Film-film coming of age selalu membahas tentang perubahan transisi seseorang ketika mulai memasuki tahap menjadi dewasa. Kali ini, saya menyaksikan sebuah drama coming of age dari Negeri Hitler yang diadaptasi dari sebuah novel laris disana. Judulnya, “Center of My World,” atau dalam bahasa aslinya, ‘Die Mitte der Welt.’ Film ini akan menceritakan perjalanan seorang remaja pria bernama Phil, yang mencoba menemukan pusat kehidupannya.

Phil, yang diperankan oleh Louis Hoffman, baru saja menyelesaikan summer camp-nya. Ia kembali ke ‘Visible,’ sebutan untuk rumah besar yang ditinggalinya bersama Ibu dan saudari kembarnya. Ibunya bernama Glass, diperankan oleh Sabine Timoteo, merupakan seseorang yang rentetan percintaan yang kelam. Begitupun dengan status Phil dan Diane, saudari kembarnya yang diperankan Ada Philine Stappenbeck, mereka sama sekali tidak mengenal ayah mereka.

Courtesy of Neue Schönhauser Filmproduktion, Prisma Film, Universum Film, mojo:pictures, Westdeutscher Rundfunk, Bayerischer Rundfunk, ARTE, Österreichischer Rundfunk © 2016

Glass digambarkan sebagai seseorang yang tidak terlalu waras, sebab Ia akan melakukan hal-hal semaunya dan bisa berubah-ubah. Disaat yang sama, Phil harus menghadapi perlakuan saudari kembarnya yang terasa semakin renggang. Diane selalu hilang di malam hari dan punya hubungan yang semakin kurang baik dengan sang Ibu. Perlahan demi perlahan, Phil berusaha untuk mempelajari apa yang sebenarnya terjadi di keluarga mereka.

Bicara kisah cintanya, sejak kecil Ia sempat memiliki sebuah ‘momen’ dengan seorang anak kecil yang ditemuinya di supermarket. Ternyata anak tersebut sekarang sudah satu kelas dengannya. Anak baru. Namanya, Nicholas, diperankan oleh Jannik Schümann. Badan atletis, tampang yang tampan serta senyum yang menggoda berhasil membuat Phil mudah kepincut. Apalagi di suatu saat, Nicholas mengajaknya bertemu. Buat Phil, itu serasa seperti gunung es yang melebur.

Courtesy of Neue Schönhauser Filmproduktion, Prisma Film, Universum Film, mojo:pictures, Westdeutscher Rundfunk, Bayerischer Rundfunk, ARTE, Österreichischer Rundfunk © 2016

Di sekolah, Phil mempunyai seorang teman baik bernama Kat, seorang perempuan dengan tampilan eksentrik yang diperankan oleh Svenja Jung. Keduanya sudah cukup banyak menghabiskan banyak waktu menyenangkan bersama. Sampai suatu ketika, Phil mencoba untuk menceritakan pengakuannya.

Diangkat dari sebuah novel karangan Andreas Steinhöfel, “Center of My World” cukup dihadirkan dengan jalan cerita yang tidak membosankan. Bicara novelnya, buku ini berhasil meraih penghargaan Deutscher Jugendliteraturpreis, sebuah penghargaan untuk publikasi tentang anak terbaik di Jerman. Kisahnya kemudian ditulis oleh Jakob M. Erwa, yang juga kemudian menyutradarai film ini.

Courtesy of Neue Schönhauser Filmproduktion, Prisma Film, Universum Film, mojo:pictures, Westdeutscher Rundfunk, Bayerischer Rundfunk, ARTE, Österreichischer Rundfunk © 2016

Apa yang ditampilkan oleh film ini sungguh berkesan. Erwa menghadirkan sebuah kombinasi cerita yang tidak terlalu complicated, pemusatan karakter yang cukup terfokus, dengan tampilan shot-shot yang sangat indah. Saya menyukai penyajian sinematografi Ngo The Chau, yang bisa memadukan keindahan kisahnya dengan latar pasca bencana badai. Termasuk kombinasi pewarnaan film ini.

Mungkin yang berbeda dengan film coming of age yang lain, seperti “Love, Simon,” ataupun “I Killed My Mother,” film ini tidak terlalu banyak membahas orientasi seksual Phil. Phil yang dibesarkan tanpa Ayah dan dipenuhi dengan unsur feminim dalam kesehariannya, tidak menjadi seperti sesuatu yang berbeda. Begitupun ketika Phil memiliki tantenya Tereza yang memang memiliki pasangan sejenis. Sehingga sudah bukan menjadi sesuatu yang aneh ketika Phil mengutarakan kisah cintanya.

Courtesy of Neue Schönhauser Filmproduktion, Prisma Film, Universum Film, mojo:pictures, Westdeutscher Rundfunk, Bayerischer Rundfunk, ARTE, Österreichischer Rundfunk © 2016

Saat penonton masuk ke dalam kisah cintanya, saya merasa yang dihadirkan film ini terasa cukup vulgar dan terasa terlalu bahagia. Phil seperti digambarkan punya hubungan yang sangat mulus berjalan dengan Nicholas, termasuk pengalaman seks pertamanya. Apalagi sosok Nicholas yang diperankan Jannik Schümann terasa cukup standout sebagai love interest di film ini.  Sebagai peringatan, film ini akan banyak mengandung adegan seksual termasuk full frontal nudity, sehingga pastikan dahulu audiens Anda jika ingin menyaksikan film ini.

Film yang di-release pada Munich International Film Festival ini memang bukan sebuah film untuk semua kalangan. Cuma, jalan ceritanya sendiri akan membawa kita siapa yang akhirnya menjadi pusat kehidupan Phil. Masalah keluarga, percintaan, sampai persahabatan akan cukup banyak diulas, termasuk dengan penampilan yang terbilang berkesan dari ensemble cast-nya. Bravo!

Center of My World [Die Mitte der Welt] (2016)
Unrated, 115 menit
Drama
Director: Jakob M. Erwa
Writer: Jakob M. Erwa, Andreas Steinhöfel
Full Cast: Bendix Hansen, Sarah Fuhrer, Louis Hofmann, Sabine Timoteo, Ada Philine Stappenbeck, Inka Friedrich, Svenja Jung, Clemens Rehbein, Thomas Goritzki, Jannik Schümann, Manuel Schmitz, Nina Proll, Sascha Alexander Gersak, Milena Cestao Kolbowski, Can Bulut, Christian Skibinski, Aurélie Thépaut
#420 – Center of My World [Die Mitte der Welt] (2016) was last modified: Desember 28th, 2020 by Bavner Donaldo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here