Menyaksikan sebuah masterpiece buatan Stanley Kubrick yang bertema tentang perang dingin ini, membutuhkan sebuah cara yang berbeda untuk menikmatinya. Film yang dibuat tahun 1964 ini, adalah sebuah adaptasi dari sebuah novel berjudul “Red Alert” karangan Peter George.

Semua tokoh yang ada di film ini bersifat fiksi. Bila menonton film ini anda akan terkejut dengan akting Peter Sellers. Dalam film ini, Sellers berperan menjadi berbagai macam karakter yang berbeda. Mungkin yang paling mudah untuk disadari adalah karakter Mandrake, yang merupakan executive officer General Ripper. Sebetulnya tidak hanya Mandrake, namun Sellers juga berperan menjadi President Merkin Muffley, dan Dr. Strangelove.

56-Picture2
Courtesy of Columbia Pictures Corporation, Hawk Films © 1964

Saat menyaksikan awal sebuah film ini, Saya dipenuhi dengan berbagai macam pertanyaan. Salah satunya adalah mengapa film hitam putih ini dikatakan sebagai salah satu masterpiece Stanley Kubrick. Memang pertanyaan itu terus timbul hingga pertengahan cerita dari film ini. Pada akhirnya, Saya menyadari dari kisahnya yang ternyata dibuat dengan cukup unik dan tidak seperti biasanya.

56-Picture3
Courtesy of Columbia Pictures Corporation, Hawk Films © 1964

Kisah dalam film ini secara garis besar ada tiga, namun semuanya saling berhubungan. Yang pertama adalah mengenai General Ripper, yang diperankan oleh Sterling Hayden. Ripper adalah seorang Jenderal yang terbilang “agak”. Karenanya, sebanyak 34 unit pesawat ditugaskan untuk menyerang Russia tanpa ada maksud yang jelas. Semuanya menjadi kacau karena sosok jenderal ini. Akhirnya, hubungan antar dua Negara adikuasa yang bersaing dengan “perang otak” harus melewati “perang fisik” diantaranya keduanya.

56-Picture5
Courtesy of Columbia Pictures Corporation, Hawk Films © 1964

Yang kedua adalah ruangan perang. Kubrick mendesain sebuah ruangan yang berisi meja bundar yang besar dan sebuah layar yang cukup canggih pada jaman itu, yang memperlihatkan status kondisi dari kedua Negara adikuasa. Di dalam ruangan itu terdiri dari Presiden Amerika Serikat, beserta para Jenderal, Duta Besar, dan orang-orang penting. Serangan yang dilakukan oleh Ripper membuat mereka kacau. Lucunya, sang Presiden, malah mengundang seorang Duta Besar Russia untuk menghubungkan komunikasi mereka dengan Presiden Russia. Film ini memperlihatkan sebuah hubungan yang sebetulnya cukup ganjal terhadap kedua negara yang sebetulnya sedang berperang.

Yang ketiga, film ini menggambarkan dengan cukup detil mengenai sebuah pesawat tempur yang ikut menyerang Russia. Penggambaran Kubrick sangat detail mengenai sistematis koordinasi sebuah pesawat tempur, walaupun kebenaran yang sebenarnya masih diragukan. Sayangnya pesawat ini adalah salah satu dari keempat pesawat yang tertembak oleh pihak Russia. Untungnya, dari keempat pesawat tersebut hanya pesawat ini yang selamat. Walaupun selamat, tetapi sistem radio mereka rusak dan membuat mereka meneruskan penyerangan. Padahal, pihak Amerika Serikat sebetulnya telah membatalkan operasi tersebut, dan berhasil dikonfirmasi oleh sisa pesawat yang selamat. Pesawat tempur yang selamat ini kemudian menjadi sebuah masalah baru bagi kedua negara Adikuasa ini.

55-Picture4
Courtesy of Columbia Pictures Corporation, Hawk Films © 1964

Pada film ini kita juga akan diperkenalkan dengan sosok Dr Strangelove, yang diperankan juga oleh Peter Sellers. Dr Strangelove adalah seseorang yang memahami mengenai senjata nuklir penghancur milik pihak Russia. Cukup diakui, Sellers mampu memerankan ketiga tokoh yang berbeda. Tidak heran atas kerja kerasnya dalam film, membuatnya Ia masuk ke dalam nominasi Best Actor in Leading Role penghargaan Academy Awards tahun itu.

Film ini sebetulnya adalah sebuah black comedy mengenai perang dingin. Pada akhirnya “War Room” pada film ini menjadi salah satu memorabilia yang cukup dikenal. Keberhasilan film ini membuatnya masuk ke dalam beberapa nominasi Academy Awards tahun itu, diantaranya Best Picture, Best Director (Stanley Kubrick), Best Actor in Leading Role (Peter Sellers), dan Best Adapted Screenplay. Walaupun tidak mengantongi satu pun piala Oscar, namun film ini cukup memberikan sebuah warna tersendiri dalam genre film perang.

55-Picture7
Courtesy of Columbia Pictures Corporation, Hawk Films © 1964

Perlu diakui kehebatan Kubrick dalam membuat film ini. Walaupun sebetulnya terbilang kuno untuk masa sekarang ini, tetapi pada masa tersebut penggunaan beberapa teknologi yang digunakan dalam film ini terkesan cukup canggih. Tetapi pada akhirnya, perlu diakui film ini adalah sebuah black comedy yang paling tajam, sebagai sebuah karangan sindiran jahat yang mengambil dari sisi jenaka tentang militer dan perang dingin.

Dr Strangelove or: How I Learned to Stop Worrying and Love the Bomb (1964)
PG, 95 menit
Comedy, War
Director: Stanley Kubrick
Writer: Stanley Kubrick, Terry Southern, Peter George
Full Cast : Peter Sellers, George C. Scott, Sterling Hayden, Keenan Wynn, Slim Pickens, Peter Bull, James Earl Jones, Tracy Reed, Jack Creley, Frank Berry, Robert O’Neil, Glenn Beck, Roy Stephens, Shane Rimmer, Hal Galili, Paul Tamarin, Laurence Herder, Gordon Tanner, John McCarthy
#56 – Dr. Strangelove or: How I Learned to Stop Worrying and Love the Bomb (1964) was last modified: November 17th, 2020 by Bavner Donaldo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here