepopularitasan film-film Disney lainnya, misalnya yang teranyar “Moana” ataupun “Frozen.” Saya menduga ini akan terjadi pada “Onward” yang terlihat jelas kalah telak dengan “Coco” ataupun “Up” yang jauh lebih berkesan.

Courtesy of Walt Disney Pictures, Pixar Animation Studios © 2020

Sayangnya, sihir “Onward” tidak semenarik “Harry Potter.” Termasuk mantra-mantra buatan film ini. Terlepas demikian, “Onward” masih terbilang sebagai tontonan yang menghibur. Film ini bisa menyadarkan kita akan hal-hal yang mungkin kadang tidak kita duga, namun sebetulnya berkesan. Pesan tersirat di film ini juga saya rasa cukup baik, ketika kadang kita harus menerima kenyataan bila segala sesuatunya tidak berjalan sesuai dengan rencana. Akhir kata, it’s entertaining but not a memorable ones.

Onward (2020)
PG, 102 menit
Animation, Adventure, Comedy
Director: Dan Scanlon
Writer: Dan Scanlon, Keith Bunin, Jason Headley
Full Cast: Tom Holland, Chris Pratt, Julia Louis-Dreyfus, Octavia Spencer, Mel Rodriguez, Kyle Bornheimer, Lena Waithe, Ali Wong, Grey Griffin, Tracey Ullman, Wilmer Valderrama, George Psarras, John Ratzenberger
#510 – Onward (2020) was last modified: Januari 3rd, 2021 by Bavner Donaldo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here