Ketidaksengajaan menyaksikan cuplikan “We Have a Pope” yang sangat jenaka, membuat ketertarikan tersendiri untuk menyaksikan salah satu film yang menjadi official selection Cannes Film Festival 2011. Kata “Habemus Papam” sendiri adalah sebuah ucapan yang berarti “Kita memiliki Paus yang baru”, yang selalu diucapkan saat pengenalan Paus baru di seputaran wilayah basilika St. Peter.

            Kematian Paus terdahulu menjadi awal kisah film ini. Pemilihan Paus baru, yang kemudian disebut sebagai Conclave, adalah sebuah pemilihan tertutup yang dilakukan para kardinal dari seluruh dunia yang telah berkumpul di Vatikan. Tentunya, conclave tidak hanya menjadi sebuah pemilihan yang ditunggu-tunggu oleh warga Vatikan ataupun Italia, tetapi sudah menjadi trending news bagi umat Katolik Roma di seluruh dunia.

we have a pope
Courtesy of Sacher Film, Fandango, Le Pacte, France 3 Cinéma, Rai Cinema, Canal+, Coficup, Backup Films, France Télévision, Eurimages © 2011

            Pemilihan Paus memang tidak pernah disiarkan, atau dipublikasikan. Seluruh percakapan hingga suasana pemilihan sangat dirahasiakan. Apalagi dengan catatan-catatan kardinal yang wajib dimusnahkan pada saat hasil pengumuman pengambilan suara. Oleh sebab itu, Moretti yang pasti belum pernah ikut serta pada situasi conclave, cukup berani mengambil resiko untuk menghadirkan suasana tersebut. Ditambah lagi, dengan penambahan beberapa unsur komedi para kardinal yang akan membuat penonton terbahak-bahak.

51-picture3
Courtesy of Sacher Film, Fandango, Le Pacte, France 3 Cinéma, Rai Cinema, Canal+, Coficup, Backup Films, France Télévision, Eurimages © 2011

            Entah karena apa, seorang kardinal yang tidak dijagokan bernama Melville, terpilih sebagai Paus baru. Melville, yang diperankan oleh Michel Piccoli, sangat tidak menyangka dan cukup shock. Ketika Paus terpilih ini ditanya untuk kesediaannya, awalnya Ia ragu. Namun dengan dorongan nyanyian puji-pujian para kardinal membuatnya untuk bersedia. Kesediaan ini kemudian berlanjut dengan kegiatan pengumuman “Habemus Papam” yang sudah ditunggu-tunggu.

            Sikapnya yang setengah-setengah akhirnya membuat dimulainya konflik dalam film ini. Ketidaksiapan Melville membuat dirinya menunda pelaksanaan kegiataan agung itu. Ternyata, suasana menjadi semakin ricuh. Masyarakat menunggu siapa sosok misterius yang menjadi pengganti Paus terdahulu. Di sisi lain, pihak Kepausan berusaha untuk menutupi rahasia ini hingga Melville mau untuk menunjukkan dirinya ke khalayak ramai.

51-picture2
Courtesy of Sacher Film, Fandango, Le Pacte, France 3 Cinéma, Rai Cinema, Canal+, Coficup, Backup Films, France Télévision, Eurimages © 2011

            Pihak Kepausan kemudian menghubungi seorang psychociatrist terhebat, yang diperankan oleh Nanni Moretti. Pertemuan dengan Paus baru ternyata tidak menemukan ujung yang baik. Melville masih belum siap. Dengan terpaksa demi menjaga rahasia Paus yang baru, psikiater ini harus tetap berada di dalam area tertutup bersama para kardinal.

            Pengambil resiko untuk menghadirkan film ini adalah sosok Nanni Moretti, yang sempat meraih sebuah Palme D’Or di tahun 2001 lewat film “The Son’s Room”. Setahun setelah rilisnya film ini di Cannes, Moretti kemudian diangkat menjadi President Jury festival ini di tahun 2012. Setidaknya, Moretti cukup mengangkat sebuah kisah fiktif yang cukup beresiko, karena mengandung unsur agama tertentu.

51-picture7
Courtesy of Sacher Film, Fandango, Le Pacte, France 3 Cinéma, Rai Cinema, Canal+, Coficup, Backup Films, France Télévision, Eurimages © 2011

            Keinginan Moretti untuk menghadirkan sosok Pemimpin baru yang merasa belum siap tetapi sudah dipilih cukup tergambarkan lewat sosok Kardinal Melville. Sudah dapat ditebak bahwa dalang cerita film ini akan terpusat pada sosok Melville. Sedangkan para kardinal, akan menjadi pemanis cerita dengan beberapa suguhan komedi yang disertakan.

            Menyaksikan film ini ternyata tidak seasyik yang Saya saksikan lewat trailer-nya. Apakah cukup kecewa dengan film ini? Sama sekali tidak. Film berbahasa Italia ini tampil cukup menawan, dan cukup menyenangkan dari sisi komedinya yang masih dapat diterima. Setidaknya, film ini masih berada dalam jalur kendali yang cukup baik, sehingga tidak menghasilkan sebuah pro-kontra dengan tema serius yang diangkatnya.

We Have a Pope [Habemus Papam] (2011)
102 menit
Comedy, Drama
Director: Nanni Moretti
Writer: Nanni Moretti, Francesco Piccolo, Federica Pontremoli
Full Cast : Michel Piccoli, Jerzy Stuhr, Renato Scarpa, Franco Graziosi, Camillo Milli, Roberto Nobile, Ulrich von Dobschütz, Gianluca Gobbi, Nanni Moretti, Margherita Buy, Camilla Ridolfi, Leonardo Della Bianca, Dario Cantarelli, Manuela Mandracchia, Rossana Mortara, Teco Celio, Roberto De Francesco, Chiara Causa, Mario Santella, Toni Laudadio, Enrico Ianniello, Cecilia Dazzi, Lucia Mascino, Massimo Verdastro, Giulia Giordano, Francesco Brandi, Giovanni Ludeno, Salvatore Miscio, Salvatore Dell’Aquila, Peter Boom, Erik Merino, Harold Bradley, Jelle Bruinsma, Alfredo Cairo, Leonardo Maddalena, Mauro Casanica, Somasiry Jayamanne

#51 – We Have a Pope [Habemus papam] (2011) was last modified: Juli 6th, 2021 by Bavner Donaldo