Setelah digantungkan oleh pendahulunya selama beberapa ratusan purnama, “Ada Apa Dengan Cinta 2” berusaha menjawab penantian para penggemarnya. Memang sudah terlalu lama, mengingat film terdahulunya yang sudah dirilis 14 tahun yang lalu.

            Berkat banyak dukungan untuk melanjutkan kisah ini, akhirnya produser sekaligus kreator AADC, Mira Lesmana, mengungkapkan kelanjutan ceritanya. Well, namanya juga melanjutkan salah satu cerita film pembangkit industri perfilman era awal 2000-an yang kala itu sudah cukup lesu bila dibandingkan dekade-dekade sebelumnya. Kasarnya, buat Saya: udah syukur ceritanya dilanjutin, daripada dibuat terus bertanya-tanya.

221-Picture1
Courtesy of Legacy Pictures, Miles Films © 2016

            Film ini dibuka dengan opening animasi yang cukup menarik, berisi tentang rangkuman alur cerita AADC. Kisah lalu dilanjutan dengan sebuah reuni antara Cinta dengan kawanan gengnya yang berisi Maura, Milly, Karmen beserta pasangan-pasangan mereka. Bagaimana dengan Rangga? Kini Ia sudah memiliki sebuah kedai kopi kecil di kota New York bersama rekannya.

            Lalu bagaimana kelanjutan ceritanya? Ya, anda perlu tonton sendiri. Yang pasti, cerita yang digarap Mira Lesmana bersama Prima Rusdi berhasil menjawab keinginan para penggemar. Walaupun kadang alurnya tidak ada yang terlalu spesial, karena mungkin akan mudah tertebak dan terkesan cukup garing, tetap tidak menjadi halangan untuk menikmati ceritanya. Beberapa elemen masih dipertahankan, seperti narasi-narasi puitis Rangga yang selalu membuat berkesan. Lesmana dan Rusdi juga berhasil memberi gambaran kota Yogyakarta sebagai setting utama dalam film ini, dengan memanfaatkan berbagai macam keindahan alam, budaya, dan seni, yang berhasil terekam dengan baik oleh Yadi Sugandi.

221-Picture2
Courtesy of Legacy Pictures, Miles Films © 2016

            Yang pasti, Saya sangat menikmati waktu 124 menit bersama film ini. Riri Riza menghadirkan sebuah tontonan yang terbilang menghibur. Ke-impulsif-an Cinta hingga kesinisan Rangga. Kisah lima sekawan yang kini tinggal empat sekawan dengan karakter-karakter unik mereka. Hingga perjalanan Rangga dan Cinta yang terus membuat rasa ingin tahu, konflik adu mulut mereka, keformalan percapakan mereka. Riza cukup berhasil untuk mencampuradukkan emosi penonton tanpa membuat satu adegan terasa membosankan.

            Nicholas Saputra, aktor yang memerankan karakter Rangga, tampil dengan perawakan yang tentu lebih mature. Sayang saja, Saya cukup lelah dengan ke-bokis­-an-nya, seperti yang dilontarkan Cinta. Namun, karakter inilah yang paling tidak lelah untuk mengucapkan kata “maaf” sepanjang film. Dian Sastrowardoyo pun cukup tetap memikat. Sosok Cinta yang diperankan masih bisa terlihat cepat berubah pikiran, hingga ekspresi malu-malu tapi mau yang membuat penonton tertawa. Chemistry keduanya memang terlihat semakin matang, juga menghibur dan sudah tidak perlu diragukan.

221-Picture3
Courtesy of Legacy Pictures, Miles Films © 2016

            Dari jajaran cast pendukung, Saya merasa karakter Milly, diperankan oleh Sissy Priscilla, merupakan best supporting from this movie. Milly selalu berhasil untuk memecah tawa lewat setiap dialognya, dari segala ke-telmi-an-nya dan ke-plin-planan-nya. Selain Milly, sosok Karmen yang diperankan Adinia Wirasti juga cukup berhasil untuk mencuri momen-momen yang serius.

            Namun, dibalik segala pujian itu, Saya cukup merasa karakter adik tiri Rangga yang diperankan Dimi Cindyastira, sangat terlalu dibuat-buat. Mulai dari penampilan, hingga gaya bertutur yang membuat Saya cukup risih. Bukan bermaksud karena tidak menyukai Cindyastira, akan tetapi buat Saya karakter yang diperankan olehnya masih belum pas.

221-Picture6
Courtesy of Legacy Pictures, Miles Films © 2016

            Background music? Ya, Anto Hoed dan Melly Goeslaw masih menggawangi departemen ini. Buat saya, suami-istri patut jadi legenda musik film di Indonesia. Beberapa track seperti Bimbang versi instrumental masih jadi andalan untuk dihadirkan dan berhasil membawa penonton untuk masuk terus ke dalam suasana. Sayang saja, Saya masih menyukai original soundtrack pendahulunya yang lebih ungguh jauh dan fenomenal.

             Puas! Satu kata yang paling tepat dari Saya untuk film ini. Dilanjutkan dengan kisah yang tidak terlalu dipaksakan ala sinetron stripping Indonesia, dikemas dengan banyak scene indah nan menghibur, serta ditutup sesuai ekspektasi mayoritas. Sebuah reuni yang tidak membosankan, yang membuat Saya tetap rela untuk menyaksikan lagi ataupun masih berharap agar dapat dilanjutkan walaupun kisahnya sebetulnya sudah berakhir. #AADC2

Ada Apa Dengan Cinta 2 (2016)
PG-13, 124 menit
Drama, Comedy, Romance
Director: Riri Riza
Writer: Mira Lesmana, Prima Rusdi
Full Cast: Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra, Adinia Wirasti, Titi Kamal, Sissy Prescillia, Dennis Adhiswara, Ario Bayu, Christian Sugiono, Sarita Thaib, Dimi Cindyastira
#221 – Ada Apa Dengan Cinta 2 (2016) was last modified: November 27th, 2020 by Bavner Donaldo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here