Menjadi seorang pahlawan tidak harus dilahirkan sebagai seseorang yang berkelakuan baik, mati dalam peperangan, ataupun berani mengorbankan nyawanya untuk sesuatu. Lain halnya dengan Ron Woodroof. Sosoknya memang bukanlah seorang panutan, tetapi karenanya Ia mampu membuat kesadaran lewat pengembangan obat AIDS, dimana AZT yang awalnya diberikan dalam dosis besar pada penderita AIDS, menjadi dikurangi karenanya.

            Menonton film ini adalah menyaksikan sebuah perubahan besar yang terjadi pada sosok Woodroof. Awalnya, Woodroof, yang diperankan oleh Matthew McCounaghey, adalah seorang pria koboi asal Texas yang homophobic, dan sangat doyan dengan seks bebas. Awal adegan ini dimulai dengan adegan three sum McCounaghey dengan kedua perempuan yang diselingi dengan lagu kemerdekaan Amerika.

            Memiliki kebiasaan seksual yang buruk, serta dengan mengkonsumsi obat-obatan, memberikan sebuah hidayah bagi tukang listrik ini. Woodroof positif menderita HIV dan hanya diperkirakan hidup selama 30 hari. Menariknya, pada awal penyebaran virus HIV yang dimulai di akhir 1980-an, hanya terserang pada kaum Gay dan Transgender. Woodroof yang terlahir sebagai pria straight merasa cukup terhina untuk menderita penyakit ini. Akhirnya, Ia menyadari bahwa HIV akan positif tidak hanya dari seks homoseksual saja, tetapi juga perilaku seks bebas dan konsumsi obat terlarang.

42-picture6
Courtesy of Truth Entertainment, Voltage Pictures, r2 films, Evolution Independent, CE, Rainmaker Films © 2013

            Kala itu, obat AZT adalah satu-satunya obat yang di approve oleh Food and Drug Administration. Walaupun telah disetujui, obat ini belum pernah diuji pada manusia. Kota Dallas, dimana tempat Woodroof tinggal, menjadi salah satu sampel percobaan obat ini. Woodroof yang mengetahui hal ini, mencoba menyuap salah seorang pekerja rumah sakit untuk mengambil obat-obat AZT dari rumah sakit untuk dikonsumsinya.

            Konsumsi AZT dengan dosis sembarangan yang dilakukan Woodroof juga malah berangsur parah buatnya. Ini membuatnya punya inisiatif yang luar biasa. Ia melakukan penelitian terhadap pengembangan obat untuk penyakit yang dideritanya. Sayangnya, obat-obat tersebut belum mendapat persetujuan FDA, sehingga tidak mampu menembus pasar Amerika.

42-picture3
Courtesy of Truth Entertainment, Voltage Pictures, r2 films, Evolution Independent, CE, Rainmaker Films © 2013

            Kondisinya yang semakin buruk membawanya ke Meksiko untuk bertemu dengan seorang Dr. Vass, yang diperankan oleh Griffin Dunne. Lewat bantuannya, Woodroof berhasil membuktikan bahwa masa hidupnya lebih panjang dari vonis dokter dalam waktu 3 bulan. Woodroof diberi pengobatan Peptida T, semacam protein yang tidak beracun yang mampu meningkatkan daya kerja sel. Gagalnya kerja obat AZT dan suksesnya pengobatan di Meksiko, membuatnya untuk menyuplai obat-obat ini untuk dibawa ke Amerika.

            Ia kemudian bekerjasama dengan Rayon, seorang transgender, yang diperankan oleh Jared Leto. Keduanya kemudian membentuk sebuah perkumpulan yang disebut sebagai “Dallas Buyers Club.” Cukup dengan membayar iuran 400 dollar per bulan, seluruh anggota akan mendapatkan obat-obatan dan perawatan dengan gratis. “Welcome to the Dallas Buyers Club”, kata Woodroof. Walaupun kegiatan ini cukup terlarang, bagi Woodroof yang merasakan efek samping obat ini, ini bukanlah sebuah kesalahan, tetapi malah membantu orang banyak.

42-picture4
Courtesy of Truth Entertainment, Voltage Pictures, r2 films, Evolution Independent, CE, Rainmaker Films © 2013

            Menjadi penderita HIV membuat dirinya diasingkan oleh lingkungannya. Ia pun mulai menghargai sosok kaum gay ataupun transgender, terutama lewat kehadiran Rayon. Melalui Rayon, klub ini berkembang cukup banyak, dan Woodroof harus pergi keliling dunia untuk mendapatkan suplai obat demi jumlah anggota yang terus menambah.

            Woodroof juga harus melakukan berbagai taktik untuk membawa obat-obatan tersebut. Mulai berpura-pura menjadi seorang pendeta, hingga mencuri kertas resep pun dilakoninya. Semua ini dilakukannya demi mampu memerangi penyakit yang ada di tubuhnya dan anggota klubnya.

42-picture2
Courtesy of Truth Entertainment, Voltage Pictures, r2 films, Evolution Independent, CE, Rainmaker Films © 2013

            Film ini sebetulnya merupakan sebuah proyek yang cukup lama selesai di Hollywood. Kisah film telah digarap Craig Borten menjadi naskah sejak satu bulan sebelum kematian Woodroof pada tahun 1992. Sayangnya, pemilihan aktor yang belum pas dengan berganti-gantinya sutradara membuat film ini terbengkalai. Film ini digarap pada akhir tahun 2012, dengan memakan waktu proses  syuting selama 25 hari di Lousiana dan disutradarai oleh Jean-Marc Valee.

            Bicara tentang film ini, banyak tulisan yang menganggap bahwa adaptasi kisah nyata ini dinilai terlalu berlebihan, terutama pada sosok Woodroof. Banyak rekan Woodroof yang menganggap bahwa Woodroof sebetulnya adalah biseksual dan bukan merupakan sosok koboi yang diperlihatkan McConaughey. Sosok Rayon dalam film ini pun hanyalah sosok fiksi. Bagi saya, walaupun adaptasi ini dianggap berlebihan dari realitanya, usaha McConaughey dalam memerankan Woodroof perlu disanjung dengan sangat baik.

42-picture5
Courtesy of Truth Entertainment, Voltage Pictures, r2 films, Evolution Independent, CE, Rainmaker Films © 2013

            Dalam sisi penokohan dan akting di dalam film ini, hanya ada dua karakter yang sangat menonjol. McConaughey sebagai Woodroof, dan Leto sebagai Rayon. Keduanya mampu menyulap diri mereka menjadi maksimal dengan menguruskan tubuh mereka. McConaughey tampil sangat meyakinkan dan terlihat seperti kakek-kakek kurang gizi. Sedangkan Leto, Ia cukup berhasil membawakan peran transgender dan tampil cantik layaknya wanita di film ini. Tidak heran, dalam ajang Academy Awards 2014 lalu, keduanya menyandang piala Oscar untuk kategori Best Actor in Leading Role dan Best Actor in Supporting Role.

            Semenjak di rilis, film ini cukup mendapat sambutan hangat dari para kritikus. Begitupun di ajang Oscar, film ini berhasil mendapatkan 6 nominasi termasuk Best Picture dan menggondol 3 piala, termasuk kategori Best Make up and Hairstyling.Cukup dengan budget sekitar 5 juta dollar, film ini meraup hasil penjualan dunia 10 kali dari modal awal mereka.

42-picture7
Courtesy of Truth Entertainment, Voltage Pictures, r2 films, Evolution Independent, CE, Rainmaker Films © 2013

Sosok Rayon di dalam film ini memang cukup mencuri perhatian. Ada sebuah ungkapan hati Rayon sebelum Ia meninggal, yang menurut saya salah satu unforgettable moment dari film ini, ketika Ia yang sedang telanjang dada menatap cermin dan berkata: “God, when I meet you, I’m gonna be pretty, if it’s the last thing I do, I’ll be a beautiful Angel.”

Woodroof akhirnya meninggal di tahun 1992, dan Ia telah berhasil bertahan hidup selama 7 tahun dari masa vonisnya yang hanya 30 hari. Terserah buat saya, bila film ini dianggap terlalu melebih-lebihkan realitanya. Tetapi, usaha Woodroof untuk mencari alternatif bagi kesembuhan virus HIV, perlu diacungi jempol walau hanya sebatas film ini.

Dallas Buyers Club (2013)
R, 117 menit
Biography, Drama
Director: Jean-Marc Vallée
Writer: Craig Borten, Melisa Wallack
Full Cast : Matthew McConaughey, Jennifer Garner, Jared Leto, Denis O’Hare, Steve Zahn, Michael O’Neill, Dallas Roberts, Griffin Dunne, Kevin Rankin, Donna Duplantier, Deneen Tyler, J.D. Evermore, Ian Casselberry, Noelle Wilcox, Bradford Cox, Rick Espaillat, Lawrence Turner, Lucius Falick, James DuMont, Jane McNeill, Don Brady, Matthew Thompson, Tony Bentley, Sean Boyd, Rachel Wulff, Neeona Neal, Scott Takeda, Jonathan Vane, Joji Yoshida, Carl Palmer, Martin Covert, Douglas M. Griffin, David Lichtenstein, Craig Borten, Henry Frost, Arthur Smith
#42 – Dallas Buyers Club (2013) was last modified: Mei 29th, 2021 by Bavner Donaldo