Apa yang anda ekspektasikan dari sebuah judul film? Saat hendak menyaksikan “Relatos salvajes” AKA “Wild Tales”, saya memiliki ekspektasi tentang sebuah “kumpulan cerita-cerita” gila yang liar (seperti judulnya…) Alhasil, film ini ternyata sebuah anthology yang memang menyajikan kisah-kisah “liar”, namun lebih dari ekspektasi yang saya bayangkan.

Film black comedy buatan Argentina dan Spanyol ini disutradarai dan dikarang ceritanya oleh Damián Szifrón. Kurang lebih selama 120 menit, Szifrón menyajikan enam cerita yang punya benang merah yang sama, yaitu apa yang akan dilakukan setiap karakternya ketika sedang menghadapi stress karena keadaan yang tertekan. Kisah dari setiap segmen tentunya berbeda-beda, dan semuanya berawal dari situasi normal hingga memasuki bagian puncaknya ketika stress meter setiap pemain utamanya mencapai klimaks.

Courtesy of Corner Producciones, El Deseo, Instituto Nacional de Cine y Artes Audiovisuales, Instituto de la Cinematografía y de las Artes Audiovisuales, Kramer & Sigman Films, Televisión Federal © 2014

Film ini diawali dengan segmen “Pasternak.” Dimulai dari seorang wanita cantik yang melakukan penerbangan. Selama di perjalanan, Ia melakukan sedikit percakapan dengan seorang pria yang merupakan seorang kritikus musik klasik. Yang menarik pada segmen ini ternyata, setiap karakter yang berada di dalam pesawat cukup terhubung melalui nama Pasternak, dan dikira sebagai sebuah kejadian yang “kebetulan.” Tapi sebetulnya semuanya adalah bagian dari rencana Pasternak, yang menjadi pilot pada penerbangan tersebut. Bagaimana kelanjutannya? Tonton dulu.

Courtesy of Corner Producciones, El Deseo, Instituto Nacional de Cine y Artes Audiovisuales, Instituto de la Cinematografía y de las Artes Audiovisuales, Kramer & Sigman Films, Televisión Federal © 2014

Segmen pertama memulai film ini dengan memberikan sedikit ritme kejutan buat penonton, agar siap untuk mengarungi cerita-cerita dalam film ini. Kasarnya, ini belum seberapa. Masih banyak yang lebih dari ini. Segmen berikutnya adalah “Las Ratas” tentang seorang pekerja wanita yang bekerja di sebuah kafe, dan menemui seorang politikus sekaligus koruptor yang menghacurkan keluarganya.

Bagi saya, yang paling menarik adalah segmen yang paling akhir, “Hasta que la muerte nos separe.” Artinya, “Sampai maut memisahkan.” Segmen ini berkisah tentang sebuah pesta pernikahan yang menjadi semakin ricuh ketika pengantin perempuannya menyadari bahwa pria yang dinikahinya telah selingkuh. Mengapa menjadi segmen yang menarik? Berbeda dengan segmen lainnya, segmen ini mungkin punya ending yang paling “wild”, yang tidak akan cukup mungkin terbayangkan oleh penonton (termasuk saya), setelah terbawa permainan emosi yang diperlihatkan pengantin wanita.

Courtesy of Corner Producciones, El Deseo, Instituto Nacional de Cine y Artes Audiovisuales, Instituto de la Cinematografía y de las Artes Audiovisuales, Kramer & Sigman Films, Televisión Federal © 2014

Sebelumnya, film ini merupakan salah satu official selection Cannes 2014, namun gagal untuk menyabet Palme D’ Or. Bisa dibilang film ini cukup menuai banyak penghargaan di berbagai festival, mulai dari Sao Paulo, Sarajevo, San Sebastian, Palm Springs, Havana, hingga puncaknya menjadi pemenang utama dari Academy of Motion Picture Arts and Sciences of Agentina, dengan memenangkan 10 dari 21 nominasi yang diterimanya. Sebagai lanjutan, film ini terpilih sebagai wakil Argentina dan hebatnya lagi masuk ke dalam Top 5 untuk nominasi Best Foreign Film. Film ini juga merupakan film ketujuh dari Argentina yang berhasil masuk ke dalam nominasi ini, dimana 3 diantaranya (termasuk film ini) dibintangi oleh Ricardo Darin.

Apa yang sebetulnya membuat film ini menarik. Menurut saya, pertama berasal dari bagaimana Szifrón memainkan setiap cerita dengan memainkan emosi penonton, hingga hebatnya mampu membuat penonton merasa cukup thrill dengan kondisi situasional yang diperlihatkan. Kedua, film ini coba menyentil banyak aspek yang ada dalam realita kita. Mulai dari korupsi, rendahnya pelayanan publik masyarakat, tekanan keluarga, pekerjaan, hingga percintaan. Ketiga, film ini juga kembali menjelaskan bahwa ketika seseorang tertekan, Ia akan semakin pula menjadi irrasional dalam setiap tingkah lakunya. Khusus yang ini cukup tergambar jelas pada beberapa segmen.

Courtesy of Corner Producciones, El Deseo, Instituto Nacional de Cine y Artes Audiovisuales, Instituto de la Cinematografía y de las Artes Audiovisuales, Kramer & Sigman Films, Televisión Federal © 2014

Sebagai penutup, ada satu dialog panjang yang menarik dari segmen terakhir, ketika pengantin wanita mencoba melampiaskan emosinya pada pria yang baru dinikahinya, “You leave right now from here and you don’t say a word! You don’t have any idea of who you are dealing with! I’ll get every cent from you, I’ll get every single property that you father has bought for you in order to evade the treasury. We are married, legally married. I will dedicate my days to sleep with every person who gives a minimum shit about me. With whoever who gives me athe most little gram of love. And when you want to have a divorce, I’ll take acting classes to sit in front of the judge with a puppy face, and tell him that: I’m fighting, I’m struggling. That way our marriage is prolonged indefinitely. I will divulge all your secrets through Facebook, I’ll put my finger in the cut and stir it until you cry of pain. You’ll go through so many humiliations, that your only escape will be throw yourself off the balcony. And then, when death do us part, when YOUR death do us part, I’m getting with everything.” Wow! One of the best foreign film in 2014.

Wild Tales [Relatos Salvajes] (2014)
R, 122 menit
Comedy, Drama, Thriller
Director: Damián Szifrón
Writer: Damián Szifrón
Full Cast : Darío Grandinetti, María Marull, Mónica Villa, Rita Cortese, Julieta Zylberberg, César Bordón, Leonardo Sbaraglia, Walter Donado, Ricardo Darín, Nancy Dupláa, Oscar Martínez, María Onetto, Osmar Núñez, Germán de Silva, Erica Rivas, Diego Gentile
#101 – Wild Tales [Relatos Salvajes] (2014) was last modified: November 18th, 2020 by Bavner Donaldo

2 KOMENTAR

  1. Saya suka sekali dengan film ini. Tiap-tiap bagiannya bener-bener seru. Bagian yang paling suka adalah “El más fuerte”, yang dua orang kejar-kejaran mobil. Gregetan abis. Dapet banget road rage yang dirasain dua orang itu. Terus adegan pernikahan di cerita terakhir epic sih. Susah banget cari perbandingan yang bisa ngalahin, hehehe.

    • Setuju banget.. “El más fuerte” greget abis … Gw ampe heran sama si karakter antagonis yang cukup nyari masalah.. Dan klo kisah yang terakhir emang ngga bisa dikalahin ama cerita-cerita sebelumnya, dan cukup ngga nyangka sih sama ending dari bagian yang satu ini…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here