Film “Good Will Hunting” adalah sebuah film yang menceritakan tentang bagaimana seseorang yang awalnya tidak menyadari dirinya, akhirnya menyadari apa yang harus diperbuatnya. Seperti tagline film ini, “Some people can never believes in themselves, until someone believes in them.”

Will Hunting, yang diperankan oleh Matt Damon, adalah seorang janitor kampus Harvard University yang masih berusia 20 tahun. Dilihat dari penampilannya, Ia mungkin hampir sama dengan teman-temannya. Yang berbeda hanya satu, Ia memiliki otak yang sangat cerdas.

Kala itu, seorang professor Matematika yang bernama Gerald Lambeau, yang diperankan oleh Stellan Skarsgaard, memberikan sebuah tantangan bagi para muridnya untuk dapat membuktikan sebuah rumus. Hadiahnya, barangsiapa yang dapat mengerjakannya akan mendapatkan sebuah penghargaan yang cukup besar. Lambeau adalah penerima medali Fields, sebuah medali khusus bagi matematikawan yang setara dengan penghargaan Nobel di bidang Fisika.

Hunting ternyata berusaha menjawab pertanyaan tersebut tanpa memberikan petunjuk bahwa Ia yang mengerjakannya. Hingga suatu ketika Lambeau bertanya-tanya sosok misterius yang berhasil menghadapi tantangannya. Suatu ketika, Hunting kedapatan dan Lambeau tertarik untuk menggunakannya.

38-picture5
Courtesy of Be Gentlemen Limited Partnership, Lawrence Bender Productions, Miramax © 1997

Sayangnya, Hunting memiliki hidup yang cukup menyedihkan. Ia hanyalah anak yatim piatu yang bersama kawan-kawannya menghabiskan waktu di bar, ataupun bekerja serabutan. Ia juga memiliki beberapa catatan criminal. Suatu ketika, Ia terlibat pada sebuah perkelahian. Hal ini membuatnya dimasukkan ke dalam penjara. Untung saja, sosok Lambeau hadir untuk menyelamatkannya dan meminta dua permohonan. Pertama adalah mendampingi Lambeau untuk mengerjakan soal-soal matematika. Kedua adalah untuk menemui terapis guna memberi laporan pada yang berwajib.

Hunting memang bukan anak biasa. Ia tidak seperti Chuckie, yang diperankan Ben Affleck, temannya yang agak sok tahu tetapi bodoh. Ataupun Morgan, yang diperankan Casey Affleck, yang banyak omong dan suka berhutang. Serta, Billy, yang diperankan Cole Hauser, yang terlihat pemalas. Hunting senang membaca. Menurutnya dengan membaca, Ia mampu untuk menaklukan segalanya.

Lambeau menyediakan berbagai macam terapis untuk mengobati Hunting. Sayang, Hunting memang terlalu pintar dan menjengkelkan. Tidak ada terapis yang mampu untuk menangani anak jenius ini. Hingga akhirnya Lambeau memutuskan untuk meminta tolong pada teman sekamar saat Ia di kampus, Sean Maguire, yang diperankan oleh Robin Williams.

38-picture1
Courtesy of Be Gentlemen Limited Partnership, Lawrence Bender Productions, Miramax © 1997

Pertemuan pertama Maguire dengan Hunting cukup spesial. Hunting dapat digambarkan sebagai sosok yang sudah membentengi dirinya sendiri dari orang lain. Film ini akan berkisah bagaimana Maguire mampu untuk meluluhkan hati Hunting dan menyadarkannya dari segala hal yang tidak disadarinya.

            Film drama ini disutradarai oleh Gus Van Sant, sutradara yang telah menyutradarai beberapa film-film “My Private Own Idaho”, “Elephant”, hingga “Milk”. Van Sant cukup berhasil menggambarkan film yang penuh improvisasi ini selama 120 menit lebih dan membuat Anda betah dengan kisahnya.

            Film ini dibintangi oleh penulis naskahnya, Matt Damon dan Ben Affleck. Lewat naskah keduanya, mereka berhasil memenangkan Best Original Screenplay pada ajang Academy Awards. Film ini juga berhasil memberikan piala Oscar bagi Robin Williams sebagai Best Supporting Actor. Tidak hanya itu, film ini juga berhasil mendapatkan 7 nominasi pada berbagai macam kategori, mulai dari Best Picture, Best Director, Best Actor in Leading Role, Best Supporting Actress, Best Film Editing, Best Original Score, hingga Best Song.

38-picture2
Courtesy of Be Gentlemen Limited Partnership, Lawrence Bender Productions, Miramax © 1997

            Sebelum suksesnya Chicago pada tahun 2003, film ini merupakan penghasil pendapatan terbesar bagi Miramax. Dengan hanya bermodal $10 juta, film ini meraup pendapatan sebesar $225,933,435.  Film ini juga memberikan kesuksekan terutama pada karir Williams, Damon, Driver, dan juga Affleck.

            Ada sebuah hal menarik dari film ini. Damon memperlihatkan sebuah totalitas yang sangat nyata di dalam film ini. Saya cukup terkagum-kagum ketika Ia mampu untuk mengucapkan monolognya tanpa henti yang sebetulnya cukup panjang, dan lancar seperti air. Butuh hafalan yang kuat untuk mengingatnya, walaupun dia merupakan penulis naskah tersebut.

            Sosok Williams yang biasanya jenaka juga perlu diacungi dua jempol. Kita tidak akan melihat Williams tampil layaknya orang bodoh. Kita akan melihatnya brewokan, tampak seperti pemikir, namun punya kesabaran tingkat tinggi. Williams tampil seperti seseorang yang sangat bijak. Yang menarik, ternyata adegan bagian ketika Ia mengucapkan “She used to fart in her sleep” ternyata merupakan improvisasi Williams. Ucapan tersebut tidak terdapat di dalam skenario, dan tidak hanya Damon, tetapi kameraman pun tertawa. Inilah yang membuat adegan tersebut sangat nyata, apalagi ketika gambar yang bergoyang karena cameramen yang menahan tawa.

38-picture4
Courtesy of Be Gentlemen Limited Partnership, Lawrence Bender Productions, Miramax © 1997

            Lain dengan Minnie Driver, yang berperan sebagai Skylar, seorang mahasiswa Harvard yang jatuh cinta dengan Hunting. Driver memang bukanlah sosok yang diinginkan Weinstein bersaudara untuk pengisi film ini. Namun, karena desakan Damon, Affleck dan Van Sant yang menginginkannya, terbukti berhasil. Driver berhasil mendapatkan nominasi Oscar pertamanya lewat film ini.

            Apalagi yang menarik dengan film ini?  Editing yang dilakukan Pietro Scalia juga perlu dipuji. Scalia mampu mengatur pengaturan waktu yang tepat, sehingga flow setiap adegan tidak akan membosankan. Scalia cukup berani untuk banyak menyertakan adegan shot-shot close-up yang cukup banyak di film ini, serta mengambil resiko untuk menyimpan beberapa adegan yang sebetulnya improvisasi belaka dan berhasil.

            Musik-musik Danny Elfman juga cukup menghadirkan nuansa ilusi buat penonton. Score “Main Title” yang muncul pertama kali akan menghipnotis penonton. Banyak seperti alunan-alunan nada yang tidak sejalan dan layaknya free play, yang seperti “sentuhan magis” untuk masuk ke ceritanya.

38-picture3
Courtesy of Be Gentlemen Limited Partnership, Lawrence Bender Productions, Miramax © 1997

            “You don’t know about real loss, ‘cause that only occurs when you’ve loved something more than you love yourself. And I doubt you’ve ever dared to love anybody that much. I look at you. I don’t see an intelligent, confident man. I see a cocky, scared shitless kid. But you’re genius, Will. No one denies that. No one could possibly understand the depths of you. But you presume to know everything about me because you saw a painting of mine. You ripped my fuckin’ life apart. You’re an ophan, right? Do you think I’d know the first thing about how hard your life has been, how you feel, who you are, ‘cause I read Oliver Twist? Does that encapsulate you? Personally, I don’t give a shit about all that, because you know what, I can’t learn anything from you I can’t read some fuckin’ book. Unless you want to talk about you, who you are. Then I’m fascinated I’m in. But you don’t wanna do that, do you, sport? You’re terrified oof what you might say. Your move, chief.”

            Sepenggal kalimat yang dilontarkan Sean hanyalah sebagian dari banyaknya usaha Sean untuk menembus dinding-dinding perbatasan yang dibuat Hunting. Film ini memiliki kekuatan tidak hanya pada dialog-dialog panjang tetapi berisi yang saling menusuk satu sama lain. Terdapat sebuah ketertarikan tersendiri ketika Hunting yang dengan nalar rasional yang cukup tinggi berusaha untuk melawan dan mematahkan segala argumen. Apalagi ketika Ia tersadar bahwa kepintaran yang dimilikinya memang bukan sesuatu yang dia inginkan, tetapi diinginkan oleh orang-orang di sekitarnya.

            Cukup inspiratif, menyentuh, dan he’re a jackpot!.Kisah film ini berhasil dikemas sesuai dengan potensialnya. Tidak ada yang membosankan, dan tidak akan memusingkan penontonnya ketika para karakter dalam film ini saling berdebat satu sama lain ataupun bercanda kasar. Actually, it’s one of the great movie I’ve ever seen!

Good Will Hunting (1997)
R, 126 menit
Drama
Director: Gus Van Sant
Writer: Matt Damon, Ben Affleck
Full Cast : Matt Damon, Robin Williams, Ben Affleck, Stellan Skarsgård, Minnie Driver, Casey Affleck, Cole Hauser, John Mighton, Rachel Majorowski, Colleen McCauley, Matt Mercier, Ralph St. George, Rob Lynds, Dan Washington, Alison Folland, Derrick Bridgeman, Vik Sahay, Shannon Egleson, Rob Lyons, Steven Kozlowski, Jennifer Deathe, Scott William Winters, Philip Williams, Patrick O’Donnell, Kevin Rushton, Jimmy Flynn, Joe Cannon, Ann Matacunas, George Plimpton, Francesco Clemente, Jessica Morton, Barna Moricz, Libby Geller, Chas Lawther, Richard Fitzpatrick, Frank Nakashima, Chris Britton, David Eisner, Bruce Hunter, Robert Talvano, James Allodi
#38 – Good Will Hunting (1997) was last modified: Mei 29th, 2021 by Bavner Donaldo